Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Balita Pada Masa Pandemi Covid 19 di Puskesmas Kabupaten Gowa

  • Yusma Indah Jayadi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar
  • Syarfaini Syarfaini Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar
    (ID)
  • Dian Ihwana Ansyar Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar
    (ID)
  • Syamsul Alam Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar
    (ID)
  • Dhika Avri Sayyidinna Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar
    (ID)

Abstract

Sekitar 45% kematian pada anak di bawah usia 5 tahun terkait dengan kekurangan gizi. Balita gizi kurang dan gizi buruk dalam pemulihan merupakan kelompok rentan yang perlu mendapat penanganan untuk perbaikan status gizinya yaitu pemberian makanan tambahan (MT) sekalipun di masa pandemi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program Pemberian Makanan Tambahan (MT)-anak balita yang telah terlaksana di empat puskesmas Kabupaten Gowa di masa pandemi. Penelitian ini berjenis kualitatif dilakukan pada 26 sampai 29 Maret 2021 di empat puskesmas di Kabupaten Gowa, yaitu Puskesmas Taeng, Puskesmas Bontomarannu, Puskesmas Pallangga, dan Puskesmas Samata. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas Taeng, Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Pallangga dan Samata, dan kader Puskesmas Bontomarannu. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam menggunakan daftar pertanyaan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah program Pemberian MT balita pada keempat puskesmas masa pandemic Covid 19 dalam proses perencanaannya berjalan baik, karena setiap tahunnya program MT selalu terlaksana di empat puskesmas. Dalam pelaksanaan program PMT masih terdapat hambatan diantaranya cuaca yang kurang mendukung sehingga terjadi pergeseran waktu dan kesadaran masyarakat. Sedangkan dalam proses pemantauan keseluruhannya dilakukan oleh pihak puskesmas, pencatatan dan pelaporan dilakukan meski dengan kendala yang ditemukan pada masyarakat ketidaktepatan sasaran karena penerima MT membagikan MT pada yang lain. Dalam proses evaluasi program PMT pada balita masih adanya kendala dari sarana, peran ibu balita dan peran lintas sektor dalam proses peningkatan status gizi, juga tidak dilakukannya uji daya terima. Dari penelitian ini didapatkan simpulan bahwa evaluasi program pemberian makanan tambahan pada balita mulai dari input, proses perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi program, berusaha dilaksanakan oleh keempat puskesmas dengan cukup baik walaupun ada beberapa kendala yang perlu diperhatikan.

References

Adibin. Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Pada Balita Gizi Kurus Di Wilayah Kerja Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. 2018. Skripsi.

Doren, Wihelmus Kopong., Dkk. Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (Pmt-P) Terhadap Status Gizi Buruk Balita Di Puskesmas Oepoi Kota Kupang. 2019. Lontar: Journal Of Community Health. 3 (1). 111-18

Hartono, dkk, 2017. Hubungan perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga dengan status gizi balita usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), vol. 5, no. 2, pp. 88-97. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgi/article/view/16585

Irwan, Dkk. Efektivitas Pemberian Pmt Modif Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Peningkatan Status Gizi Balita Gizi Kurang Dan Stunting. Journal Health And Science ; Gorontalo Journal Health & Science Community .2020; 4 (2): 59-67

Kemenkes RI. Data Dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016

Kemenkes RI. Panduan penyelenggaraan pemberian makanan tambahan pemulihan bagi balita gizi kurang dan ibu hamil KEK (bantuan operasional kesehatan). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.2019

Kemenkes RI. Pedoman Pelayanan Gizi Pada Masa Tanggap Darurat Covid-19. Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020.

Kemenkes RI. Surat Edaran Dirjen Kesehatan Masyarakat Nomor : HK.02.02/V/407/2017 tentang Pemberian Suplementasi Gizi PMT Ibu Hamil, PMT Anak Balita dan PMT Anak Sekolah. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017

Putri Dan Mahmudiono. Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan Pada Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simomulyo, Surabaya. Amerta Nutr (2020). 58-64

Riskesdas, 2018. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB). https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riset-kesehatan-dasar-riskesdas/

Subardiah, Ida, Dkk. Dukungan Kader Dalam Pemberian Makanan

Sugianti, Ela. Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Pada Balita Kurang Gizi Di Kabupaten Tuban. Jurnal Cakrawala. 2017; 11(2): 217-224.

Syahputra, R. Evaluasi Program Penanggulangan Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Puskesmas Bugangan Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Semarang: Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2016. Skripsi.

Tambahan Pemulihan (PMT-P) Terhadap Berat Badan Balita Bawah Garis Merah (BGM). Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik. 2019; 15(2): 174-8.

Victoria, Cesar G Et Al. Breastfeeding In The 21st Century: Epidemiology, Mechanisms, And Lifelong Effect. 2016. The Lancet , 387 (10017). 475 – 490.

WHO, 2021. Fact Sheet Malnutrition. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition

Published
2021-07-31
Section
Volume 1, Issue 2, 2021
Abstract viewed = 2137 times