Interfaith Marriage from a Legal Justice Perspective After The Supreme Court's (SEMA) 2023 Circular Letter

  • Ahmad Faiz Shobir Alfikri Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
    (ID)
  • M. Azam Rahmatullah Al-Azhar University
    (EG)
Keywords: Interfaith Marriage, Justice, Supreme Court’s Circular Letter.

Abstract

Supreme Court Circular Letter No. 2 of 2023 aims to ensure unity and legal certainty in interfaith marriage. This study used normative methodology. The results showed that from a juridical standpoint, it holds legal recognition and binding force under Law 12/2011 and the Supreme Court Law. Sociologically, it aligns with prevailing social realities. Philosophically, its establishment seeks to foster legal unity and certainty. However, its implementation falls short of optimal due to incomplete fulfillment of legal justice aspects, particularly regarding legal certainty per Gustav Radbruch's perspective and requires evaluation through John Rawls' justice principles, particularly concerning equality.

References

Abdullah, Mahadi, Faisal Sarifudin, Mochammad Rizky Maulana, and Dian Latifiani. “Analisis Perkawinan Beda Agama Di Kota Semarang: Sebuah Telaah Setelah Dikeluarkannya SEMA Nomor 2 Tahun 2023.” Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan 1, no. 4 (2023): 71–80. https://doi.org/10.3783/causa.v1i4.817.

Andhika Santoso, Raihan, Elan Jaelani, and Utang Rosidin. “Kedudukan Dan Kekuatan Hukum Surat Edaran Mahkamah Agung (Sema) Dalam Hukum Positif Indonesia.” Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum 1, no. 4 (2023): 07–15. https://doi.org/10.59581/deposisi.v1i4.1392.

Ashshiddiqi, Muhammad Hasbi, Muhammad Zulfian Surya Pratama, Siska Elina Rahminingsih, Muhammad Frengki, and Teddy Prima Anggriawan. “Dinamika Keabsahan Perkawinan Beda Agama Dalam Perspektif Hukum Perdata Di Indonesia.” In Proceeding of Conference on Law and Social Studies, 1–12, 2023. http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/COLaS/article/view/5162.

Asshiddiqie, Jimly. Perihal Undang-Undang. Jakarta: Rajawali Press, 2010.

Aulya, Aidil, and Ahmad Irfan. “Koeksistensi Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia: Interpretasi Mahkamah Konstitusi Terhadap Pernikahan Beda Agama Di Indonesia.” Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam 8, no. 1 (2023): 109–127. doi.org/10.30863/ajmpi.v8i1.4149.

Dakhi, Agustin Sukses. “Perkawinan Beda Agama (Suatu Tinjauan Sosiologi).” Jurnal Education and Development Institut Tapanuli Selatan 7, no. 3 (2019): 297–300.

Daus, Candra Refan, and Ismail Marzuki. “Perkawinan Beda Agama Di Indonesia; Perspektif Yuridis, Agama-Agama Dan Hak Asasi Manusia.” Al-’Adalah: Jurnal Syariah dan Hukum Islam 8, no. 1 (2023): 40–64.

Dimiyati, Patricia Karlina, and Rosalinda Elsina Latumahina. “Akibat Hukum Terhadap Perkawinan Beda Agama Di Indonesia (Studi Terhadap Putusan PN Surabaya Nomor 916/Pdt.P/2022/PN Sby).” Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance 3, no. 1 (2023): 138–153. https://doi.org/10.53363/bureau.v3i1.170.

Disemadi, Hari Sutra. “Lenses of Legal Research: A Descriptive Essay on Legal Research Methodologies.” Journal of Judicial Review 24, no. 2 (2022): 289–304. https://doi.org/10.37253/jjr.v24i2.7280.

Farida, Maria. Ilmu Perundang-Undangan. Yogyakarta: Kanisius, 1998.

Fauzan, Encik Muhammad. Dasar-Dasar Perundang-Undangan Di Indonesia. Malang: Setara Press, 2020.

Fidela, Putri Athaya, and Imelda Martinelli. “Konsep Keabsahan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Perkawinan Terhadap Perkawinan Beda Agama Berdasarkan Izin Dari Penetapan Pengadilan.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 7, no. 2 (2020): 408–420. http://dx.doi.org/10.31604/jips.v10i6.2023.2936-2942.

Futaqi, Syauqi. “Kawin Beda Agama: Perspektif Pluralisme-Multikulturalisme.” Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora 5, no. 2 (2017): 1–17. http://journal.lsamaaceh.com/index.php/kalam/article/view/30.

Gonadi, Aurora Vania Crisdi, and Gunawan Djajaputra. “Analisis Perspektif Pro Kontra Masyarakat Terhadap Penerapan Sema No. 2 Tahun 2023.” UNES Law Review 6, no. 1 (2023): 2974–2988. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.1072.

Gugu, Steven S. “Mencari Kepastian Hukum Dalam Perkawinan Beda Agama Pasca Lahirnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023.” Journal Scientia De Lex 11, no. 2 (2023): 15–25. https://unpi.ac.id/ejournal/index.php/scientia/article/view/440.

Halilah, Siti, and Fakhrurrahman Arif. “Asas Kepastian Hukum Menurut Para Ahli.” Jurnal Hukum Tata Negara 4, no. Desember (2021): 56–65. http://www.ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Siyasah/article/view/334/275.

Hanifah, Gina, Flavia Faza Aulia, Denisa Juliani, and Tiara Cahya Savitri. “Inkonsistensi Peraturan Perundang-Undangan Dalam Memandang Keabsahan Perkawinan Beda Agama.” Cross-Border 5, no. 2 (2022): 1133–1147. http://www.journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/1246.

Hanum, Cholida. “Analisis Yuridis Kedudukan Surat Edaran Dalam Sistem Hukum Indonesia.” Humani (Hukum dan Masyarakat Madani) 10, no. 2 (2020): 138–153. http://dx.doi.org/10.26623/humani.v10i2.2401.

Hasanah, Robiatun, and Abd. Hannan. “Perkawinan Beda Agama Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Dan Undang-Undang Nomor 23 Tahyn 2006 Tentang Administrasi Kependudukan.” As-Sakinah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 1, no. 2 (2023): 69–80. lp3mzh.id/index.php/jhki/article/view/325.

Irfani, Nurfaqih. “Asas Lex Superior, Lex Specialis, Dan Lex Posterior: Pemaknaan, Problematika, Dan Penggunaannya Dalam Penalaran Dan Argumentasi Hukum.” Jurnal Legislasi Indonesia 16, no. 3 (2020): 305–325.

Julyano, Mario, and Aditya Yuli Sulistyawan. “Pemahaman Terhadap Asas Kepastian Hukum Melalui Konstruksi Penalaran Positivisme Hukum.” Crepido 1, no. 1 (2019): 13–22. https://doi.org/10.14710/crepido.1.1.13-22.

Kharisma, Bintang Ulya. “Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023, Akhir Dari Polemik Perkawinan Beda Agama?” Journal of Scientech Research and Development 5, no. 1 (2023): 477–482. https://doi.org/10.56670/jsrd.v5i1.164.

Mahkamah Agung. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat Yang Berbeda Agama Dan Kepercayaan, 2023.

Makalew, Jane Malen. “Akibat Hukum Dari Perkawinan Beda Agama Di Indonesia.” Lex Privatum 1, no. 2 (2013): 131–144. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/viewFile/1710/1352.

Mappatunru Andi Munafri D. “The Pure Theory of Law & Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Hukum Indonesia.” Indonesia Journal of Criminal Law 2, no. 2 (2020): 150. 10.31960/ijocl.v2i2.541.

Maysarah. “Tinjauan Terhadap Asas Keadilan Atas Kebijakan Mantan Narapidana Korupsi Dalam Pencalonan Legislatif.” Journal of Comprehensive Science 2, no. 11 (2023): 1890–1897.

Muharrir, Muharrir, Jefrie Maulana, and Muhammad Nahyan Zulfikar. “Kekuatan Hukum Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat Yang Berbeda Agama Dan Kepercayaan.” Jurnal Ius Civile (Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan) 7, no. 2 (2023): 70–81. https://doi.org/10.35308/jic.v7i1.8462.

Mursalin, Ayub. “Legalitas Perkawinan Beda Agama: Mengungkap Disparitas Putusan Pengadilan Di Indonesia.” Undang: Jurnal Hukum 6, no. 1 (2023): 113–150. https://doi.org/10.22437/ujh.6.1.113-150.

Nalle, Victor Imanuel W. “Kedudukan Peraturan Kebijakan Dalam Undang-Undang Administrasi Pemerintahan.” Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 10, no. 1 (2016): 1–16. https://doi.org/10.24246/jrh.2016.v10.i1.p1-16.

Neltje, Jeane, and Indrawieny Panjiyoga. “Nilai-Nilai Yang Tercakup Di Dalam Asas Kepastian Hukum.” Innovative: Journal of Social Science Research 3, no. 5 (2023): 2034–2039.

Nurhayati, Yati, Ifrani Ifrani, and M. Yasir Said. “Metodologi Normatif Dan Empiris Dalam Perspektif Ilmu Hukum.” Jurnal Penegakan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2021): 1–20. https://doi.org/10.51749/jphi.v2i1.14.

Prasetyawati, S. Endang. “Kedudukan Produk Hukum Dari Fungsi Peraturan Mahkamah Agung Dalam Sistem Perundang-Undangan Nasional.” Pranata Hukum 14, no. 1 (2019): 15–24. https://www.neliti.com/publications/522711/kedudukan-produk-hukum-dari-fungsi-pengaturan-mahkamah-agung-dalam-sistem-perund.

Radbruch, Gustav. Legal Philosphy. Edited by So Woong Kim. Seoul. Sam Young Sa, 2022.

Rahmawati, Ni Nyoman. “Pengesahan Perkawinan Beda Agama Dalam Perspektif Hukum Hindu.” Belom Bahadat 9, no. 1 (2019): 1–15. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/viewFile/1710/1352.

Ridho, Muhammad, Muhammad Amin Qodri, and Ageng Triganda Sayuti. “Perkawinan Beda Agama Berdasarkan Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung.” Zaaken: Journal of Civil dan Bussiness Law 4, no. 1 (2023): 1–17. https://mail.online-journal.unja.ac.id/Zaaken/article/view/21632.

Situmorang, Fernando, Ramlani Lina, and Sinaulan Mohamad. “Kajian Hukum Tentang Kedudukan SEMA No. 2 Tahun 2022 Atas Undang-Undang Kepailitan Nomor 37 Tahun 2004.” Jurnal Studi Interdisipliner Perspektif 22, no. 2 (2022): 117–127. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.1072.

Srilaksmi, Niketut Tri. “Fungsi Kebijakan Dalam Negara Hukum.” Jurnal Pariksa 6, no. 1 (2020): 30–38. https://doi.org/10.55115/pariksa.v4i1.838.

Sugianti, Siti, Padimun Lumban Tobing, and Rahmat Dwi Putranto. “Analysis of Interfaith Marriage Legalized by the Central Jakarta District Court (Determination Number 155/Pdt.P/2023/PN.Jkt.Pst).” International Sosio-Cultural Scientific Journal 5, no. 2 (2023): 289–304. https://doi.org/10.37010/lit.v5i2.1388.

Suhartono, Slamet. “Hukum Positif Problematik Penerapan Dan Solusi Teoritiknya.” DIH: Jurnal Ilmu Hukum 15, no. 2 (2020): 201–211.

Tan, David. “Metode Penelitian Hukum: Mengupas Dan Mengulas Metodologi Dalam Menyelenggarakan Penelitian Hukum.” NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8, no. 8 (2021): 2463–2478. http://dx.doi.org/10.31604/jips.v8i8.2021.2463-2478.

Waluyo, Bing, Wiwin Muchtar Wiyono, and Aris Priyadi. “Tinjauan Yuridis Terhadap Perkawinan Beda Agama Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.” Collegium Studiosum Journal 6, no. 1 (2023): 174–182. https://doi.org/10.56301/csj.v6i1.763.

Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqhu Al-Islam Wa Adillatuhu. Jilid 7. Damaskus: Dar Al-Fikr, 1984.

Zulfadhli, and Muksalmina. “Legalitas Hukum Perkawinan Beda Agama Di Indonesia.” JIP: Jurnal Inovasi Penelitian 2, no. 6 (2021): 1851–1862. https://doi.org/10.47492/jip.v2i6.1014.

Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat Yang Berbeda Agama Dan Kepercayaan, 2023.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Indonesia, 1974.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Indonesia, 2011.

Published
2024-03-26
Abstract viewed = 103 times