OPTIMALISASI ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI INSTRUMEN PENGENTASAN KEMISKINAN DALAM EKONOMI ISLAM

Authors

  • Tuti Pascasarjana Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia
  • Syahriyah Semaun Pascasarjana Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.69439

Abstract

Abstrak

Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Indonesia. Berbagai program pemerintah telah dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan, namun hasilnya belum sepenuhnya mampu menciptakan kesejahteraan yang merata. Dalam ekonomi Islam, zakat merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Zakat produktif merupakan bentuk penyaluran zakat yang tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif penerima manfaat, tetapi juga digunakan sebagai modal usaha dan sarana pemberdayaan ekonomi. Melalui zakat produktif, mustahik diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan mencapai kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana optimalisasi zakat produktif dapat berperan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian juga berupaya memahami faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas pelaksanaan program zakat produktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis berbagai hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan zakat produktif, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pengentasan kemiskinan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat produktif memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pemberian modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha. Program tersebut mampu membantu penerima manfaat memperoleh sumber pendapatan yang lebih stabil dibandingkan bantuan yang bersifat konsumtif. Namun demikian, efektivitas zakat produktif masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pendampingan, rendahnya kemampuan manajerial mustahik, serta kurang optimalnya monitoring dan evaluasi program. Faktor-faktor tersebut memengaruhi keberhasilan program dalam menciptakan kemandirian ekonomi jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi zakat produktif dapat menjadi solusi yang efektif dalam pengentasan kemiskinan apabila didukung oleh pengelolaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga pengelola zakat dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kata Kunci: Zakat Produktif, Kemiskinan, Pemberdayaan Ekonomi, Mustahik, Ekonomi Islam.

 

 

Abstract

Poverty remains one of the major challenges faced by Indonesian society. Various government programs have been implemented to reduce poverty, but the results have not fully created equitable welfare. In Islamic economics, zakat is considered an important instrument that can help address this issue. Productive zakat refers to the distribution of zakat funds not only for consumptive needs but also for economic empowerment purposes, such as business capital and skill development. Through productive zakat, beneficiaries are expected to improve their income and achieve sustainable economic independence. This study aims to analyze the optimization of productive zakat as an instrument for poverty alleviation from the perspective of Islamic economics. The study also seeks to identify supporting and inhibiting factors affecting the effectiveness of productive zakat programs. This research employs a qualitative approach using literature review and analysis of previous studies related to productive zakat, community economic empowerment, and poverty alleviation. The collected data were analyzed descriptively to gain a deeper understanding of the phenomenon. The findings indicate that productive zakat plays a significant role in improving the welfare of beneficiaries through business capital assistance, skills training, and business mentoring. These programs help beneficiaries generate more stable sources of income compared to consumptive assistance. However, the effectiveness of productive zakat programs is still constrained by several challenges, including limited mentoring, inadequate managerial skills among beneficiaries, and insufficient monitoring and evaluation mechanisms. These factors influence the long-term success of the programs in creating economic independence. This study concludes that optimizing productive zakat can serve as an effective strategy for poverty alleviation when supported by professional, transparent, and sustainable management. The findings are expected to provide useful insights for zakat institutions and policymakers in improving community economic empowerment programs.

Keywords: Productive Zakat, Poverty, Economic Empowerment, Beneficiaries, Islamic Economics.

Downloads

Published

2026-06-25

Issue

Section

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026