Penggunaan Antibiotik Aware pada Pasien Community-Acquired Pneumonia di Rumah Sakit X Yogyakarta
Penggunaan Antibiotik Aware pada Pasien Community-Acquired Pneumonia di Rumah Sakit X Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.24252/jfuinam.v14i1.71298Abstract
Pendahuluan: Pengobatan awal CAP dipilih antibiotik secara empiris karena patogen penyebab infeksi belum diketahui, namun perlu diwaspadai penggunaan antibiotik tidak rasional yang dapat menimbulkan dampak merugikan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan timbulnya resistensi bakteri secara cepat sehingga dapat menjadi ancaman kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan antibiotik kategori Access, Watch, dan Reserve pada pasien dewasa CAP yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit X Yogyakarta. Metode: Studi kohort retrospektif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan rekam medis sebanyak 293 pasien dewasa CAP yang menjalani rawat inap di ruang intensif dan bangsal Rumah Sakit X Yogyakarta bulan September 2022 – Mei 2023, serta telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Penggunaan antibiotik sebagai terapi empiris pada kategori Access 8,6%, Watch 83,9%, dan Reserve 7,5%. Penggunaan antibiotik sebagai terapi definitif pada kategori Access 20%, Watch 55%, dan Reserve 24,4%. Kategori Access sebagian besar antibiotik golongan aminoglycosides, fluoroquinolones, penicillins, penicillins β-lactamase-inhibitor, sulfonamide trimethoprim, dan tetracyclines. Kategori Watch didominasi antibiotik golongan aminoglycosides, fluoroquinolones, macrolides, phosphonics, cephalosporins, dan cephalosporins β-lactamase-inhibitor. Kategori Reserve antibiotik golongan carbapenems, cephalosporins, dan glycopeptides. Kesimpulan: Penggunaan antibiotik sebagai terapi empiris dan definitif pasien CAP di Rumah Sakit X Yogyakarta didominasi oleh kategori Watch, diikuti kategori Access dan kategori Reserve.
Kata Kunci: Antibiotik AWaRe, CAP, Rumah Sakit X Yogyakarta