Reaktivasi TK-TPA Melalui Bimbingan Pembacaan Al-Qur’an Berbasis Masjid di Desa Sapanang
Keywords:
reaktivasi TK-TPA, pendampingan mengaji, pendidikan Al-Qur'an, masjid, KKNAbstract
Pendidikan Al-Qur'an sejak usia dini penting bagi pembentukan karakter religius anak, dan masjid berpotensi menjadi pusat pendidikan nonformal keagamaan di masyarakat. Kegiatan mengaji anak di Desa Sapanang belum terpusat dan belum terlaksana serentak karena anak-anak belajar di rumah guru mengaji masing-masing dengan jadwal yang tidak konsisten, sementara tidak ada satu pun dari lima masjid yang digunakan untuk mengaji. Sebagian guru mengaji juga belum memahami ilmu tajwid dan motivasi anak untuk mengaji masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengaktifkan kembali Taman Kanak Kanak dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TK-TPA) sebagai wadah mengaji yang terorganisasi di masjid. Kegiatan dilaksanakan pada 7–23 September 2026 oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui pendekatan partisipatif berbasis pendampingan, yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan dan koordinasi, pelaksanaan pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Rapat bersama imam masjid, guru mengaji, dan orang tua menghasilkan kesepakatan untuk memusatkan kegiatan mengaji di Masjid Al-Ikhlas. Pembelajaran berjalan sejak 8 September 2026 setiap hari kerja setelah shalat Ashar dengan materi mengaji, tajwid, kosakata bahasa Arab, doa harian, dan hafalan surah pendek. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan yang melibatkan guru mengaji dan orang tua dapat memulai pemusatan kegiatan mengaji di masjid serta membuka jalan bagi pembentukan TK TPA resmi.

