ETIKA PRODUKSI PANGAN DALAM ISLAM

  • Istiqomah IAIN Palangka Raya
    (ID)
  • Surya Sukti IAIN Palangka Raya
    (ID)

Abstract

Abstrak

Kegiatan produksi adalah suatu proses yang menciptakan sesuatu yang sudah ada di muka bumi dan mengembangkannya menjadi sesuatu yang baru. Didalam memproduksi suatu barang atau jasa diperlukan yang namanya etika, sehinggga saat memproduksi suatu barang atau jasa tidak memproduksi secara berlebihan pada sumber daya yang ada. Didalam produksi ekonomi Islam untuk mengolah sumber daya harus berdasarkan pada nilai-nilai Islam yang bertujuan untuk mewujudkan kemashlahatan yang maksimal bagi konsumen dan bagi seluruh manusia. Prinsip etika dalam produksi yang harus dilakukan oleh setiap Muslim baik individu maupun komunitas adalah berpegang pada hal-hal yang diperbolehkan oleh Allah SWT dan tidak melawati batas. Pada dasarnya produsen pada tatanan ekonomi konvensional tidak mengenal halal dan haram. Yang menjadi prioritas mereka adalah mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memperhatikan apakah yang diproduksinya bermanfaat atau tidak. Penelitian ini menggunakan penelitian kajian pustaka (library research) dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan etika produiksi dailaim ekonomi Islaim aidailaih kebebaisain dailaim beruisaihai dain beraiktivitais, dain memproduiksi bairaing yaing dibuituihkain mainuisiai, dermaiwain, menjaigai suimber daiyai ailaim, kerjai kerais dailaim beruisaihai, keaidilain dain kejuijuirain, dain berproduiksi dailaim lingkairain hailail.

Kata Kunci: Etika, Pangan, Produksi.

 

Abstract

Production activities are a process that creates something that already exists on Earth and develops it into something new. In producing a good or service, ethics are required, so that when producing a good or service, it does not excessively exploit the existing resources. In Islamic economic production, resource processing must be based on Islamic values aimed at achieving maximum benefit for consumers and all of humanity. The principle of ethics in production that must be adhered to by every Muslim, whether individual or community, is to hold on to what is permitted by Allah and not to exceed the limits. Basically, producers in the conventional economic order do not recognize what is halal and haram. Their priority is to maximize profits without considering whether what they produce is beneficial or not. This research uses library research with a descriptive analysis method. The result of the research is that food production must come from forbidden items.

Keywords: Ethics, Food, Production.

Published
2025-03-27
Section
Volume 6 Nomor 3 April 2025
Abstract viewed = 0 times