Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Kesiapsiagaan Karhutla melalui Penyuluhan Kolaboratif Mahasiswa KKN dan BPBD di Desa Parangbaddo

Authors

  • Sri Nur Islamiah Basri UIN Alauddin Makassar
  • Fajar S Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Risma Dewi Sartika Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Jusniati Jusniati Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muh Ilham Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Jihan Ilmi Nurannisa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Israyanti Israyanti Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Audra Ananda Maharani Putri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Syahriani Syahriani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Fatima Azzahra Salsabila Hasir Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstract

Desa Parangbaddo, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar merupakan wilayah agraris yang menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau. Kondisi lingkungan yang kering, aktivitas pembukaan lahan, pembakaran sampah, serta masih perlunya penguatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi karhutla melalui penyuluhan kebencanaan kolaboratif antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar. Metode kegiatan meliputi koordinasi dan survei awal, wawancara, penyusunan materi bersama BPBD, penyuluhan, demonstrasi dan simulasi teknik pemadaman dini, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Materi yang diberikan mencakup penyebab dan faktor risiko karhutla, dampak terhadap kesehatan dan lingkungan, pencegahan kebakaran, tindakan awal ketika menemukan asap atau titik api, serta prosedur pelaporan kepada pihak terkait. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Rata-rata skor pada aspek penyebab dan faktor risiko karhutla meningkat dari 42,50% menjadi 81,25%, aspek dampak karhutla terhadap kesehatan dan lingkungan dari 48,75% menjadi 85,00%, serta aspek prosedur pelaporan kepada BPBD atau aparat desa dari 38,25% menjadi 80,00%. Kegiatan juga memperkuat partisipasi masyarakat serta sinergi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan BPBD, didukung dengan pemasangan stiker edukasi sebagai media pengingat pencegahan dan pelaporan karhutla. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kebencanaan yang dipadukan dengan simulasi praktis dan evaluasi partisipatif dapat mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Keberlanjutan program diperlukan melalui pendampingan, pelatihan berkala, dan penguatan mekanisme pelaporan dini di tingkat desa.

Downloads

Published

2026-10-02