MODEL PENGELOLAAN TBM BUDAYA PADA KOMUNITAS MASYARAKAT KEAMMATOAAN DI WILAYAH “ILALANG EMBAYYA” DESA TANATOA KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA

Ahmad Rustan

Sari


Penelitian ini berjudul model pengelolaan TBM budaya pada komunitas masyarakat
keammatoaan di wilayah “Ilalang Embayya” Desa Tanatoa Kecamatan Kajang Kabupaten
Bulukumba. Penelitian ini bertujuan untuk melahirkan Model TBM Budaya” dan
Terbentuknya TBM budaya kreatif pada masyarakat komunitas adat Tertingal serta
Terciptanya Gerakan Indonesi Membaca (GIM) pada masyarakat adat suku Kajang.
Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (Penelitian dan
Pengembangan). Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, pedoman
wawancara, serta dokumentasi. Sementara analisis data yang digunakan adalah data yang
sudah terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskrpitif kualitatif dan
kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) proses Pengelolaan TBM Budaya Pasang,
efektif untuk diterapkan pada warga masyarakat yang bermukim di kawasan ilalang embayya.
Hal itu disebabkan karena model TBM ini sangat relevan dengan upaya untuk
memberdayakan masyarakat (think globally act lokally). Di samping itu dalam
pengelolaannya menggunakan prinsip-prinsip kepemimpinan Ammatowa dalam memimpin
warganya. (2) Motivasi warga ilalang embayya dalam penyelenggaraan program TBM tinggi,
hal itu ditunjukkan dari keterlibatan warga dalam menyiapkan sarana dan prasarana TBM.
Motivasi ini juga disebabkan oleh prinsip kegotong-royongan yang tetap terpelihara dalam
kehidupan masyarakat
Implikasi dari penelitian ini adalah: model TBM berbasis budaya pasang pada ujicoba
konseptual terbukti efektif, terlaksana/dapat dilaksanakan dengan baik karena sesuai budaya,
situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat dan sudah menarik meskipun masih perlu
diujicoba lebih luas melalui ujicoba operasional.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ali Muhammad, Teologi Pluralisme Multikultural, (Jakarta; Kompas,2003),

Amin Abdullah , Study Agama, (Yogyakarta: pustaka Pelajar),

Aziz Abdul, Chiefdom Madinah, Salah Paham Negara Islam, (Jakarta, Pustaka Alvabet,

,

Bakar Abu Aceh, Potret Dakwah Muhammad SAW dan para Sahabatnya, (Solo: Ramadhani,

,

Bellah Robert N., Esei-esei Tentang Agama di Dunia Modern, (Jakarta: Paramadina, 2000).

Fikri Luluk Zuhriyah, Dakwah Inklusif Nurcholish Madjid Komunikasi Islam 02, no. 02

(2012)

Hidayat Komaruddin (1998: 119-122), ada lima tipologi sikap keberagamaan, yakni

eksklusivisme, inklusivisme, pluralisme, eklektivisme, dan universalisme, lihat

selengkapnya Muliadi, Dakwah Inklusif, (Makassar : Alauddin University Perss, 2013),

Hornby As, Oxford Advanced Learners Dictionary of Current English, (Oxford University

Press, 1974)

Igusti Putu Karya. Tokoh Agama Hindu di Kecamatan Malili, Wawancara di Lakawali

kecamatan Malili pada tanggal 14 November 2014

Jaharuddin Muhammad. Tokoh Pemuda di Kecamatan Malili, Wawancara di Puncak Indah

kecamatan Malili pada tanggal 11 November 2014

Kabupaten Luwu Timur dalam Angka, Katalog Badan Pusat Statistik 2013,

Kriyantono Rachmat, Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh Praktis Riset Media,

Public Relactions, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran. (Cet.

III; Jakarta: Kencana, 2008),

Malik Anis Thaha, Tren Pluralisme Agama, (Jakarta; Perspektif) 2005,

Muliadi, Dakwah Inklusif, (Makassar : Alauddin University Perss, 2013),

Munir Samsul Amin, Ilmu Dakwah,( Jakarta: Amzah,2009),

Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran Volume:6 (Cet. I

;Jakarta Lentera Hati, 2002).

Rakhmat Jalaluddin, Islam dan Pluralisme Akhlak Qur’an menyikapi Perbedaan (Jakarta, PT.

Serambi Ilmu Semesta, 2006)

Said Muhammad Ramadhan Al-Buthy, Sirah Nabawiyah, Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah

Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW, Alih Bahasa oleh Aunur Rafiq Shaleh

Tamhid, Lc, Jakarta: Rabbani Press, 2003)

Shihab Alwi, Islam Inklusif Menuju Sifat Terbuka dalam Beragama (Bandung, Mizan 1997),

Supit Jhon. Pendeta Agama Kristen di Kecamatan Malili, Wawancara di Bangker kecamatan

Malili pada tanggal 13 November 2014.

Usman Husaini dan Purnomo Setiady Akbar, Metodogi Penelitian Sosial. Ed. 2 (Cet.I;

Jakarta: Bumi Aksara. 2008).