The Relationship between Knowledge and Adolescents' Attitudes toward Early Marriage in Sekardadi Village, Kintamani District, Bangli Regency In 2025

Authors

  • Ni Nengah Budi Erni Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Asep Arifin Senjaya Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Gusti Ayu Eka Utarini Poltekkes Kemenkes Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.24252/jmw.v8i1.64263

Keywords:

Knowledge; Adolescents; Early Marriage

Abstract

Introduction Based on the National Socio-Economic Survey (SUSENAS) 2023, around 33,74% of Indonesian women aged 20–24 years old have been married before the age of 19, and around 11.21% got married before the age of 18. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescents about early marriage in Sekardadi Village, Bangli Regency in 2025. This research method uses a correlation analytic design with a cross-sectional approach. A sample of 70 respondents, namely all adolescents aged 11-20 years who are registered as residents in Sekardadi Village, Kintamani District, Bangli Regency in 2025, was taken using the total sampling method. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test with statistical test results indicating that there is a significant relationship between the level of knowledge and attitudes of adolescent girls towards early marriage with a value of χ² = 22.657 and a significance level of p = 0.000 (p <0.05). As many as 87.1% of respondents are in the good knowledge category and as many as 98.6% of adolescent girls have a positive attitude towards the issue of early marriage. Conclusion so that there is a significant relationship between the level of knowledge and the attitude of young women towards early marriage. Suggestions for the village to continue and strengthen educational efforts through ongoing counseling programs for teenagers, in order to encourage them to delay the age of marriage.

References

Aditiya. (2023). Provinsi dengan Tingkat Pernikahan Anak Usia Dini Terbanyak, GoodStats. Tersedia pada: https://data.goodstats.id/statistic/provinsi- dengan-tingkat-pernikahan-anak-usia-dini-terbanyak-B6D6m.

Agustin, Evi A., et al. (2021). Determinants of Adolescent Attitudes Towards Early Marriage in Banten Province: 2019 SKAP Data Analysis. Faletehan Health Journal, vol. 8, no. 03, Nov. 2021, pp. 231-237, doi:10.33746/fhj.v8i03.250.

Agustinus, M. dkk. (2023). Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Dampak Pernikahan Dini Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Baratan, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 4(3), pp.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali (BPS). (2023). Proporsi Perempuan Pernah Kawin Usia 15-49 Tahun yang Melahirkan Anak Lahir Hidup Yang Pertama Kali Berumur Kurang dari 20 Tahun (MHPK20). Badan Pusat Statistik.

Fitriani, R., & Lestari, T. (2021). Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Putri terhadap Pernikahan Dini. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 85–92.

Harsoyo dan Widyastomo, R.P. 2022. Faktor Pertimbangan Pernikahan Dini dan Strategi Pencegahan, Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 1(3), pp. 84–103.

Hatta, M. dan Dewi, C. 2022. Gambaran Pengetahuan tentang Dampak Pernikahan Dini pada Remaja, Jurnal Keperawatan, 14(3), pp. 715–722.

Jenner, B. (2020). Health behavior and education: Theory, research, and practice. San Francisco: Jossey-Bass.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. 2021. Profil Kesehatan Indonesia 2021, Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. 2024. Menteri PPPA: Angka Perkawinan Anak Turun Menjadi 6,92 Persen, Lampaui Target RPJMN, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Khayuni, A., Rahmawati, D., & Putri, N. A. (2024). Efektivitas edukasi pernikahan dini melalui media sosial terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(1), 45–56.

Maulani, J., Fitrayani, F., & Hernita, H. (2025). Factors associated with premarital sexual behavior among adolescents in Lhokseumawe City. International Journal of Health Science. https://journalshub.org/index.php/ijhs/article/view/5537

Nadiah, S., Nadhirah, N. A., & Fahriza, I. (2021). Hubungan Faktor Perkembangan Psikososial Dengan Identitas Vokasional Pada Remaja Akhir. QUANTA: Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 5(1), 21–29. https://doi.org/10.22460/q.v5i1p21-29.2172.

Nanlohy, W., Asrina, A. dan Kurnaisih, E. 2021. Pengaruh media edukasi video dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai pernikahan dini di Dobo Kepulauan Aru, Prosiding Seminar Nasional …, 4, pp. 316– 346.

Nasution, L.K. 2021. Hubungan Pengetahuan Dan Pendapatan Orangtua Dengan Terjadinya Pernikahan Usia Dini Di Desa Janjimauli Muaratais Iii Kecamatan Angkola Muaratais Tahun 2019, Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat, 6(1), pp. 10–17.

Putri, A.K. dan Dokhi, M. (2024). Pengaruh Status Putus Sekolah dan Sosio-Ekologis Terhadap Ketahanan Remaja Perempuan dari Pernikahan Dini di Pulau Sulawesi, Seminar Nasional Official Statistics, pp. 363–372.

Putri, D.W.T. 2022. Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi dengan Sikap Remaja Putri Terkait Pernikahan Dini di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kintamani. Poltekkes Kemenkes Denpasar. https://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/9716/

Putri, R. A., & Wardhani, D. K. (2021). Literasi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan pernikahan dini. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 210–218.

Rahayu, L.R., dkk. 2024. Antara Budaya Dan Kebijakan Pemerintah: Upaya Penghapusan Perkawinan Anak Di Kabupaten Bangli dalam Mendorong Pencapaian SDGS di Indonesia. Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi, 15(1), pp. 146–152. https://journal.unpas.ac.id/index.php/kebijakan/article/view/12497/5310

Republik Indonesia. 2019 Undang-Undang Republik Indonesia No 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Sihombing, M. E. 2021. Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di SMK N.1 Lintongnihuta Kelas X. STIKES Sehati Medan. Retrieved from https://ojs.stikessehati.ac.id/index.php/ebj/article/view/53.

Sari, L.Y., Umami, D.A. dan Darmawansyah, D. 2020. Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi Dan Mental Perempuan (Studi Kasus Di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu), Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 10(1), pp. 54–65.

Sari, M., & Rahmawati, I. (2020). Pendidikan kesehatan reproduksi dan sikap remaja terhadap pernikahan dini. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 55–63.

Sari, D., & Anggraeni, R. (2022). Faktor penghambat akses informasi kesehatan reproduksi remaja di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan Rural, 5(2), 101–109.

Suardi, P. 2024. Perkawinan Anak Masih Marak di Bali, Radio Republik Indonesia.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2023. Jakarta: BPS.

Tambunan, R. (2020). Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang pernikahan dini di SMK Negeri 1 Siborong-borong. Jurnal Kesehatan Remaja, 4(1), 12–19.

UNICEF. 2023. Child marriage. Tersedia pada: https://www.unicef.org/protection/child-marriage. Diakses pada tanggal 10 Februari 2025.

World Health Organization. 2013. Child marriages-39 000 every day: More than 140 million girls will marry between 2011 and 2020, WHO

Yuliani, A. D., Alma, M. A. 2023. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Pernikahan pada Usia Remaja dengan Kejadian Pernikahan Remaja saat Pandemi Covid-19 di Kecamatan Kedungbanteng. Jurnal Kebidanan: Harapan Ibu Pekalongan. Vol. 10 No. 1 Februari 2023 hlm 33-38.

Yusuf, M., Hasan, A., & Lestari, N. (2023). Pengetahuan dan persepsi siswa terhadap pernikahan usia dini. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(2), 88–96.

Zulmiyetri. (2020). Pendidikan kesehatan dan pembentukan sikap remaja. Padang: UNP Press.

Downloads

Published

2026-01-17

How to Cite

Erni, N. N. B., Senjaya, A. A., & Utarini, G. A. E. (2026). The Relationship between Knowledge and Adolescents’ Attitudes toward Early Marriage in Sekardadi Village, Kintamani District, Bangli Regency In 2025. Jurnal Midwifery, 8(1), 58–68. https://doi.org/10.24252/jmw.v8i1.64263

Issue

Section

Artikel