Waktu Dan Suhu Optimum Dalam Produksi Asam Oksalat (H2c2o4) Dari Limbah HVS Dengan Metode Peleburan Alkali

  • Nurul Nurul Jurusan Kimia, Fakultas Sains Dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar
  • St. Chadijah
  • Kurnia Ramadani

Abstract

Waste paper HVS can be used as raw material for the manufacture of oxalic acid containing 63 % cellulose. This study aims to determine the optimum time and temperature in the production of oxalic acid from waste paper with alkali fusion method. Oxalic acid can be made using an alkaline solution ( NaOH 40 % ) with multiple stages such as hydrolysis, filtration, precipitation with CaCl2, acidification with H2SO4 and efflorescence. The time variation used are 60, 70, 80 and 90 minutes. While the temperature variation used is 75oC, 90oC, 105oC and 120oC. From the research that has been done by using waste paper as much as 15 grams of HVS, the optimum time is on the 70th minute and the fusing temperature obtained by the temperature of 105oC. Weight of oxalic acid crystals obtained an average of 1.8043 g and yield of oxalic acid after permanganate test is obtained by 6.8537 %.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Iriany, dkk. 2015. Pembuatan Asam Oksalat dari Alang-Alang (Imperata Cylindrica) dengan Metode Peleburan Alkali”.Jurnal Teknik Kimia USU 4(1): -4

Narimo. 2010. Pembuatan Asam Oksalat dari Peleburan Kertas Koran Bekas dengan Larutan NaOH. Jurnal Kimia dan Teknologi. 2(5): 1-7

Poedjiadi, Anna dan F.M. Titin Supriyanti. 2006 . Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press

Mastuti W, Endang. 2005. Pembuatan Asam Oksalat dari Sekam Padi”. Ekuilibrium, 4(1): 13-17.41

Melwita, Elda dan Effan Kurniadi. 2014. Pengaruh Waktu Hidrolisis dan Konsentrasi H2SO4 pada Pembuatan Asam Oksalat dari Tongkol Jagung”. Teknik Kimia 20(2): 55-63

Yenti, Selvia Reni. Syamsu Herman dan Zultiniar. 2011. Kinetika Proses Pembuatan Asam Oksalat Dari Ampas Tebu .Prosiding STNK Topi 2011: 29-32.

Badan Pusat Statistik (BPS). “Perkiraan Penduduk Beberapa Negara (Juta) 2000-2013”. Situs Resmi BPS. http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1284 (12 September 2015).

Coniwanti, Pamilia, dkk. 2008. Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa sebagai Bahan Baku Pembuatan Asam Oksalat dengan Reaksi Oksidasi Asam Nitrat. Jurnal Teknik Kimia 15(4): 36-43

Franceschin, Giada, dkk, 2010. Waste Paper as Carbohydrate Source for Biofuel Production an Experimental Investigation. Chemical Engineering Transactions 20: 283-289

Herman, Syamsu, dkk. 2013. Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Proses Pembuatan Asam Oksalat dari Ampas Tebu. Jurnal Teknobiologi 4(1): 61-64

Hermiati, Euis, dkk. 2010. Pemanfaatan Biomassa Lignoselulosa Ampas Tebu untuk Produksi Bioetanol, Jurnal Litbang Pertanian 29(4): 121-130

Mardina, Primata, dkk. 2013. Pembuatan Asam Oksalat dari Sekam Padi dengan Hidrolisis Berkatalisator NaOH dan Ca(OH)2. Jurnal Bahan Alam Terbarukan 2(2): 7-13.

Oghome, dkk. 2012. Comparative Analysis of Oxalic Acid Produced from Rice Husk and Paddy. International Journal of Engineering Science and Technology. 4(9): 4196-4203.

Wahyono, Sri. 2001. Pengelolaan Sampah Kertas di Indonesia. Jurnal Teknologi Lingkungan 2(3):276-280.

Published
2017-06-30
How to Cite
Nurul, N., Chadijah, S., & Ramadani, K. (2017). Waktu Dan Suhu Optimum Dalam Produksi Asam Oksalat (H2c2o4) Dari Limbah HVS Dengan Metode Peleburan Alkali. Al-Kimia, 5(1), 39-47. https://doi.org/10.24252/al-kimia.v5i1.2847
Section
Article
Abstract viewed = 1907 times