BIAS GENDER DAN KEKERASAN DOMESTIK

sakaruddin sakaruddin

Abstract


Relasi gender mewujud sebagai diskursus “sengit” di banyak ruang akademik, ruang politik, dan di ruang kebudayaan. Aktor sentrisnya adalah dualitas entitas yang senantiasa didudukkan secara tidak berkeadilan. Laki-laki mengekspresikan dririnya sebagai symbol supremasi yang hegemonik dan perempuan ditampilkan sebagai figur yang tersubordinasi. Dalam kondisi ini, relasi gender dipandang sebagai kondisi yang timpang dan bias gender. Pertanyaan paling mendasar adalah dimana akar rizoma penyebab terjadinya bias gender dan kekerasan gender itu? Dalam perspektif teologis, khususnya teologi Kristen, bias gender bermula dari penghakiman secara sepihak bahwa Sitti Hawa lah sebagai aktor utama penyebab Adam jatuh ke bumi karena itu, memberinya sanksi adalah sebuah kepatutan. Stigma ekstrim yang dilekatkan ke Sitti Hawa adalah bahwa dirinya (perempuan) sebagai sumber dosa. Dalam teologi Islam, sejumlah kalangan (khususnya kelompok feminis Islam) juga menggugat beberapa teks-teks Islam yang dinilai seksis dan mensubordinasi perempuan.

Di banyak kebudayaan, bias gender terpresentasi dalam berbagai variasi, bentuk, dan pola. Bias gender dapat ditelusuri mulai dari konstruksi bahasa/penamaan (gender marking), atributisasi yang bernuansa minor terhadap perempuan, perbedaan perlakuan hingga pada perbedaan akses terhadap berbagai sumberdaya yang teredia. Secara klasikal, bias gender lazimnya mengkonstruksi relasi yang rentan dan seringkali memicu kekerasan gender, atau spesifiknya kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan berlangsung di dua ranah sekaligus, di ranah privat dan di ranah publik. Tulisan ini hendak berkontribusi dengan induksi gagasan yang relevan atau korelatif dengan diskursus gender yang sudah diarusutamakan (mainstream) saat ini. Substansi narasi yang diketengahkan menyentuh aspek-aspek yang terkait dengan fenomena kekerasan gender, posisi perempuan dalam ruang kebudayaan (privat dan domestik), asal mula kekerasan gender hingga pada tawaran untuk mengakhiri kekerasan gender melalui fraternisasi antarsex.


Keywords


Bias gender; kekerasan; domestik

References


Abdullah, I. (2017). Kekerasan: Mispresentasi Perempuan Dalam Sektor Publik (Suatu Agenda Penelitian). Jurnal Studi Gender dan Anak, 3(02), 31-44.

------------------(1997). Sangkan Paran Gender. 1997. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Barnard, A., & Spencer, J. (2009). The Routledge encyclopedia of social and cultural anthropology. Routledge.

Billsberry, J. (2016). Once learned, never forgotten: effective leadership development with social construction as a threshold concept. Development and Learning in Organizations: An International Journal, 30(6), 24 – 26. DOI: 10.1108/DLO-06-2016-0044

Bosančić, S. (2019). Relations, Discourses and Subjectivities: The Social Construction of Reality and beyond. Гласник Етнографског института САНУ, 67(1), 91-104.

Breskaya, O., & Giordan, G. (2019). Measuring the Social Perception of Religious Freedom: A Sociological Perspective. Religions, 10(4), 274.

Chakim, S. (2010). SOCIAL INEQUALITIES: PROBLEMATIKA STRATEGI PENGEMBANGAN DAKWAH DALAM PERSPEKTIF TEORI SOSIAL KONFLIK. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 4(2), 193-207.

Corvo, K., & Johnson, P. (2013). Sharpening Ockham’s Razor: The role of psychopathology and neuropsychopathology in the perpetration of domestic violence. Aggression and Violent Behavior, 18(1), 175–182.DOI:10.1016/j.avb.2012.11.017

Cuartas, J., Grogan-Kaylor, A., Ma, J., & Castillo, B. (2019). Civil conflict, domestic violence, and poverty as predictors of corporal punishment in Colombia. Child abuse & neglect, 90, 108-119.

Dayanti, L. D. (2007). Potret Kekerasan Gender dalam Sinetron Komedi di Televisi. Jurnal Media Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Unair Vol 19 no 3 Juli 2007.

Domestic, E., & Violence, G. B. (2019). A Foundation Report: Family Violence.

Foucault. Matinya Gender (terjemahan). 1995. Bentang. Yogyakarta

Forssell, T. (2019). " I made you, but you made me first": The Social Construction of Evil, in part through the Architecture and Urban Landscape in Tim Burton's Batman (1989) and Christopher Nolan's The Dark Knight (2008).

Friedman, A.M. (2015). Perceptual Construction: Rereading The Social Construction of Reality Through the Sociology of the Senses. Cultural Sociology, 10(1), 1–16. DOI: 10.1177/1749975515615149

Ganzevoort, R.R. (2006). The Social Construction of Revelation. International Journal of Practical Theology, 8(2), 1–14. DOI 10.1515/IJPT.2006.003

Gaynor, T.S. (2018). Social Construction and the Criminalization of Identity: State-Sanctioned Oppression and an Unethical Administration. Public Integrity, 1–12. DOI: 10.1080/10999922.2017.1416881

Go, F. P. (2013). Representasi Stereotipe Perempuan Dalam Film Brave. Jurnal e-Komunikasi, 1(2).

Griffith, A.M. (2017). Social construction: big-G grounding, small-g realization. Philosophical Studies, 175(1), 241-260. DOI 10.1007/s11098-017-0865-x

Herrenkohl, T. I., Sousa, C., Tajima, E. A., Herrenkohl, R. C., & Moylan, C. A. (2008). Intersection of child abuse and children's exposure to domestic violence. Trauma, Violence, & Abuse, 9(2), 84-99.

Iriantara, Y. (2008). Media, Gender dan Melek-Media. Jurnal Universitas Islam Nusantara

Mananzan, Mary John (Feminine Socialization: Women as Victims and Collaborators) dalam BASIS. 1996. Yogyakarta.

Mandjarreki, Sakaruddin. Tumbangnya Dinasti Maskulin. Kendari Pos. 1996. Kendari.

Mills, H.L. (2017). Avatar Creation: The Social Construction of “Beauty” in Second Life. Journalism & Mass Communication Quarterly, 1–18. DOI: 10.1177/1077699017722105

Myhill, A., & Hohl, K. (2019). The “golden thread”: Coercive control and risk assessment for domestic violence. Journal of Interpersonal Violence, 34(21-22), 4477-4497.

Pappas, S. K. (2019). The Social Construction of Homelessness by Service Providers: A Narrative of Our Country's Biggest Blindfold.

Ramdhan, T. W. (2016). TAFSIR GENDER. Lisan al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, 8(1), 79-98.

SAUM, T. 2016. WANITA DALAM SURAT KABAR. Representasi Wanita Karier dalam Rubrik Persona Harian KOMPAS Edisi Januari-Februari 2016. Kompas:

Sternberg, K. J., Lamb, M. E., Greenbaum, C., Cicchetti, D., Dawud, S., Cortes, R. M., ... & Lorey, F. (1993). Effects of domestic violence on children's behavior problems and depression. Developmental psychology, 29(1), 44.

Singarimbun, Masri. 1993. Bunga Rampai Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

SURAYA, S. (2015). Representasi Kekerasan Simbolik dalam Iklan Anak-anak. Komunikator, 5(01).

Syarbani, S. (2012). Konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Teoridan Aplikasi.

Tolan, P., Gorman-Smith, D., & Henry, D. (2006). Family violence. Annu. Rev. Psychol., 57, 557-583.

Webermann, A. R., & Murphy, C. M. (2018). Childhood Trauma and Dissociative Intimate Partner Violence. Violence Against Women, 107780121876662.doi:10.1177/1077801218766628

Zúñiga-Fajuri, A., & Zúñiga-Fajuri, M. (2019). Mental health policies tackling violation of children's human rights in Chile. The Lancet. Child & adolescent health, 3(4), 210.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL SIPAKALEBBI  is indexed by:

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0)

Office Address:

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Alauddin Makassar

Jl.H. M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan

Phone: (0411) 841879 Fax: (0411) 8221400

Email Address: sipakalebbi@uin-alauddin.ac.id

ISSN Online :  ... & ISSN Printed :  2355-4347