POTENSI PANTAI SUMPANG BINANGAE KABUPATEN BARRU SEBAGAI TEMPAT RUKYATUL HILAL

Perspektif Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika

  • Andi Fage UIN Alauddin Makassar
    (ID)
  • Amiruddin UIN Alauddin Makassar
    (ID)

Abstract

Abstrak
Dalam sistem penanggalan islam di bangun berdasarkan peredaran dan gerak bulan Qamariah. Penentuan awal bulan Qamariah adalah berdasarkan keberadaan hilal, Oleh karena itu, masyarakat dahulu untuk mengetahui keberadaan Hilal menggunakan metode Rukyat atau penglihatan dengan mata telanjang meskipun kadang sulit terlihat karena bentuknya yang masih begitu tipis. Namun kondisi iklim atau cuaca serta tempat sangat mempengaruhi proses pelaksanaan rukyatul hilal. Hal yang harus di perhatikan dalam kegiatan rukyatul hilal adalah tempat observasi yang ideal dan strategis, ada beberapa indikator yang membuat bahwa tempat tersebut layak dijadikan tempat rukyatul hilal, melakukan pengamatan yang relatif jauh dari tengah-tengah kota dan mengamati di tempat yang tertentu, karena mengamati Hilal pada umumnya di lakukan di daerah pesisir pantai atau daerah dataran tinggi seperti bukit atau gunung untuk bebas melihat Hilal di ufuk barat.

Navigation in general command is a way of determining the position and direction of travel on the actual terrain and map by the ship in navigation. Shipping activities are regarded as a region or a medium of communication between regions. The Bugis Tribe is one of the archipelago countries facing the sea. Many people have created traditions and cultures in their activities. This journal discusses the roots of the development of the Islamic civilization in the Bugis society and culture by Bugis navigation in the 17th century. The 17th century in Burgess society was an era in which Islam and culture merged but still conformed to Islamic values. This can be found in ancient manuscripts from the buginese community literature. The magazine also showed that before the advent of modern navigation tools, Bugis sailors relied on their navigational abilities and experience to take advantage of natural phenomena in the sky and sea.using likethe wind, moo and stars

References

Ali Parman,Ilmu Falak; Makassar: Berkah Utami, 2001.

Amir, Rahma. “Metodologi Perumusan Awal Bulan Kamariah di Indonesia,” Elfalaki: Jurnal Ilmu Falak, vol. 1 No. 1. Tahun 2017.

Anggraineni, Siska. “Kelayakan Pantai Segolok-Batang Sebagai Tempat Rukyatul Hilal di Tinjau dari Prespektif Geografi dan Klimatologi”. Skripsi. Semarang: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo, 2019

Basir, Fatur Rahman dan Muh. Rasywan Syarif, “Periodisasi Penciptaan Alam Semesta Dalam Manuskrip Kutika dan Science Islam”, ELFALAKY 5, no. 1 (2021).

Fikri, Mursyid dan Muh. Rasywan Syarif, “Eksplorasi Pemikiran Abu Ma‟shar Al Falaky Tentang Manusia dan Bintang”, ELFALAKY 3, no. 2 (2019).

Hermuzi, Nofran. “Uji kelyakan Bukit Cermin kota Tanjung Pinang Provinsi kepulauan Riau sebagai tampat rrukyatul hilal”. Skripsi. Semarang: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo, 2018

HL, Rahmatia. “Dinamika Penentuan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal pada Masyarakat Ekslusif di Kabupaten Gowa,” Elfalaki: Jurnal Ilmu Falak, vol. 3 No. 1. Tahun 2019.

Rahmadani, Yulia and Fatmawati Hilal. ”Kelayakan Tempat Observasi Pantai Barombong Kota Makassar,” Hisabuna: Ilmu Falak, vol. 2 No. 1. Tahun 2020.

Syarif, Muh. Rasywan and Naif Naif. “Korelasi Kalender Islam dan Pembayaran Zakat”, PUSAKA 8, no. 2 (2020).

Syarif, Muh. Rasywan . Perkembangan Perumusan Kalender Islam Internasional Studi Atas Pemikiran Muhammad Ilyas. Cet. I; Tangerang Selatan: Gaung Persada (GP) Press, 2019.

Syarif, Muh. Rasywan. Ilmu Falak Integrasi Agama dan Sains. c.I; Gowa: Alauddin University Press, 2020

Published
2021-12-31
Section
Artikel
Abstract viewed = 54 times