Tinjauan Hukum Islam terhadap Sistem Gadai Sawah di Kec. Polongbangkeng Utara Kab. Takalar

Riana Riana, Marilang Marilang, Nurjannah Nurjannah

Abstract


ABSTRAK
Nama : Riana
NIM : 11000116021
Judul : Tinjauan Hukum Islam terhadap Sistem Gadai Sawah di Kec. Polongbangkeng Utara Kab. Takalar

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap sistem gadai sawah di Kec. Polongbangkeng Utara Kab.Takalar? Pokok masalah tersebut selanjutnya di-breakdown ke dalam beberapa submaslah atau pertanyaan penelitian, yaitu :1) bagaimana proses pelaksanaan sistem gadai sawah di Kec. Polongbangkeng Utara Kab. Takalar?, 2) Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap sistem gadai sawah di Kec.Polongbangkeng Utara Kab. Takalar?.
Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penetian yang digunakan adalah : yuridis-normatif dan teologis-normatif. Adapun sumber data penelitian ini adalah iman desa, pemberi gadai (rahin) dan penerima gadai (murtahin). Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu, teknik pengeloaan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pelaksanaan gadai sawah di Desa Balangtanaya pada umumnya penggadai (rahin) mendatangi penerima gadai (murtahin) untuk meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan dengan sawah sebagai barang jaminan. Hak penguasaan/pemnafaatan sawah berada dipihak penerima gadai atau pihak penggadai tergantung dari kesepakatan sampai pelunasan utang. Pembayaran utang tersebut tidak memiliki batasan waktu, utang tersebut dapat dilunasi ketika pihak penggadai telah memiliki uang. Jika ditinjau dari segi pelaksanaan akadnya telah memenuhi rukan dan syarat gadai. Adapun praktik gadai yang dilakukan tanpa batasan waktu dengan pengambilan manfaat sawah sebagai barang jaminan dikuasai oleh penerima gadai yang terjadi di Desa Balangtanaya dianggap tidak sah menurut Al-Qur’an, Al-Hadits dan Ijma.
Implikasi dari penelitian ini adalah : 1) Mengenai pelaksanaan gadai sawah tersebut, antara Pemberi Gadai (rahin) dan Penerima Gadai (murtahin) harus ada kejelasan mengenai waktu pengembalian hutang dan barang jaminan setelah jatuh tempo, sehingga pelaksanaan gadai tidak berlarut lama. Dalam pelaksanaan gadai di Desa Balangtanaya Kec. Polongbangkeng Utara Kab. Takalar jangan sampai mengabaikan prinsip syariah seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, Hadist, dan Ijma para ulama yang merupakan dasar hukum gadai.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syari'ah

Fakultas Syariah dan Hukum

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar