POLA BISNIS NURUL HAYAT KEDIRI BERSAMA MITRA PETERNAK DI KEDIRI

Authors

  • Ahmad Faiz Muhtar UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.58632

Abstract

Abstrak

Sektor peternakan memiliki peran penting dalam perekonomian, terutama dalam penyediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, akses pasar yang terbatas, fluktuasi harga, serta lemahnya manajemen usaha peternak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Yayasan Nurul Hayat Kediri menerapkan pola kemitraan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi umat melalui pembinaan usaha peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola bisnis kemitraan Yayasan Nurul Hayat Kediri bersama mitra peternak, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus yayasan dan peternak mitra. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan Nurul Hayat berbasis pemberdayaan ekonomi umat dengan sistem bagi hasil. Yayasan memberikan dukungan modal, pendampingan, dan akses pasar kepada peternak. Faktor pendukung utama meliputi akses permodalan dan jaringan pemasaran, sedangkan faktor penghambat mencakup fluktuasi harga pakan, pengawasan yang belum optimal, dan keterbatasan literasi keuangan. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, pola kemitraan ini telah sesuai dengan prinsip syariah dan mendukung tercapainya maqashid syariah melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat secara halal dan berkelanjutan.

Kata Kunci: Pola Bisnis, Nurul Hayat, Peternak Kediri, Kemitraan

 

Abstract

The livestock sector plays an important role in the economy, particularly in food supply and improving community welfare. However, this sector still faces various challenges, including limited access to capital, restricted market access, price fluctuations, and weak business management among farmers. To address these issues, the Nurul Hayat Foundation in Kediri implements a partnership model as a form of community economic empowerment through the development of livestock enterprises. This study aims to analyze the partnership business model between the Nurul Hayat Foundation in Kediri and its partner farmers, identify the supporting and inhibiting factors in its implementation, and examine its conformity with Islamic economic principles. This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving foundation administrators and partner farmers. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through triangulation techniques. The results indicate that the Nurul Hayat partnership model is based on community economic empowerment using a profit-sharing system. The foundation provides capital assistance, business mentoring, and market access to farmers. The main supporting factors include access to capital and marketing networks, while the inhibiting factors consist of fluctuations in feed prices, suboptimal supervision, and limited financial literacy among farmers. From the perspective of Islamic economics, this partnership model is in accordance with sharia principles and supports the achievement of maqasid al-shariah by promoting halal and sustainable community welfare.

Keywords: Business Model, Nurul Hayat, Kediri Farmers, Partnership

Downloads

Published

2026-06-06

Issue

Section

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026