PERANAN VISUM ET REPERTUM DALAM PEMBUKTIAN PIDANA PEMERKOSAAN DI PENGADILAN NEGERI MAKASSAR

Abdul Rahim

Abstract


Abstract

This research aims :1). know and comprehend how visum et repertum in verification of rapist doing an injustice 2) To know and analyse visum et repertum as a means of rapist doing an injustice evidence in district court of Makassar..

            This Research use primary data interview with relevant that is institution district court of Makassar , population in this research cover government officer enforcer of related/relevant law Role Of Visum of Et Revertum In Verification Of Crime Rapist of this Sampel research in specifying to through technicsly of sampling purvosie that is most 3 people 2) attorney [in] specifying counted 3 people analyse data in research conductin by : 1. Interview which focusing or kuesioner interview focused 2) technics of koseioner which doing by using koesioner, data which obtained in this research is later; then analysed qualitative and is quantitative.

            Result of research of show that 1) visum et repertum in verification of case of rapist doing an injustice: Verification of doing an injustice rapist of Investigation, Prosecution Inspection in the face of court ( By court the Trial), Appliance - eyewitness boldness evidence appliance . Analysis Writer 2) visum et repertum as a means of rapist doing an injustice evidence [in] district court of Makassar.Alat evidence, decision, Demand Publik Procecutor, Amar Decision. while publik prosecutor prosecution and execute stipulating of the eyewitness that is as according to (section 14 KUHP).

            In the case of the can in telling that eyewitness boldness will give security to eyewitness and its consanquinity till finish case which related to him: at the (time) of preliminary investigation of eyewitness also have to oath, if eyewitness far or near by its residency hence boldness which in passing to inspection earn in using in conference, before judge can take decision.

Keyword : Visum et repertum, Crime Rapist

 

Abstrak

            Penelitian ini bertujuan:1).Untuk mengetahui dan memahami bagaimana visum et repertum dalam pembuktian tindak pidana pemerkosaan. 2) Untuk mengetahui dan menganalisa visum et repertum sebagai alat bukti tindak pidana pemerkosaan di pengadilan negeri Makassar..

   Penelitian ini menggunakan data primer melalui wawancara dengan pihak-pihak yang terkait yaitu instansi pengadilan negeri Makassar ,populasi dalam penelitian ini meliputi aparat penegak hukum terkait Peranan Visum Et Revertum Dalam Pembuktian Pidana Pemerkosaan  Sampel penelitian ini di tetapkan melalui tehnik purvosie sampling yaitu kebanyakan 3 orang; 2) jaksa di tetapkan sebanyak 3 orang analisis data dalam penelitian di lakukan dengan cara :1. Interview (wawancara) yang berfokus atau focused interview kuesioner, 2) tehnik koseioner yang di lakukan dengan menggunakan koesioner, data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1)  visum et repertum dalam pembuktian perkara  tindak pidana pemerkosaan: Pembuktian tindak pidana pemerkosaan Penyelidikan / penyidikan (Investigation), Penuntutan (Prosecution) Pemeriksaan di muka sidang pengadilan (Trial by the court), Alat – alat bukti keterangan saksi .Analisis Penulis, 2) visum et repertum sebagai alat bukti tindak pidana pemerkosaan di pengadilan negeri Makassar.alat bukti, putusan, Tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Amar Putusan. sedangkan penuntut umum melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan saksi tersebut yaitu sesuai dengan undang-undang (pasal 14 KUHP).

Dalam hal tersebut dapat di kemukakan bahwa keterangan saksi akan memberi rasa aman terhadap saksi dan kerabatnya sampai selesai kasus yang terkait dengannya: pada saat pemeriksaan pendahuluan saksi juga harus di sumpah, apabila saksi  jauh atau dekat di kediaman nya maka keterangan yang di berikan pada pemeriksaan dapat di gunakan dalam persidangan, sebelum hakim dapat mengambil keputusan.

Kata kunci : Visum et Repertum, Pidana Pemerkosaan

 


Full Text:

PDF

References


Prakoso Djoko ,SH.Alat bukti dan kekuatan pembuktian di dalam proses pidana .liberty yogkyakarta 1988

Abidin, Andi Zainal, 1995. Hukum Pidana I, Sinar Grafika: Jakarta.

Tolib Setiady, 2009, Pokok-pokok Ilmu Kedokteran Kehakiman, Alfabeta, Bandung.

Waluyadi, 2007, Ilmu Kedokteran Kehakiman Dalam Perspektif Peradilan dan Aspek Hukum Praktik Kedokteran, Djambatan, Jakarta .

Wahid ,Abduldan MuhamadIrfan .2001. Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Seksual Advokasi atas Hak Asa si Perempuan. Rafika Aditama. Malang.

Indar, 2010, Etika dan Hukum Kesehatan, Lehas-Unhas, Makassar.

R. Atang Ranoemihardja. 1981. Ilmu Kedokteran Kehakiman (Forensic Science). Tarsito : Bandung.

R. Soeparmono. 2002. Keterangan Ahli dan Visum Et Repertum dalam aspek hukum acara pidana. Mandar Maju : Bandung.

H.M.Soedjatmiko. 2001. Ilmu Kedokteran Forensik. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Tolib Setiyadi. 2009. Pokok-Pokok Ilmu Kedokteran Kehakiman. Alfabeta.Bandung.

Nasution ,karim, masalah hukum pembuktian dalam proses pidana ,Jakarta, 1975.

Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, PT. Raja Grafindo, Jakarta, 2007.

Eni Suharti 2014 Undang-undang tenaga kesehatan UU Ri No.36 Tahun 2014 sinar grafika Jakarta.

Artikel

Syamsuddin. Rahman. “Peranan Visum Et Repertum Di Pengadilan”.Peranan Visum Et Repertum Dalam Pembuktian Perkara. Al-Risalah.Vol. 11. Nomor 1 Mei 2011

Website

Ika Aprilia Mustasyfa. Pengertian Perkosaan

Websitehttps://www.scribd.com/doc/92580899/Pengertian-Perkosaan.Diakses pada tanggal 25 Maret 20157 pukul 15:35 WITA.

KBBI.Memerkosa.Website http://kbbi.web.id/perkosa.%20memerkosa.Diakses pada tanggal 25 Maret 2017, pukul 15:37 WIT




Jurnal Jurisprudentie Indexed by: