Upacara Adat Reba Sebagai Resolusi Konflik di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur

Silverius Betu

Abstract


Konflik sering mewarnai kehidupan bersama di tengah masyarakat, namun masyarakat selalu punya cara untuk menyelesaikannya berdasarkan adat istiadat dan budaya setempat yang diwariskan turun-temurun. Tulisan ini membahas mengenai Upacara Adat Reba Sebagai Resolusi Konflik di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini melibatkan 35 orang nara sumber yang diwawancarai secara pribadi dan yang terlibat dalam Focus Group Disccusion. Mereka adalah para tokoh adat, pelaku adat, pemerhati adat, tokoh pemerintah, tokoh wanita dan tokoh pemuda. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa upacara adat reba adalah resolusi konflik yang khas dan unik di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Khas karena hanya ada di Kabupaten Ngada, sebagai warisan budaya leluhur. Upacara adat reba terbukti efektif menyelesaikan masalah di tengah masyarakat dan menjadi salah satu model pendekatan resolusi konflik PSDM yang bisa diandalkan. Tulisan ini merekomendasikan agar Upacara Adat Reba sebagai Resolusi Konflik di Kabupaten Ngada terus dikembangkan dan dibandingkan dengan model Resolusi Konflik dari kearifan lokal yang lain agar memperkaya resolusi konflik di Indonesia. Ini juga menjadi bukti bahwa model resolusi konflik yang efektif tidak hanya dihasilkan oleh budaya barat tetapi juga oleh budaya lokal Indonesia

Keywords


Resolusi Konflik; Kearifan Lokal; Upacara Adat Reba

References


Abdullah, Irwan, Ibnu Mujib dan M. Iqbal Ahnaf (ed). (2008). Agama Dan Kearifan Lokal Dalam Tantangan Global. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Adams, Bob. (2006). Memahami Segalanya Tentang Kepemimpinan. Batam: Karisma Publishing Group.

Anwar, Syaiful.(2016). Melindungi Negara. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Arnd, Paul, SVD. (2005). Agama Orang Ngadha: Dewa, Rohroh, Manusia dan Dunia, Vol. I. Seri Etnologi Candraditya, No. 06, Maumere: Pusat Penelitian Agama Dan Kebudayaan Candraditya.

Arnd, Paul, SVD. (2005). Agama Orang Ngadha: Dewa, Rohroh, Manusia dan Dunia, Vol. II. Seri Etnologi Candraditya, No. 07, Maumere: Pusat Penelitian Agama Dan Kebudayaan Candraditya.

Bakri, Hendry. (2015). Resolusi Konflik Melalui Pendekatan Kearifan Lokal Pela Gandong di Kota Ambon. The POLITICS: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanudin, Vol. 1, No. 1.

Christopher A. Leeds, “Culture, Conflict Resolution, Peacekeeper Training And the D Mediator.

Deutsch, Morton, Coleman, Peter T dan Marcus, Eric C (Editor). (2016). Handbook Resolusi Konflik. Bandung: Nusa Media.

Dietrich, Wolfgang, Alvares, Josefina Echavarria, Esteva, Gustavo, Ingruber, Daniela and Koppensteiner Norbert. (2014). The Palgrave International Handbook Of Peace Studies: A Cultural Perspective. New York: Palgrave Macmillan.

Dhogo, Kristologus. (2009). Su’I Uwi: Ritus Budaya Ngada Dalam Perbandingan Perayaan Ekaristi. Maumere: Penerbit Ledalero.

Djawa Nai, Stefanus (Penyunting). (2002). Peranan Hukum Pertanahan Dalam Pembanguan Daerah Otonom Ngada. Bajawa: Sekretariat Pemda Ngada.

Jati, Warsisto Raharjo. (2013). Kearifan Lokal Sebagai Resolusi Konflik Keagamaan. Jurnal Walisongo, Vol. 21, No. 2.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku Putih Pertahanan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (2017). Data Pokok Kementerian Dalam Negeri Tahun 2016. Sekretariat Kmenterian Dalam Negeri.

Liliweri, Alo. (2003). Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta:LKiS.

Muda, Hubertus, SVD. (2014). Seminar Reba: Menggali Nilai Nilai Sosial Dan Spiritual Adat Reba Sebagai Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Ngada. Jakarta.

Muda, Hubertus, SVD. (2005). Seminar Budaya. Resolusi Konflik: Menghayati Sebuah Peradaban Dalam Terang Kearifan Lokal Masyarakat Ngada. Bajawa.

Navarro-Castro, Loreta dan Nano-Galace, Jasmin. (2010). Peace Education: A Pathway To A Culture Of Peace. Quezon City, Philippines: Center for Peace Education Miriam College.

Netowuli, Rofinus. (2015). Kekuatan Budaya Dan Nilai-Nilai Keagamaan Dalam Resolusi Konflik Demi Terwujudnya Rekonsiliasi Dan Budaya Damai : Studi Pada Masyarakat Ngada Di Flores Nusa Tenggara Timur. Tesis. Bogor: Universitas Pertahanan.

Ngani Niko dan Steph Jawa Nai. (2004). Hukum Pertanahan Di Kabupaten Ngada Flores dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yogyakarta: Elfada.

Nouwen, Henri. (2004). The Road To Peace: Karya Untuk Perdamaian dan Keadilan. Yogyakarta: Kanisius.

Nouwen, Henri. (2007). Peacework: Mengakarkan Budaya Damai. Yogyakarta: Kanisius.

Simatupang, Wita, Brina Ramadhani dan Sandrak Manurung. (2016). SA’O Pusaka Pemersatu. Jakarta: Yayasan Ekowisata Indonesia.

Suhandi. Ary S, Wita Simatupang, Rifki Sungkar, Oktavianus Bota Djawa dan Sandrak Manurung. (2016). Jerebu’u Valley Caring For Heritage. Jakarta: Yayasan Ekowisata Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Jurnal Al-Adyaan: Jurnal Sosial dan Agama is indexed by:

  

ISSN Online :  2722-7472

ISSN Printed :  2407-6880

Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan

Phone: (0411) 841879 Fax: (0411) 8221400

Email: -