PERBANDINGAN KONSEP RISIKO PADA ASURANSI SYARIAH DAN KONVENSIONAL: KAJIAN TEORISTIS DAN PRAKTEK (Studi pada PT. Asuransi Allianz Life Indonesia Cabang Bandung)

Authors

  • Farras Haniyah Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Al Wafa
  • Rizaludin Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Al Wafa
  • Muhammad Mus’ab Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Al Wafa

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v8i1.74243

Abstract

Abstrak

Penelitian ini menyajikan analissis perbandingan mendalam antara manajemen risiko pada asuransi jiwa syariah dan konvesional, dengan fokus pada studi PT. Asuransi Allianaz Life Indonesia dari sudut pandang Hukum Ekonomi Syariah. Menggunakan metode Kualitatif-komporatif melalui wawancara, telaah dokumen hukum (OJK & DSN-MUI), serta laporan keuangan, studi ini mengidentifikasi perbedaan filosofi, struktural, dan operasional yang signifikan. Hasil utama menunjukan divergensi paragima: model konvensional berbasis pengalihan risiko (transfer of risk), sedangkan model syariah di dasarkan pada gotong royong dan pembagian risiko (sharing of riski). Implikasi dari perbedaan ini terlihat pada adanya Dewan Pengawasan Syariah (DPS) dan pemisahan dana yang tegas pada struktur tunggal model konvensional. Temuan unik lainnya adalaha daya tarik produk syariah bagi konsumen non-Muslim, yang lebih termotivasi oleh persepsi superioritas transparansi dan keamanan daripada alasan agama.

Kata Kunci: Allianz, Konvensional, Manjemen Risiko, Syariah.

 

Abstract

This study presents an in-depth comparative analysis of risk management in Sharia and conventional life insurance, focusing on a case study of PT Asuransi Allianz Life Indonesia from the perspective of Sharia Economic Law. Using qualitative-comparative methods through interviews, legal document reviews (OJK & DSN-MUI), and financial reports, this study identifies significant philosophical, structural, and operational differences. The main results indicate a paradigm divergence: the conventional model is based on risk transfer, while the Sharia model is based on mutual cooperation and risk sharing. The implications of this difference are evident in the presence of a Sharia Supervisory Board (SSB) and the clear separation of funds (Participant Funds and Operator Funds) in the Sharia model, which is not found in the single structure of the conventional model. Another unique finding is the appeal of Sharia products to non-Muslim consumers, who are motivated more by perceived superior transparency and security than by religious reasons.

Keywords: Allianz, Conventional, Risk Mangement, Sharia

Downloads

Published

2026-11-02

Issue

Section

Volume 8 Nomor 1 Oktober 2026