HUBUNGAN HUKUM ISLAM DENGAN HUKUM POSITIF

Darmawati Hanafi, Anggi Anggraini

Abstract


Artikel ini membahas tentang hubungan hukum Islam dengan hukum positif, keharmonisan hukum positif dengan hukum Islam. Hukum Islam ini merupakan hukum yang bersumber dari wahyu Tuhan, sekaligus melibatkan penalaran dan analisis manusia memahami wahyu tersebut. Ijtihad yang dilakukan para jurist muslim merupakan bukti kongkrit keterlibatan manusia dalam menggali hukum yang hidup dalam masyarakat. Hukum positif bertujuan untuk kepentingan duniawi yang berkenaan dengan lahiriah bagi kepentingan kebendaan dengan berbagai seluk beluknya. Sedangkan hukum agama, merupakan ketetapan Allah untuk mewujudkan kemaslahatan dan kepentingan manusia lahir batin, dunia dan akhirat.

Keywords


Hubungan; Hukum Islam; Hukum Positif

Full Text:

PDF

References


A.Yasid, “Hukum Islam Versus Positivisme Barat (Kajian Perbandingan Mazhab Jurisprudensi Perspektif Ilmu Hukum),” al-manahij 6, No. 1 Januari 2012.

Aburaera, Sukarno. dkk. Filsafat Hukum Teori dan Praktik, Cet. III; Jakarta: Kencana, 2015.

Cahyadi E, Antonius. Fernando M. Manulang, Pengantar ke Filsafat Hukum, Cet. V: Jakarta: Kencana, 2015.

Departemen Agama RI, al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Mekar Surabaya, 2005.

Djamil, Fathurrahman. Filsafat Hukum Islam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997.

Effendi, Satria. Ushul Fiqh, Cet. VIII; Jakarta: Kencana, 2014.

Muhammad Syah, Ismail. Filsafat Hukum Islam, II, Jakarta: Bumi Aksara, 1992.




DOI: https://doi.org/10.24252/sulesana.v12i1.5666

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


SULESANA: Jurnal Wawasan Keislaman is indexed by:

    

ISSN Online :  2615-1456

ISSN Printed :  1978-3760

Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan

Phone: (0411) 841879 Fax: (0411) 8221400

Email: sulesana@uin-alauddin.ac.id

Flag Counter

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats