Siswa Moderat: Workshop Pembuatan Konten Edukasi Moderasi Beragama Berbasis Teknologi Bagi Siswa di MA Wihdatul Ulum Gowa
DOI:
https://doi.org/10.24252/khidmah.v6i1.62869Kata Kunci:
moderasi beragama, literasi digital, konten edukasi, pelajar madrasahAbstrak
Kemampuan literasi digital siswa di lingkungan madrasah masih perlu ditingkatkan agar dapat menyajikan muatan edukasi yang mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa MA Wihdatul Ulum Gowa dalam menghasilkan konten digital edukasi dengan tema moderasi beragama. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi konsep moderasi beragama dan literasi digital, pelatihan teknis dalam produksi konten, pendampingan intensif, hingga kurasi dan publikasi karya. Evaluasi pre-post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap nilai tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i'tidal dengan selisih rata-rata 35%. Selain itu, peserta menghasilkan karya konten digital yang terdiri dari video pendek, dan poster edukasi, dan podcast yang dipublikasikan di platform media digital sekolah. Program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam komunikasi digital, pembentukan sikap moderat, dan penyebaran pesan keagamaan yang damai dan inklusif di masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PkM ini terbukti efektif dalam memperkuat moderasi beragama melalui pendekatan literasi digital berbasis kreativitas konten dan direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui pembentukan komunitas pembuat konten moderasi di sekolah.
Unduhan
Referensi
Aminuddin, M. (2021). Moderasi beragama dalam pendidikan Islam: Konsep dan implementasi. Prenadamedia Group.
Azra, A. (2019). Islam Nusantara dan moderasi beragama. Mizan.
Bakar, A. (2020). Penguatan kompetensi digital di sekolah berbasis pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 145–158.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approach (5th ed.). Sage.
Fauzan, M., & Junaidi, J. (2022). Literasi digital dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(1), 55–67.
Fitriyani, N. (2021). Internalization of religious moderation values in Islamic education. Journal of Islamic Education Studies, 6(2), 112–128.
Gunawan, I. (2020). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Bumi Aksara.
Hendrawan, A., & Putra, D. (2023). Pemanfaatan media digital dalam peningkatan kreativitas peserta didik. EduTech Journal, 7(1), 72–85.
Hidayat, R. (2021). Sikap toleransi siswa melalui pendekatan moderasi beragama. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(3), 230–242.
Huda, S., & Lestari, W. (2020). Dakwah milenial melalui konten digital. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1), 87–100.
Ihsan, M., & Sari, E. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan moderasi agama. Journal of Educational Research, 9(4), 188–201.
Kemendikbud RI. (2020). Kebijakan literasi digital untuk pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kemenag Republik Indonesia.
Kuntarto, E. (2021). Blended learning dalam pembelajaran PAI. Ta’dibuna, 8(2), 155–170.
Mahmudi, A. (2022). Literasi digital santri dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0. Jurnal Sosial Humaniora, 15(1), 66–78.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis (4th ed.). Sage.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







