Program Bimbingan Baca Al-Qur'an dan Tajwid Anak di Masjid Jamyyatul Munawwara Desa Pattiroang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba
Keywords:
bimbingan Al-Qur'an, tajwid, anak, pendidikan keagamaan, masjid, pengabdian masyarakatAbstract
Masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan keagamaan non formal bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Berdasarkan observasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 di Desa Pattiroang, ditemukan bahwa kemampuan membaca Al-Qur'an anak-anak yang belajar di Masjid Jamyyatul Munawwara masih beragam, mulai dari tahap pengenalan huruf hijaiyah dan Iqra hingga membaca Al-Qur'an, dengan beberapa kendala pada ketepatan makhraj, panjang-pendek bacaan, serta penerapan tajwid dasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dan pemahaman tajwid anak melalui pendampingan yang terarah dan sesuai tingkat kemampuan. Program dilaksanakan pada 29 Agustus–16 September 2026 dengan melibatkan 15 anak usia 7–15 tahun melalui pendekatan pendampingan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kemampuan awal, pengelompokan fleksibel, pemberian contoh bacaan, praktik membaca bergiliran, penyimakan, koreksi langsung, pengulangan, pembelajaran tajwid kontekstual, serta evaluasi perkembangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perkembangan yang teramati pada kemampuan sebagian besar peserta dalam membedakan huruf hijaiyah, memperbaiki makhraj, menerapkan panjang-pendek bacaan, mengenali kesalahan bacaan, serta meningkatkan keberanian dan keaktifan dalam belajar. Program ini juga memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan berbasis komunitas. Keberlanjutan program memerlukan pembelajaran rutin, pendamping lokal, pencatatan perkembangan bacaan, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat.

