HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna <div style="border: 3px #4C301D Dashed; padding: 10px; background-color: #d8d8d8; text-align: left;"> <ol> <li class="show">Journal Title: <a href="https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/">HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak</a></li> <li class="show">Initials: Hisabuna</li> <li class="show">Frequency: -</li> <li class="show">Print ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1602128727" target="_blank" rel="noopener">2746-7082</a></li> <li class="show">Online ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1602200252" target="_blank" rel="noopener">2746-7090</a></li> <li class="show">Editor in Chief: Nurul Wakia</li> <li class="show">DOI: -</li> <li class="show">Publisher: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar</li> </ol> </div> <p>Jurnal Hisabuna adalah Jurnal Ilmu Falak yang mempublikasi karya bersama mahasiswa dan dosen dalam menyelesaikan tugas akhir. Hasil penelitian tersebut dipublikasi dalam format artikel</p> en-US nurulwakia42@gmail.com (Nurul Wakiah) nurulwakia42@gmail.com (Nurul Wakiah) Mon, 18 Dec 2023 04:47:40 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Uji Akurasi Arah Kiblat Masjid di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/38116 <p>Pokok permasalah dalam penelitian ini adalah bagaimana uji akurasi arah</p> <p>kiblat masjid di kecamatan Binamu kabupaten Jeneponto. Dari pokok masalah</p> <p>tersebut dibagi menjadi dua sub masalah, yaitu: 1. Bagaimana metode penentuan</p> <p>arah kiblat masjid di kecamatan Binamu kabupaten Jeneponto? 2. Bagaimana</p> <p>akurasi arah kiblat masjid di kecamatan Binamu kabupaten Jeneponto?.</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan skripsi ini yaitu penelitian lapangan (field</p> <p>research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti melakukan</p> <p>observasi langsung terhadap objek kajian di lapangan, dan tentunya tetap pada</p> <p>penggunaan logika untuk analisis. Penggunaan logika tetap digunakan untuk</p> <p>memahami fenomena yang di alami oleh objek penelitian secara keseluruhan, dan</p> <p>melalui deskripsi formal teks dan bahasa, dalam konteks alam yang khusus dan</p> <p>dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.1 Adapun sumber data yang</p> <p>digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yakni data yang</p> <p>diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan responden dan informan.</p> <p>Kemudian sumber data sekunder yakni data yang digunakan sebagai data</p> <p>pendukung dan data pelengkap seperti, tulisan ilmiah yang berupa buku, jurnal,</p> <p>skripsi, dan tulisan yang berkaitan dengan objek penelitian ini. Serta sumber data</p> <p>tersier yakni bahan atau data yang memberikan petunjuk maupun penjelasan</p> <p>terhadap data primer dan data sekunder, seperti kamus, ensiklopedia, dan lain-lain.</p> <p>Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode penentuan arah kiblat</p> <p>masjid di kecamatan Binamu kabupaten Jeneponto ialah menggunakan metode</p> <p>kiblat tracker, metode busur kiblat, metode dioptra, serta metode tongkat istiwa.</p> <p>Dari beberapa metode ini, penulis meyakini bahwa tingkat keakurasian hasil</p> <p>pengukuran sangat tepat. Uji hasil praktek pengukuran arah kiblat masjid di</p> <p>kecamatan Binamu kabupaten Jeneponto bahwa keseluruhan hasil pengukuran arah</p> <p>kiblat masjid di lingkungan tersebut mengalami kemelencengan, padahal perlu kita</p> <p>ketahui bahwa 1̊ saja perbedaan arah kiblat masjid bisa mencapai 110 km jaraknya</p> <p>dari arah kiblat sebenarnya, yakni Masjidil Haram.</p> <p>Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan kepada para pihak yang</p> <p>berwenang dalam hal ini Kementerian Agama hendaknya lebih peduli dalam</p> <p>memberikan pemahaman mengenai metode dalam menetukan arah kiblat, terutama</p> <p>pada masjid-masjid tua yang rentan memiliki kemelencengan arah kiblat.</p> <p>Kata Kunci: Uji, Akurasi, Arah Kiblat Masjid</p> Arwan Ahmad, Irfan, Abdi Wijaya Copyright (c) 2023 Arwan Ahmad, Irfan, Abdi Wijaya https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/38116 Sun, 17 Dec 2023 12:37:06 +0000 Accuracy of Qibla Direction of Mosques and Tombs in Tamalatea and Rumbia Districts, Jeneponto Regency https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/38546 <p>This study examines two main issues, namely the method of measuring the Qibla direction used by the people of the Tamalatea and Rumbia Subdistricts, the accuracy of the Qibla direction for mosques and tombs at the village level in Tamalatea and Rumbia Districts, Jeneponto Regency. This type of research is categorized as field research, then data collection techniques are interviews and documentation. The research methodology uses the Qiblat Tracker method based on Sun Compass and the Google Earth application. So the results of this study show that of the 14 mosques and 5 cemeteries that have measured the Qibla direction, only 1 mosque has the correct Qibla direction. The cause of the deviation of the mosque and the tomb is because the people in the Districts of Tamalatea and Rumbia still use the method of looking at the cardinal directions, setting the sun and also a compass. The implication of this research is the need for socialization to provide understanding to people who are still unfamiliar with the knowledge of astronomy, especially in the Qibla direction in theory and in terms of using the Qiblat Tracker method based on Sun Compass and Google Eart</p> Reski Ananda Saenab, Halim Talli, Rahma Amir Copyright (c) 2023 Reski Ananda Saenab, Halim Talli, Rahma Amir https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/38546 Sun, 17 Dec 2023 12:49:25 +0000 The Criterion of the Sun's Height in the Determination of Early Fajr Time of Jurisprudence and Astronomical Perspectives https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/36971 <p>The use of early dawn criteria in Indonesia varies from 15,17,18,19 and 20 degrees both in terms of jurisprudence and astronomy. The purpose of this study was to determine the height of the sun in astronomy, to find out the urgency of the early prayer times from the perspective of fiqh and to find out the fiqh and astronomy reviews of the criteria for the height of the sun in determining the start of the time for the dawn prayer. The type of research used is literature with a syar'i and astronomical approach and is equipped with secondary and primary data, the data collection method is documentation. The results showed that the position of the sun 20 degrees below the horizon in Indonesia is used as ijtihad, based on sulfur and astronomical reasoning which is considered valid. Saadoeddin Djambek is the originator of 20 degrees as a criterion for dawn and is currently used by the Ministry of Religion. The difference in criteria in Indonesia is considered reasonable, all the criteria for dawn used are correct depending on the place of observation and the observation technique. The implication of this research is that different parties will study in more detail at the beginning of time so as not to cause problems or disputes in determining the time of dawn. In order to unite the understanding of each group from an early age, so that there are no more differences in Islamic society in the future, it is necessary to carry out research that is repeated, transparent and sustainable, as well as a comprehensive method so that the search becomes valid and no longer asked questions. And the information obtained after the observation must be transparent so that it can be used as a reference for observations and criteria for the height of the sun in determining the time of sunrise.</p> <p>Keywords: Sun's altitude, Dawn Time, and Jurisprudence &amp; Astronomy point of view.</p> Erina Putri Malo, Nurul Wakia, Alimuddin Copyright (c) 2023 Erina Putri, Nurul Wakia , Alimuddin https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/36971 Sun, 17 Dec 2023 12:58:03 +0000 Analisis Matlak Dalam Penentuan Awal Bulan Hijriah Perspektif Ilmu Falak https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/38529 <p><em>The determination of the beginning of the Hijri month has the term matlak, but what is the background for the emergence of the term matlak and the difference in the unification of matlak for determining the beginning of the Hijri month in astronomy. The type of research used is library research with an astronomical and syar'i research approach, supplemented by primary data and secondary data. Processing and analysis of data through the process of editing data, transforming data and presenting data. The results of this study found that the context of the emergence of the term matlak to determine the beginning of the Hijri month is found in the hadith of Muslim narrations about the incident between Kuraib and Ibnu. Astronomically, differences are caused by differences in latitude and longitude of an area, matlak unification is contained in the principle of matlak unity. The implication of this research is that the matlak phenomenon is widely studied because it is very influential in determining when the Hijri month begins or ends.</em></p> Haekal Fikri Haekal, Muh. Rasywan Syarif, Andi Intan Nur Cahyani Copyright (c) 2023 Haekal Fikri, Muh. Rasywan Syarif, Andi Intan Nur Cahyani https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/38529 Sun, 17 Dec 2023 13:06:21 +0000 Implementasi Metode Konversi Hari Lahir dari Tahun Masehi ke Tahun Hijriah https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/23154 <p><em>Abstrack</em></p> <p><em>This article contains the main problem under study, namely how to implement the method of converting birthdays from the Christian year to the Hijri year in Tritiro Village, Bontotiro District, Bulukumba Regency with 3 sub-problems, namely: 1) How is the method used in converting birthdays from the Christian year to the Hijri year in Tritiro Village, Bontotiro District, Bulukumba Regency, 2) How is the result of converting birthdays from the Christian Year to the Hijri Year in Tritiro Village, Bontotiro District, Bulukumba Regency. This research uses field research (field research) which is qualitative in nature, syar'i and astronomical approaches. Primary data sources are; Observations, interviews and secondary data were obtained from books, journals and articles. Data collection through observation, interviews and documentation. This study uses data processing and analysis techniques in the form of; analyze, manage and classify data and provide final conclusions. The results of this study indicate that the method used in converting birthdays from AD to Hijri year in Tritiro Village, Bontotiro District, Bulukumba Regency used is the urfi reckoning and essential reckoning. The results of converting birthdays from AD to Hijri in the six samples are as follows: 1) Lahamuddin was born on March 19, 1957 AD, which coincides with the 18th of Sha'ban 1376 H, which falls on a Wednesday. 2) Hj. Jumorang was born on 28 November 1940 AD to coincide with the 27th Shawwal 1359 H, which falls on a Wednesday. 3) Muslim was born on 03 September 1951 AD to coincide with the 1st of Zulhijjah 1370 H, which falls on a Monday. 4)A. Murni was born on October 8, 1961 AD to coincide with the 28th of Rabiul Akhir 1381 H, which falls on a Monday. 5) Abd. Rahman was born on 21 April 1951 AD to coincide with the 14th Rajab 1370 H, falling on a Saturday. 6) Bau Tanning was born on June 23, 1951 AD to coincide with the 18th of Ramadan 1370 H, which falls on a Saturday. The implication of this research is that it is expected that the government or religious figures broaden their horizons who already understand and understand the conversion of the Christian year to the Hijri year correctly. It is hoped that students, especially the faculties of shari'ah and law and astronomy affairs, will continue to play an important and active role in providing knowledge to the public regarding the steps or procedures for converting birthdays from the Christian year to the Hijri year.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords:</em> <em>Conversion of Birthday, Christian Year, Hijri Year</em></p> <p>&nbsp;</p> Husnul Khatimah, Muh. Irwan, Fatmawati Copyright (c) 2023 Husnul Khatimah, Muh. Irwan, Fatmawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/23154 Mon, 18 Dec 2023 03:14:15 +0000 RESPON MASYARAKAT ATAS ARAH KIBLAT MAKAM: ANALISIS TERHADAP PERBEDAAN METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40601 <p><em>Abstract</em></p> <p><em>The main problem in this research is how the sensitivity of the residents towards the Qibla direction of the graves to the different methods of determining the Qibla direction in the Pangkajene Region, Pangkep Regency. This research is classified as a quantitative research with a syar'i approach and a sociological approach. In this research using population and sample. The population taken was the people of Pangkajene District, Pangkep Regency and for the sample were 45 people from 27 cemeteries. Furthermore, the data collection methods used in this study were observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the residents' responses to the Qibla direction of graves in the Pangkajene Region are known to have understood that every place that wants to be built must have a Qibla direction determined, and of course in this case the measurement or determination of the orientation path. Meanwhile, the reaction of the residents of the Pangkajene Region to the different methods of determining the orientation route is known to have given good answers in addressing the use of the orientation path determinants, the pro/con reactions of the residents but the problem did not last long because the authorities, in this case the Islamic Community Guidance Center, immediately gave an understanding to the residents of the Pangkajene Region about the importance of knowing the orientation path using the orientation path determinant method. The implication of the research is that the Ministry of Religion as the government and experts who are competent in the field of Astrology who have this authority are expected to maximize socialization activities for understanding orientation paths and the use of Qibla direction determination methods in order to reduce the problems of determining Qibla direction.</em></p> <p><em>Keywords: Community Response, Qibla Direction Determination Method, Cemetery</em></p> Mega Nur Awaliah Ahmad Nur, Muh. Saleh Ridwan, Rahmatiah,HL Copyright (c) 2023 Mega Nur Awaliah Ahmad Nur, Muh. Saleh Ridwan, Rahmatiah,HL https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40601 Mon, 18 Dec 2023 03:41:29 +0000 Peluang Dan Tantangan Ilmu Falak Di Indonesia Era Digital https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40475 <p>Penelitian ini membahas tentang analisis peluang dan tantangan Ilmu Falak di Indonesia Era Digital, sehingga penelitian ini berfokus pada Peluang dan Tantangan Ilmu Falak dengan tujuan 1. untuk mengetahui analisis peluang Ilmu Falak di Indonesia era digital, 2. untuk mengetahui tantangan ilmu falak di Indonesia era digital. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan <em>(library research), </em>dengan pendekatan secara ilmiah dan pendekatan secara (<em>syar’i</em>). Hasil penelitian ini bahwa analisis peluang ilmu falak di Indonesia era digital 2023 yaitu : 1.Akademisi yang mencakup pengembangan ilmu falak di sekolah-sekolah seperti pondok pesantren dan pengembangan ilmu falak di perguruan tinggi seperti dengan mendirikan prodi/jurusan ilmu falak , 2.Astronom yatiu Pecinta Astronomi Ilmu Falak, 3.Programmer Falak, melakukan pembuatan dan pengembangan aplikasi ilmu falak 4.Praktisi Hukum, seorang sarjanawan falak merupakan lulusan Sarjana Hukum, hal tersebut berpeluang menjadi seorang praktisi hukum. ,5.Wirausahawan Falak,membuat atau memodifikasi alat falak dan diperjual belikan 6.Penyuluh Agama Islam, Kementrian Agama bertugas memastikan arah kiblat masjid di segmen Bimas Islam dan Koordinator Syariah dan Kantor Urusan Agama sub-wilayah yang merupakan perluasan dari Kementrian Agama, 7.Pembuatan situs-situs Falak sebagai penyebaran informasi. Adapun analisis tantangan ilmu falak di Indonesia era digital 2023 yaitu : 1.Pengembangan Ilmu Falak, sarana dan inovasi untuk membantu penelitian sangatlah penting, 2.Pengembangan aplikasi pemrograman pendukung falak,melakukan pengembangan pemrograman merupakan hal yang tak cukup mudah karena harus dilakukan oleh orang yang paham tentang pemrograman dan juga membutuhkan waktu yang tak singkat dalam pembuatannya, 3.Hadirnya Teknologi <em>Artifical Intelligence</em> (AI), Teknologi <em>Artifical Intelligence</em> (AI) bisa menggantikan posisi manusia dalam mengerjakan sesuatu dengan cepat dan tanpa bayaran. Diharapkan peluang ilmu falak di era digital mampu terealisasikan dan tantangannya tidak menjadi hambatan untuk pengembangan ilmu falak kedepannya. Diharapkan ada penelitian lanjut terkait terealisasikannya peluang dan usaha-usaha pengembangan ilmu falak berhasil menghadapi tantangannya di era digital.</p> Nur Afny Awwalany, Sippah Chotban, Subhan Khalik Copyright (c) 2023 Nur Afny Awwalany, Sippah Chotban, Subhan Khalik https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40475 Mon, 18 Dec 2023 03:48:07 +0000 Eksistensi Wilayatul Hukmi Dalam Penanggalan Qamariah Perspektif Empat Madzhab https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40703 <p><span style="font-weight: 400;">Eksistensi Wilayatul Hukmi Dalam Penanggalan Qamariah Perspektif Empat Madzhab. Penerapan awal bulan Qamariah merujuk pada kewenangan pemimpin atau otoritas Islam dalam memutuskan awal bulan Qamariah berdasarkan pengamatan Hilal di wilayah mereka. Maka eksistensi wilayatul hukmi dalam penetapan awal bulan Qamariah berarti pemimpin atau pemerintah memiliki peran penting dalam memutuskan metode yang akan digunakan untuk menentukan awal bulan. Peneliti ini menggunakan penelitian pustaka (</span><em><span style="font-weight: 400;">library research</span></em><span style="font-weight: 400;">) dalam artian mencari artikel, skripsi, jurnal dan buku yang berhubungan dengan judul penulis. Pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan syar’i dan pendekatan astronomis. Menurut sumber datanya, data penelitian dibagi menjadi dua data, yakni data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dalam penentuan atau penanggalan awal bulan Qamariah, digunakan dua metode yaitu Hisab dan Rukyat. Masing-masing merupakan metode yang lahir dari interpretasi nash-nash dalam al-Qur’an dan hadist. Hasil dari Hisab dan Rukyat kemudian diterapkan melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathla’</span></em><span style="font-weight: 400;">. </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathla’</span></em><span style="font-weight: 400;"> adalah lingkup luas wilayah keberlakuan Hisab Rukyat. Secara umum, terdapat dua jenis </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathla’</span></em><span style="font-weight: 400;"> menurut para imam Madzhab, yakni 1) </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathla’</span></em><span style="font-weight: 400;"> global, yaitu pemberlakuan </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathla’</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk seluruh dunia. 2) </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathla’</span></em><span style="font-weight: 400;"> lokal, yaitu pemberlakuan </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathla’</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk wiilayah tertentu. Di Indonesia diberlakukan </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathla’</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">Wilayatul Hukmi</span></em><span style="font-weight: 400;"> dalam rangka menjaga keragaman dan persatuan umat Islam. </span><em><span style="font-weight: 400;">Wilayatul Hukmi</span></em><span style="font-weight: 400;"> adalah istilah dalam bahasa Arab yang dapat diartikan sebagai “wilayah kekuasaan” atau “kewenangan pemerintahan”. Istilah ini sering digunakan dalam konteks hukum Islam, terutama dalam sistem hukum syariah, untuk merujuk pada wilayah atau yurisdiksi yang diperintah oleh pemimpin atau otoritas Islam yang berwenang. Implikasi dari penelitian ini yaitu, diharapkan dapat diadakan kajian dan penelitian yang lebih mendalam terkait konsep </span><em><span style="font-weight: 400;">Wilayatul Hukmi</span></em><span style="font-weight: 400;"> di Indonesia kedepannya. Sebagai upaya dalam rangka mewujudkan kesatuan dan keseragaman umat Islam di Indonesia dalam penanggalan atau penentuan awal bulan Qamariah.</span></p> Nur Syakia Anna Faura, Halima B, Zulhas’ari Mustafa Copyright (c) 2023 Nur Syakia Anna Faura, Halima B, Zulhas’ari Mustafa https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40703 Mon, 18 Dec 2023 03:53:23 +0000 Akurasi Arah Kiblat Masjid dan Makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40700 <p><span style="font-weight: 400;">Akurasi arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam artikel ini menyajikan dua pokok permasalahan yakni metode dan akurasi arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar dan problematika arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian yang digunakan artikel ini merupakan penelitian lapangan (</span><em><span style="font-weight: 400;">Field research</span></em><span style="font-weight: 400;">) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti melakukan observasi langsung terhadap lokasi penelitian. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan syar'i, pendekatan astronomis, dan pendekatan sosiologis dalam analisis data dan penulisan ilmiah yang diyakini relevan dengan pokok bahasan kajian ini. Dalam proses pencarian data yang akurat, penulis menggunakan metode pengumpulan data tertentu yaitu teknik wawancara&nbsp; dan observasi. Metode penentuan dan akurasi arah kiblat yang digunakan di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar, hanya berdasarkan ketika matahari terbenam di arah barat dan bukan menghadap ke Baitullah/Makkah. Kemudian mengenai penentuan dan akurasi dari arah masjid di lima masjid dan dua makam di Kecamatan memiliki selisih kemelencengan dari arah kiblat mencapai 3-23 derajat. Berdasarkan penjelasan tersebut, umat Islam diharapkan mampu menentukan arah kiblat Masjid atau Makam sesuai dengan ajaran Islam, dan kepada para pihak yang berwenang dalam hal ini Kementerian Agama hendaknya lebih peduli dalam memberikan pemahaman metode dalam menentukan arah kiblat, terutama pada masjid-masjid tua dan pemakaman.&nbsp;</span></p> Ismiraj Ayu Nanda, M. Tahir Maloko, Mahyuddin Latuconsina Copyright (c) 2023 Ismiraj Ayu Nanda, M. Tahir Maloko, Mahyuddin Latuconsina https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40700 Mon, 18 Dec 2023 04:31:35 +0000 Uji Akurasi Posisi Toilet Masjid di Desa Kindang Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba Perspektif Ilmu Falak https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40656 <p><span style="font-weight: 400;">Toilet Masjid merupakan bagian dari tempat peribadatan ummat Islam yang tidak boleh luput dari aturan posisi dan arahnya, karena Rasulullah saw. telah menjelaskan suatu larangan buang hajat dengan menghadap atau membelakangi kiblat. Kasus kelirunya arah toilet masjid juga terjadi di Desa Kindang Kecamatan Kindangan Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis realitas posisi toilet Masjid di Desa Kindang di Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba dan mengetahui pandangan masyarakat di daerah tersebut tentang posisi toilet masjid serta menguji posisi toilet Masjid di daerah itu dengan menggunakan analisis ilmu falak. Jenis penelitian adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">field research </span></em><span style="font-weight: 400;">atau penelitian lapangan dengan model kualitatif deskriptif serta menggunakan pendekatan teologi normatif (syar’i) dan pendekatan yuridis sosiologi. Landasan hasil penelitian, ditemukan fakta lapangan sebagai berikut; 1) Di Desa Kindang terdapat 10 Masjid dan ada beberapa posisi toilet Masjid hampir mengarah ke kiblat justru ada yang sampai mengarah ke kiblat. 2) Masyarakat mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menyikapi posisi toilet yang hampir dan sampai mengarah ke kiblat. 3) Posisi toilet Masjid dalam perspektif ilmu falak dengan uji akurasi arah kiblat menjadi sangat penting dalam menentukan posisi kiblat dan arah toilet. Implikasi dalam penelitian ini adalah: Penelitian ini mengungkapakan tentang uji akurasi Posisi Toilet Masjid Desa Kindang Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Sehingga didapatkan titik permasalahan dan solusi atas permasalahan tersebut melalui wawancara, observasi secara langsung dan sebagainya. Apabilah terdapat banyak kekurangan maka penulis memohon masukan dan perbaikannya.</span></p> Nurbaya, Adriana Mustafa, Andi. Muh. Akmal Copyright (c) 2023 Nurbaya, Adriana Mustafa, Andi. Muh. Akmal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hisabuna/article/view/40656 Mon, 18 Dec 2023 04:36:59 +0000