PROBLEMATIKA TEORI MUNASABAH AL-QURAN

Ari Hendri

Abstract


Upaya pengkajian terhadap al-Qur’an tidak pernah berhenti semenjak ia diturunkan. Tidak ada buku yang dikaji sedemikian rupa melebihi al-Qur’an, dari insider sampai outsider. Di antara tuduhan yang dilontarkan adalah berkaitan dengan susunan al-Qur’an. Para ulama sepakat bahwa penempatan ayat bersifat tauqifi. konsekuensi logis dari itu, ayat-ayat tersebut juga harus memuat alasan penempatannya. Usaha perolehan hubungan seperti inilah yang menjadi tugas utama dari teori-ilmu munasabah.

References


Abu Zayd, Nashr Hamid. Tekstualitas al-Qur’an; Kritik terhadap Ulumul Qur’an, terj. Khoiron Nahdliyyin, (Yogyakarta: LKiS, 2003), cet. III

Darwaza, M. ‘Izzat. al-Tafsir al-Hadis|; al-Suwar Murattab al-Nuzul, (t.t.p.: Isa al-Babi al-Halabi, 1963)

Esack, Farid. The Qur’an; A Short Introduction, (Oxford: Oneworld, 2002)

Yusuf al-Qaradhawi. Kayfa Nata’amal ma’a al-Qur’an al-‘Azhim (Kairo: Dar al-Syuruq, 2006), Cet. V

al-Qaththan, Manna’, Mabahish| fi ‘Ulum al-Qur’an, (Riyad}: Mansyurat al-‘Asyr a-Hadis, t.t)

Ibnu Manz|ur, Lisan al-‘Arab al-Muhith, Jld. 3, (t.t.p: t.t)

Mir, Mustansir. Coherence in the Qur’an, (Indiana: Indianapolis, 1986), hlm. 10.

, “The Sura as a Unity,” dalam G.R. Hawting dan Abdul Kdeer A. Shareef (eds.), Approach to the Qur’an, (London dan New York: Routledge, 1993)

, “Ishlahi’s Concept of Sura-Pairs,” dalam The Muslim World, vol. LXXIII, hlm. 22-32.

Quthb, Sayyid. Fi ZHilal al-Qur’an, Jld 1 (Beirut: Dar al-‘Arabiyyah, t.t)

al-Suyuthi, al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an,(Kairo: Dar al-Fikr, 1979)

Thaib, Ismail, “Menelusuri Munasabah antar Surat,” dalam al-Jami’ah, No. 23, Th. 1980, hlm. 67-81

Watt, W. Montgomery. Bell’s Introduction to the Qur’an, (Edinburg: Edinburg University Press, 1970)

al-Zarkasyi, al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an, Jld. 1, (Kairo: Mathba’ah ‘Isa al-Babi al-Halabi, t.t.)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.