Penerapan Kayu Laminasi “Glulam” sebagai Material Utama pada Struktur Bangunan Children Centre

Sudarman Abdullah, Herdianto Mendila, Muhammad Chaidar Febriansyah, Ahmad Ibrahim

Abstract


Abstrak_Glued-Laminated Timber atau Glulam merupakan sebuah produk kayu berupa papan laminasi yang disusun yang direkatkan dengan lem. Pengaplikasian material Glulam pada bangunan umumnya digunakan sebagai rangka bangunan bentang lebar, dikarenakan jenis kayu glulam dapat memeiliki bentang diatas 50 m. Produk ini merupakan inovasi dalam mengatasi terbatasna bahan baku kayu utuh berdiameter besar dan berkualitas sebagai material bangunan. Glulam pertama kali ditemukan di jerman, dan saat ini menjadi salah satu material konstruksi bangunan yang sangat populer di dunia, terutama di kawasan eropa dan amerika utara. Jenis kayu Glulam memiliki banyak keunggulan dibandingkan material kayu ataupun material bangunan lainnya, salah satunya keluwesan bentuk produksi kayu sesuai dengan pesanan. Artinya, spesifikasi model rangka struktur dapat dimodifikasi menyesuaikan desain estetika bangunan. Ini berarti, keterbatasan desain terhadap kekhawatiran akan struktur dapat teratasi. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan menignkatnya desain bangunan yang mengekspos strukturnya utamanya pada bangunan dan fasilitas publik seperti Children Centre. Konsep perencanaan Children Centre dengan pendekatan terhadap lingkungan alam dapat didukung dengan pengaplikasian material kayu untuk memberikan dampak psikologis yang dekat dengan alam. Selain jenis material ini aman dan tahan terhadap guncangan gempa dan lebih tahan api dibandingkan dengan produk kayu laminasi lain yang membuat glulam cocok sebagai material bangunan publik terutaman fasilitas khusus anak. Selain itu, keluwesan Glulam terhadap lebar bentang bangunan memungkinkan ruang bermain dan aktivitas indoor anak akan menjadi lebih luas yang memungkinkan anak merasakan kebebasan meskipun di dalam ruangan. Dalam tumbuh kembang anak, aktivitas bermain terutama berlari dan berjalan menjadi media utama anak dalam mengeksplorasi kondisi lingkungan di sekitarnya. 

Kata kunci : Glulam, Kayu Laminasi, Children Centre

 

Abstract_Glued-Laminated Timber or Glulam is a wooden product in the form of a laminated board arranged which is glued together with glue. The application of Glulam material in buildings is generally used as a full span building framework because the type of glulam wood can have spans above 50 m. This product is an innovation in overcoming the limitations of large diameter raw wood material and quality as a building material. Glulam was first discovered in Germany and is currently one of the most famous building construction materials in the world, especially in Europe and North America. Glulam wood has many advantages compared to wood or other building materials, one of which is the flexibility of the form of wood products according to the order. That is, the specifications of the structural frame model can be modified to adjust the aesthetic design of the building. This means that the design limitations of fundamental concerns can be overcome. This is also one of the reasons for the rise in building design that exposes its structure primarily to buildings and public facilities such as the Children Center. The concept of planning a Children Center with an approach to the natural environment can be supported by the application of wood material to provide a psychological impact that is close to nature. In addition to this type of content, it is safe and resistant to earthquake shocks. It is more fire-resistant compared to other laminated wood products that make Glulam suitable as public building materials, especially for individual facilities for children. Also, the flexibility of Glulam against the width of the building's span allows the child's play space and indoor activities to be more extensive, which enables the child to feel freedom even in the room. In the growth and development of children, play activities, especially running and walking, become the child's main media in exploring the condition of the surrounding environment.

Keywords: Glulam, Laminated Wood, Children Center


Keywords


Glulam, Kayu Laminasi, Children Centre

References


Anonim. 1996. Japanese Agricultural Standard for Structural Glued Laminated Timber. Japan Plywood Inspection Corporation. Tokyo. Japan.

Anonim. 2012. Swedish Glulam : New Possibilities for Halls, Arena, Commercial Building and Bridges. Swedish Wood. Stockholm. Swedia.

Anonim. 2009. Design of Structural Glued Laminated Timber Columns. APA Wood Washington.

Herawati, E., M.Y. Massijaya, dan N. Nugroho. 2008. Karakteristik Balok Laminasi Dari Kayu Mangium (Acacia Mangium Wild). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lestari, R.Y. 2017. CLT (Cross Laminated Timber) : [roduksi, Karakteristik dan Perkembangannya. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan. Volume 9(1) : 41-55.

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 Perubahan batas-batas daerah Kotamadya Makassar Dan Kabupaten-Kabupaten Gowa, Maros dan Pangkajene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan. 1 September 1971.

Susanto, H. 2013. Kelebihan balok laminasi dibandingkan dengan kayu gergajian. Skripsi Karakteristik Balok Laminasi (Glulam) dan Kayu Ekaliptus (Eucalyptus urophylla ST. Blake). Hlm 3-5. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


TIMPALAJA: Architecture Student JournalJurusan Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, e-ISSN: XXXX-XXXX

Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan
Phone : +6281-241-183-51, +6285-343-616-133
Email : jurnal.timpalaja@uin-alauddin.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats