Dinamika Pengkajian dan Penerjemahan Hadis Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.24252/jumdpi.v28i2.70071Keywords:
Studi Hadis, Pengkajian Hadis, Penerjemahan Hadis, Ulama Nusantara, Literatur HadisAbstract
Artikel ini mengkaji dinamika pengkajian dan penerjemahan hadis di Indonesia dari abad XVII hingga awal abad XX. Persoalan utama yang dibahas adalah bagaimana studi hadis berkembang di Nusantara, dari corak reseptif-konsumtif menuju tradisi keilmuan yang lebih sistematis, serta bagaimana penerjemahan hadis berperan dalam memperluas akses masyarakat terhadap sumber ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan historis-deskriptif melalui penelusuran literatur yang membahas ulama Nusantara, jaringan keilmuan Ḥaramayn, tradisi pesantren, gerakan pembaruan Islam, dan perkembangan literatur hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada abad XVII, studi hadis masih bersifat pengenalan, nasihat keagamaan, dan penguatan moral melalui karya Nūr al-Dīn al-Rānīrī dan ‘Abd al-Ra’ūf al-Sinkilī. Perkembangan lebih sistematis tampak melalui Nawawi al-Bantani, Mahfuz al-Tirmizi, Yasin al-Fadani, dan KH. Hasyim Asy’ari. Pada abad XX, penerjemahan hadis mulai berkembang seiring pembaruan Islam dan pertumbuhan penerbitan. Kajian ini menegaskan bahwa studi hadis di Indonesia bergerak dari transmisi elite ulama menuju akses keilmuan yang lebih luas bagi masyarakat muslim.
References
Abdillah, Syaikh. “Perkembangan Literature Hadis di Indonesia Abad Dua Puluh”, Diroyah: Jurnal Ilmu Hadis 1. no. 1. September. 2016.
Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVII. Bandung: Mizan, 2004.
Brink, K.A Steen. Pesantren, Madrasah Dan Sekolah: Pendidikan Islam Dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES. 1926.; dikutip dalam Syaikh Abdillah, “Perkembangan Literature Hadis di Indonesia Abad Dua Puluh”. Diroyah: Jurnal Ilmu Hadis 1. no. 1. September. 2016.
G.F. Fijper. Baberapa Studi Tentang Sejarah Islam Di Indonesia I900-1950, terj. Tudjimah dan Yessy’Agustin. Jakarta: UI Press, 1984.
Hamka. Pengaruh Muhammad Abduh Di Indonesia. Jakarta: Tintamas. 1961.
Khaeruman, Badri. “Perkembangan Hadis di Indonesia pada Abad XX”, Diroyah: Jurnal Ilmu Hadis 1. no. 2. Maret, 2017.
L. Stoddard. Dunia Baru Islam, terj. H. M. Muljadi Djojomartono. Jakaarta: Panitia Penerbit. 1966.
-------. Dunia Baru Islam. Jakarta: Panitia Penerbit, 1966.; dikutip dalam Syaikh Abdillah, “Perkembangan Literature Hadis di Indonesia Abad Dua Puluh”, Diroyah: Jurnal Ilmu Hadis 1. no. 1. September. 2016.
Maulana, Luthfi. “Periodesasi Perkembangan Studi Hadis (Dari Tradisi Lisan/Tulisan Hingga berbasis Digital)”. Esensia 17. no. 1. April, 2016.
Mochamad Samsukadi, “Paradigma Studi Hadis di Dunia Pesantren”, Religi: Jurnal Studi Islam, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang 6. No. 1. April, 2015.
Muhammad. “Kajian Hadia di Nusantara Awal Abad 20 (Pesantren, Madrasah dan Gerakan Pembaharu” Academia.edu. t.d.
M. Solahudin. 5 Ulama Internasional dari Pesantren. Kediri: Nous Pustaka Utama, 2014.
Noer Deliar. Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES. 1980.
Rahardjo, Dawam. Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta: LP3ES, 1988.
Suryadilaga, M. Alfatih. dkk. Ulumul Hadis. Yogyakarta, Kalimedia, 2015.
Tasrif, Muh.. “Studi Hadis di Indonesia (Telaah Historis terhadap Studi Hadis dari Abad XVII hingga Sekarang)”. Jurnal Studi Ilmu-ilmu al-Quran-Hadis V, no. 1. Januari 2004.
Van Bruinessen, Martin. Kitab Kuning, Pesantren Dan Tarekat. Bandung: Mizan, 1995.; dikutip dalam Syaikh Abdillah, “Perkembangan Literature Hadis di Indonesia Abad Dua Puluh”. Diroyah: Jurnal Ilmu Hadis 1. no. 1. September. 2016.
Zamakhsyari, Dhofier. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai; dikutip dalam Luthfi Maulana, “Periodesasi Perkembangan Studi Hadis (Dari Tradisi Lisan/Tulisan Hingga berbasis Digital)”. Esensia 17. no. 1. April, 2016.
Zuhri, Saifuddin. Guruku Orang-orang dari Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Sastra LkiS, 2007.



