Toleransi Muslim-Katolik (Studi Kasus Relasi Antara Muslim dan Jamaah Katolik di Gereja Santo Simon Peter di Kabupaten Gowa)

Authors

  • Abdullah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abdul Ghany Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Juliana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Toleransi, Muslim, Khatolik, Relasi Gereja, Gereja Santo Simon

Abstract

Penelitian toleransi beragama antara Islam dan Katolik di Jamaah Katolik dengan  Islam di gerja Santo Simon Peter di kabupaten Gowa menjadi penelitian yang seksi. Penelitian ini mencari akar persamaan secara substansial dalam beragama guna mencapai kehidupan yang harmonis dalam membangun bangsa dan negara yang aman dan damai.permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah BagaimanaToleransi Muslim-Katolik (Studi Kasus Relasi antara Jamaah Katolik dan Muslim) di Gereja St Peter Di Kabupaten Gowa. Metode yang diginakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan mengumpulkan data observasi, wawancara kepada informan kepada tokoh kedua agama yang diteliti seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah serta jamaah yang dating di gereja serta masyarakat disekitarnya. Hasil penelitian menemukan Sejarah relasi antara Islam dan Katolik dalam hal ini, umat Islam dan jemaat Gereja Katolik St. Simon Petrus dapat ditarik dalam rentang waktu yang panjang. Salah satu yang bisa di lihat yakni Human Fraternity Document. Semangat yang dihadirkan Human Fraternity Document bahwa semua setara. Manusia penting menjaga nilai-nilai setara itu, jangan sampai merusak hanya demi kepentingan negara, suku dan ras. Semua harus saling melihat sebagai satu kesatuan persaudaraan kemanusiaan, bertindak yang merugikan, menindas dan melenyapkan manusia itu sama dengan tidak mengakui Tuhan sebagai pencipta. Karena, semua agama sepakat dan meyakini bahwa Tuhan adalah pencipta segalanya. Jadi, bersikap merendahkan atau berlebihan kepada ciptaannya itu berarti menolaknya. Pola interaksi yang terbangun dilandasi oleh nilai-nilai keagamaan, budaya, nasionalisme, historis, kesabaran dan keteladanan .Proses interaksi sosial terjadi tidak terlepas dari komunikasi yang terjalin dengan memegang teguh prinsip menghargai dan menghormati. Sibernetika istilah yang bisa digunakan untuk menggambarkan pola interaksi yang terjadi antar individu dan masyarakat dalam menjalin komunikasi. Proses interaksi sosial terjadi adaptasi baik perkataan maupun perbuatan berdasarkan umpan balik yang terjadi. Proses tersebut, telah mempengaruhi komunikasi di tengah masyarakat. Karena itu, ucapan dan  perbuatan perlahan saling beradaptasi tanpa ada yang merasakan keterasingan

References

Ali, Muhammad, 2006 Mengapa Membumikan Pluralisme dan Kebebasan Agama di Indonesia ISLAMLIB IX (2)

Ahmad,M. Syarif. Cendikiawan Kemanusiaan. Bandung: Farhan Pustaka. 2018.

Astawa, Ida Bagus Made. Pengantar Ilmu Sosial. Jakarta: Rajawali Press. 2011.

Baungartner. C.H. Notre Credo. Yogyakarta: Kanisius, 1986.

Drijarkaya. Diskursus Kemasyarakatan dan Kemanusiaan. Jakarta: Gramedia. 2009.

Garna, Judistira K. Teori-teori Perubahan Sosial. Bandung: Pasca Unpad. 2005.

Hadiwardoyo, Al Purwa. Intisasi Ajaran Paus Fransiscus: Laodato Si & Amoris Laetitia. Yogyakarta: Kanisius. 2017.

Hamka. Sejarah Umat Islam: Pra-Islam hingga Islam di Nusantara. Jakarta: Gema Insani. 1967.

Harari, Yuval Noah. Sapiens. Jakarta: Gramedia. 2017.

Helmanita,Karlina. Pluralisme dan Inklusivisme Islam di Indonesia: Ke Arah Dialog Lintas Agama. Jakarta: PBB UIN. 2006. Katolikindonesia.org

Keppel,Gilles. Pembalasan Tuhan: Kebangkitan Agama-Agama Samawi di Dunia Modern. Jakarta: Pustaka Hidayah. 2001.

Muhammad, Abubakar H. Interaksi Sosial Elit Agama Dalam Pluralisme Agama. Yogyakarta: Global House Publishing. 2010.

Nashir, Haedar. Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2009. Public Access Catalog PERPUSNAS RI

Purnama Bahtiar, Asep. The Power Of Religion: Agama Untuk Kemanusiaan Dan Peradaban. Bandung: Pondok Edukasi. 2017.

Said,Abdullah. Gelora Iman Dalam Islam. Bandung: Almaarif. 1997.

Sukini. Toleransi Beragama. Jakarta: Istana Media. 2009.

Suwanto,Josef Dudi. Interaksi Sosial Masyarakat Plural Agama. Jakarta: Jenggala Pustaka Utama. 2007.

Taufiqurrahman. Sejarah sosial politik masyarakat Islam: Daras Sejarah Peradaban Islam.Jakarta: Pustaka Islamika.

……………….,Toleransi Beragama dalam Pendidikan Multikulturalisme Siswa SMA Katolik Sang Timur Yogyakarta

Ambarwangi, 2013, Pendidikan Multikultural di Sekolah Melalui Pendidikan Seni TradisiHarmonia,XIII(2),

Arifin, 2012 Implementasi Pendidikan Multikultural alam Praksis Pendidikan di Indonesia Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. I(1),

Asroni2013Model Pendidikan Multikulturaldalam Pendidikan IslammukaddimahXIX1),.

A.Heuken SJ, Ensiklopedi Gereja, (Jakarta: Yayasan Cipta Caraka,1992)

Ali Ramdhani, S.TP., M.T, yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam di Kementerian Agama RI, menyatakan bahwa Moderasi Beragama di Lingkungan Kampus dalam Studium Generale KU-4078 Institut Teknologi Bandung

Amin Abdullah, Metodologi Studi Islam, cet. ii, Jakarta: raja Grafindo Persada, 1999.

Arnold dan Ende Floren, Kalekismus Gereja Katolik edisi Indonesia 1995Bhagavan Das, The Essential Unity of All Religions 1966

Charles Kimball, When Religion Becomes Evil (cet.i; Bandung: Mizan, 2003)

https://www.kompasiana.com/sandraaparasibadacosta/63661e48a4d94b6d1e287f12/toleransi-antara-agama-islam-dan-katolik

Husaini Husman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial (Cet. II; Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009),

Hamid Darmadi, Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial Teori Konsep Dasar dan Implementasi (Bandung: Alfabeta, 2014),

Ishaq Ngeljaratan, Perfect Tolerance, Paper for a one-day seminar at the faculty of Ushuluddin and philosophy in 2012.

L.Prasetya, Guide to Becoming a Catholic: A Guide for Those Who Want to Be Accepted into the Catholic Church (Yogyakarta: Kanisius, 2006), pp.29-30 compare Indonesian Bishops' Conference, (Yogyakarta: Kanisius, 1996

I. Waya Watra,Filsafat Toleransi Beragama di Indonesia (Perspektif Agama dan Kebudayaan) Penerbit Paratama, 2015

Kholidia Efining Mutiara, “Menanamkan Toleransi Multi-agama sebagai Payung Anti Radikalisme (Studi Kasus Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan di Pantura Tali Akrab)”. Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan 4 no. 2, (2016): 296-302.

Nasaruddin Umar, Membaca Ulang Kitab suci (Efforts to Eliminate the Centrifugal Aspects of Religion) in a collection of papers by Hamka Haq et al, Damai dalam semua agama (Makassar: Ahkam Foundation) & Inter-religious Forum, 2004)

Paul Knitter, No Other Name? A Critical Survey of Christian Attitudes toward the World Religions (1985,

Ratnaningsih, Rahayu, Rethiniking Multiculturalism, Yogyakarta Penerbit Kanisius. 2006

Sumbullah, U. (2015). Pluralism and Religious Harmony in Religious Elites Perspectives in Malang City. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 22(1), 1-13.

Wekke, I. S. (2017). Harmoni Sosial dalam Keberagaman dan Keberagamaan Masyarakat Minoritas Muslim Papua Barat. Kalam, 10(2).

www.journal.unublitar.ac.id/jp E-ISSN: 2598-2877, P-ISSN: 2598-5175 Vol 5 No 4, Oktober 2021 573

W. Montgomery Watt, Islam and Christianity Today: A Contribution to Dialogue translated under the title Islam and Christianity Today: A Thought Contribution to Dialogue (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1991).

Published

2025-08-31

How to Cite

Abdullah, Abdul Ghany, & Juliana. (2025). Toleransi Muslim-Katolik (Studi Kasus Relasi Antara Muslim dan Jamaah Katolik di Gereja Santo Simon Peter di Kabupaten Gowa). Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 27(2), 178–193. Retrieved from https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/alfikr/article/view/65546