Pengakuan Aset Sumber Daya Manusia dalam Pencapaian Laba Ditinjau dari Karakteristik Feminin Religius

Nur Rafikah Kadir, Andi Yuliana, M. Wahyuddin Abdullah

Sari


Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan fenomena akuntansi tentang pengakuan aset dalam perspektif religius sehingga dengan mengaplikasikan aset ini perusahaan dapat memperoleh prestasi keuangan yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi yaitu pencarian makna dari sebuah simbol dalam akuntansi yang telah mengakar dan akan didekonstruksi kembali dengan situasi yang lain. Penelitian akuntansi sumber daya manusia dengan pengakuan aset belum banyak dilakukan sehingga dalam penelitian ini  aset dimaknai dalam ruang lingkup perusahaan yang bersifat religius yaitu CV Rabbani Asysa Makassar. Hasil penelitian menemukan bahwa aset dalam sudut pandang feminin religius memiliki kontribusi yang besar dalam pencapaian laba perusahaan. Pengakuan aset tersebut belum realisasi pada laporan keuangan tetapi keberadannya ada dalam sebuah perusahaan dan menjadi penggerak bisnis.

Kata Kunci


Aset Sumber Daya Manusia; Feminin Religius; Laba Perusahaan; Penggerak Bisnis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Augustian. 2005. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ. Penerbit Arga. Jakarta.

Harahap. 2011. Teori Akuntansi. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Meutia, Inten. 2015. Qualitative Approach To Build The Concept Of Social Responsibility Disclosures Based On Shari‟ah Enterprise Theory, http://ssrn.com/abstract=1662860, diakses 10 Juli 2017.

Lev, Baruch and Aba Schwartz. 1987. On The Use of The Economic Concept of Human Capital in Financial Statement”. In Bloom, Robert; Elgers, Pieter T. Accounting Theory & Policy, A Reader. Harcourt Brace Jovanovich Publisher, Orlando.

Mamulaty, I., I. Triyuwono, dan A. D. Mulawarman. 2016. Fenomologi Sumber Daya Manusia sebagai Aset Intelektual dalam Amal Usaha Muhammadiyah. Jurnal Akuntansi & Investasi 17(1): 93-103.

Martana, I. K. Kajian Teoritis Konstruksi Epistemologi Feminisme. Jurnal Komunikasi. 1(1): 1-12.

Muhajir, N. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit Rake Sarakin: Yogjakarta Mulawarman, A. 2009. Eksistensi Nilai Tambah Syariah Berbasis Rezeki. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, 12(2): 103-120.

Mulia, A. S. 2012. Mengungkap Pemahaman tentang Akuntansi dari Sudut Pandang Kecerdasan Spiritual: Sebuah Studi Fenomenologi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma. 3(3): 441- 456.

Naukoko, P. A. 2017. Akuntansi Sumber Daya Manusia. Ejournal Unsrat: 43-51.

Ningsi, S. 2001. Perlakuan Akuntansi Sumber Daya Manusia: Assets Sekaligus Investor Bagi Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Investasi. 2(1): 13-26.

Rahayu, A.W.W. dan D.P. Affandy.2011. Analisis Penerpan Akuntansi Sumber Daya Manusia terhadap Pembandingan Kinerja Laporan Keuangan pada PT BPRS.

Mitra Harmoni Malang. Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang

Riduwan, A. Realitas Referensial Laba Akuntansi sebagai Refleksi Kandungan Informasi (Studi Interpretif-Kritis dari Komunitas Akuntan dan Non Akuntan). Prosiding. Simposium Nasional Akuntansi XI, Pontianak.

Setiabudi, H.Y. dan I. Triyuwono. 2002. Akuntansi dan Ekuitas, dalam Narasi Kapitalisme, Sosialisme, dan Islam. Salemba Empat, Jakarta.

Sopanah. 2010. Menguak Fenomena Penolakan Pembangunan dengan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Prosiding. Simposium Nasional Akuntansi XIII, Purwokerto.

Singh, M. 2009. Human Resource Accounting Chellenge For Accountant. Internasional Research Journal. 2(5), 440-442.

Siregar, S. 2009. Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai (Studi kasus pada Dinas Perhubungan Kota Medan). Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Widati., S dan I. Triyuwono. 2012. Makna Aset Persyarikatan Aisyiyah Dengan Nilai Al Qur‟an dan Tao Te Ching sebagai Alat Dekonstruksi. Jurnal Review Akuntansi, 13(2).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.