Uji Aktivitas Antiobesitas pada Pemberian Biskuit Subtitusi Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) pada Tikus Jantan (Rattus norvegicus)

Authors

  • Nurshalati Tahar UIN Alauddin Makassar
  • A.Fitri Annisa Isa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Dwi Wahyuni Leboe Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/jfuinam.v14i1.70553

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah kondisi terjadinya penumpukan lemak tubuh yang berlebihan akibat ketidakseimbangan energi. Tepung porang (Amorphophallus oncophyllus) mengandung serat glukomanan tinggi yang berpotensi memiliki aktivitas antiobesitas. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antiobesitas dan formulasi terbaik dari biskuit substitusi tepung porang pada tikus jantan (Rattus norvegicus). Metode: Tepung porang diperoleh melalui ekstraksi basah (maserasi dengan etanol 70%). Tikus diinduksi pakan tinggi lemak selama 28–30 hari hingga mencapai kondisi obesitas (Indeks Lee >300). Terapi diberikan selama 4 minggu dengan variasi formula biskuit: F1 (100 g tepung porang), F2 (75 g tepung porang), F3 (50 g tepung porang), dan F4 (kontrol negatif/100% tepung terigu). Parameter yang diuji meliputi nilai Indeks Lee dan uji hedonik (organoleptik). Hasil: Pemberian biskuit substitusi tepung porang selama 4 minggu secara signifikan menurunkan berat badan hewan uji dengan rentang rata-rata Indeks Lee pasca-terapi berkisar 294.86 gram hingga 298.60 gram. Persen penurunan nilai Indeks Lee terbesar ditunjukkan oleh kelompok F1 (100 g tepung porang) yaitu mencapai 3.23%. Kesimpulan: Biskuit substitusi tepung porang memiliki aktivitas antiobesitas yang signifikan, dengan F1 sebagai formula yang memberikan penurunan berat badan terbesar pada hewan uji. 

Kata Kunci: Amorphophallus oncophyllus, Biskuit, Antiobesitas, Glukomanan, Indeks Lee.

Downloads

Published

2026-06-30