Studi Analisis Tahap Pembentuk Efikasi Diri Dalam Upaya Berhenti Merokok Pada Klien Klinik Berhenti Merokok di Balkesmas Wilayah Semarang

Rabiatul Amaliah Hariadi, Bagus Widjanarko, Sutopo Patria Jati

Abstract


Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah dilakukan, perokok harus memiliki efikasi diri yang cukup saat akan berhenti merokok, namun saat seseorang memiliki efikasi diri yang rendah mereka akan kembali menggunakan rokok. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan prevalensi jumlah merokok yaitu dengan terbentuknya klinik berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efikasi diri klien berhenti merokok saat proses berhenti merokok dan menganalisis hambatan klien berhenti merokok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian yaitu menggunakan data primer dan sekunder. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 9 orang yang terdiri dari 7 informan utama dan 2 informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri yang dilakukan informan adalah menjauhi pergaulan dengan teman sesama perokok aktif,dan hambatan yang dirasakan informan yaitu karena informan sulit mengontrol perilaku merokonya akibat lingkungan informan yang merupakan perokok aktif. Dapat disimpulkan bahwa efikasi diri atau kemampuan awal informan awalnya sangat kecil namun setelah informan terdiagnosis penyakit informan berhasil meningkatkan efikasi dirinya. Saran dari hasil penelitian ini adalah informan diharapkan terus konsisten dalam perilaku berhenti merokok dan bagi keluarga informan diharapkan dapat memberi dukungan yang lebih untuk informan dalam hal berhenti merokok.

Kata Kunci: Efikasi Diri, Berhenti Merokok, Klinik Berhenti Merokok


References


Departemen Kesehatan RI. 2005. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis cetakan ke 8.

Centers for Disease Control and Prevention Quitting Smoking Among Adults. 2011. Centers for disease control and prevention.

Riset Kesehatan Dasar. 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan . Kementrian Kesehatan

Acken, A. 2002. Bye Bye Smoke ; Buku Panduan Ampuh untuk Berhenti Merokok. Nexx Media. Jakarta

WHO. 2012. Country Office for Indonesian. Kesadaran Masyarakat, pendidikan, dan Program Berhenti Merokok.

Willemsen, M.C. 2010. Smoking Cessation at the worksite : taking the viewpoint of employers into account tobacco : the growing epidemic.

Brahmana,K.M.B. 2006. Peningkatan Kesadaran akan Dampak negatif dari pada mahasiswa perokok. Thesis. Jakarta.

Bandura, A. 1997. Self Efficacy. The Exercise of control. W.H Freeman Company. New York.

Komalasari,D.,Helmi. 2013. Faktor faktor penyebab perilaku merokok pada remaja. Jurnal Psikologi Gadjah Mada. Yogyakarta

Hendiani,N. 2012. The Relationship Between Perceived Family Support as Drug Consumption Controller and Self Efficacy of Tubercolosis Patients. BKPM. Semarang.




DOI: https://doi.org/10.24252/as.v10i2.6052

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY

    

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.