Integrasi Nilai Siri’ Na Pacce dan Tazkiyatun Nafs Sebagai Solutif Terhadap Degradasi Moral Digital Remaja di Kota Makassar

Authors

  • Isma Alwiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Siri’ na Pacce, Tazkiyatun Nafs, Degradasi Moral Digital, Remaja Makassar, Psikologi Islam

Abstract

Studi ini menganalisis transformasi pendekatan psikospiritual yang berkembang di era digital dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan kerangka evaluatif maqāṣid al-sharī‘ah. Dengan mengadopsi desain tinjauan literatur naratif, penelitian ini mensintesis temuan dari bidang psikologi Islam, sosiologi digital, dan hukum Islam. Studi ini menelusuri pergeseran praktik psikospiritual dari bimbingan tatap muka yang tradisional ke platform digital yang lebih komersial dan instan. Perubahan ini menimbulkan keprihatinan etis terkait privasi data, validitas bimbingan, dan potensi distorsi spiritualitas yang bertentangan dengan prinsip perlindungan jiwa dan agama. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti sipakatau (saling menghormati) dan kepercayaan komunal tetap strategis untuk mengharmonisasikan praktik digital dengan prinsip ekonomi dan etika Islam. Model integratif yang diusulkan menekankan pada transparansi kontrak bimbingan dan perlindungan hak pengguna untuk menciptakan ekosistem psikospiritual digital yang adil dan berkelanjutan.

References

Abdullah, M. (2020). Manajemen Pendidikan Kontemporer: Konstruksi Pendekatan Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal. CV Cendekia Press.

Aisyah, D., Naufal, M., & Syibromilisi, S. (2025). Metode Tazkiyat An-Nafs Al-Ghazali Dalam Pendidikan Islam Untuk Generasi Milenial. Khulasah: Islamic Studies Journal, 7(2), 1-15.

Anbiya, A. Z. (2023). Tazkiyatun Nafs dalam Mengembalikan Fitrah Manusia Modern. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 7(1), 133-148.

Ardhy, A. A. S. (2024). Relevansi Siri’na Pacce sebagai Warisan Budaya Bugis-Makassar dengan Nilai-nilai Qur’ani di Era Modern: Relevance of Siri’na Pacce as Bugis-Makassar Cultural Heritage and Qur’anic Values in the Modern Era. Besari: Journal of Social and Cultural Studies, 2(1), 61-78.

Bandura, A., & Walters, R. H. (1977). Social learning theory (Vol. 1, pp. 141-154). Englewood Cliffs, NJ: Prentice hall.

Dahrul, D. (2021). Kajian Tazkiyatun Nufus Menurut Syekh Ibnu Atailah Al-Iskandari Dalam Membangun Karakter Yang Bernuansa Pendidikan Islam. Hibrul Ulama, 3(1), 34-42.

Hadillah, A., Safitri, S., & Farida, H. “Revitalisasi Konsep Tazkiyah Al-Nafs Dalam Pendidikan Akhlak Berbasis Spiritualitas Al-Ghazali Untuk Generasi Digital melalui ICBT.

Harahap, M. Y., & Ependi, R. (2023). Tazkiyatun Nafs Dalam Membentuk Akhlakul Karimah. PT. Green Pustaka Indonesia.

Hidayat, M., & Subando, J. (2024). Strategi Penanaman Nilai-Nilai Karakter Dalam Mencegah Degradasi Moral Siswa Pada Era Digital. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(001 Des), 523-534.

Jalaluddin, H. (2011). Psikologi agama: Memahami perilaku dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologi.

Kurniawati, D. Dampak Ketergantungan Remaja terhadap Media Sosial dan Upaya Mengantisipasi The Impact of Teenagers Depends on Social Media and Anticipate.

Ma’muroh, A., Abqorina, A., & Amrin, A. (2024). The Concept of Tazkiyatun Nafs by Al-Ghazali and Its Implementation at Pesantren Darut Tasbih Tangerang. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(2), 833-846.

Magfirah, S. (2016). Siri’Na Pacce dalam Suku Makassar Perspektif al-Qur ‘An dan Hadis. Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis, 7(2).

Marzuki, M. L. (1995). Siri': bagian kesadaran hukum rakyat Bugis-Makassar: sebuah telaah filsafat hukum. Hasanuddin University Press.

Masyhuri, M. (2012). Prinsip-Prinsip Tazkiyah Al-Nafs Dalam Islam Dan Hubungannya Dengan Kesehatan Mental. An-Nida', 37(2), 95-102.

Mulyono, F. (2021). Dampak media sosial bagi remaja. Jurnal Simki Economic, 4(1), 57-65.

Pramudita, N., Rafa, N., Utomo, P., Hussein, K., & Ayu, K. (2025). Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Tingkat Perilaku Kenakalan Remaja di Era Digital Saat Ini. Dialogika: Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi, 1(3), 231-244.

Prensky, M. (2009). H. sapiens digital: From digital immigrants and digital natives to digital wisdom. Innovate: journal of online education, 5(3)..

Safitri, A., & Suharno, S. (2020). Budaya Siri’ Na Pacce dan Sipakatau dalam Interaksi Sosial Masyarakat Sulawesi Selatan. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 102-111.

Sungkowo, S. (2014). Konsep Pendidikan Akhlak (Komparasi Pemikiran Al-ghazali dan Barat). Nur El-Islam, 1(1), 33-62.

Tetteng, B., & Ashari, I. R. P. (2023). Pengaruh Empati Terhadap Kecenderungan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Di Kota Makassar. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(6), 1155-1163.

Waqiati, H. A. (2023). Dampak Negatif Social Climber Di Media Sosial Pada Remaja. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 2176â-2187.

Zakia, A. Z., Faylasufa, H. N., Nur, A., & Ilman, A. Z. (2024). Aplikasi Tazkiyatun Nafs Dalam Psikoterapi Islam. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 21(2), 108-129

Downloads

Published

2026-01-03

How to Cite

Isma Alwiyah. (2026). Integrasi Nilai Siri’ Na Pacce dan Tazkiyatun Nafs Sebagai Solutif Terhadap Degradasi Moral Digital Remaja di Kota Makassar. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 190–194. Retrieved from https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/alfikr/article/view/64277