HEGEMONI HARIAN FAJAR MENJELANG PILPRES 2019 (Studi Analisis Wacana Kritis, Norman Fairclough)

Ahmad Fathur Pahlevi

Sari


Korporasi media raksasa dibawah kepemilikan bojuis, menjual produk ke pasar untuk diperjual belikan. Produk dalam media adalah pembaca, dan pasarnya adalah pengiklan, karenanya tidak mengherankan, gambaran dunia (word view) yang ditampilkan dalam teks beritapun merefleksikan kepentingan yang sempit dan bias, belum lagi kecendrungan politik dan kepentingan kelas yang terasosiasikan dalam institusi media, semakin memperkuat distorsi yang nampak pada teks pemberitaan, dan atas nama emansipasi, menjadi tujuan penelitian ini.

Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana surat kabar Fajar memproduksi ideologi melalui wacana sebagai alat hegemoni, priode 1 Agustus 2018 – 4 September 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Paradigma dalam penelitian ini menggunakan paradigma kritis, juga penelitian ini menggunakan pisau analisis wacana kritis Norman Fairlough, yaitu Teks dan Praktik Kewacanaan. Hasil penelitian ini menunjukkan keterlibatan Harian Fajar dalam menghegemoni pembacanya melalu teks berita serta dominasi informasi yang kuat.

Implikasi dari hasil penelitian ini, diharapkan mampu mendeskripsikan Harian Fajar secara kritis, untuk membongkar kedok media dalam tindak rekayasa kepatuhan, dan membuka prespektif masyarakat tentang media sebagai lembaga yang tidak netral, sehingga membuka basis konseptual dalam memandang teks media lebih dalam. Dan Implikasi praktis Hasil penelitian ini dimaksudkan sebagai bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andrew Heywood, An Inroduction 5th edition, Terj. Yudi Santoso, “Ideologi Politik:Sebuah Penghantar” Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2016

Anselm Staurs dan Juliet Corbin, Basic of Qualotative Riserch, Terj Muhammad Shodiq dan Imam Muttaqien, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif , Yokyakarta, Pustaka Pelajar, 2015.

Dominique Wolton, INTERNET, ET APRES? Une Theorie Critique Des Nouveaux Medias, Terj. Ninik Rochani Sjams, “Kritik Atas Teori Komunikasi”, Yogyakarta, kreasi wacana offset, 2012

Eriyanto, analisis wacana pengkantar analisis teks media, yogakarta, LKIS 2011.

Imam Suyitno, Lilik Wahyuni, Suwarna (Cet. IV; Yogyakarta, Pustaka Pelajar 2010) h. 24

Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006)

M. Quraish Shihab, Tafsir Al Misbah, pesan kesan dan keserasian, tanggerang 2008

Murtadha Muthahhari, Mas’ale-ye Syenokh, Terj. Muhammad Jawad Bafaqih, “Penghantar Epistimologi Islam” Jakarta Selatan, Shadra Press 2010.

Marianne W. Jorgensen dan Lousse J. Phillips, Analisis Wacana metode dan teori, terj. Rupert Woodfin dan Oscar Zarate, Introducing Marxism, Terj. Dian Yanuardy “Marxisme Untuk Pemula” Yogyakarta, Resist book, 2008.

Simon Blackburn, The Oxford Dictionary og Philosophy Edisi ke 2, Terj. Yudi Santoso “Kamus Filsafat” Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2003.

http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2017/MEDIA-CETAK-MAMPU-MEMPERTAHANKAN-POSISINYA.html.