Penerapan Tari Biring Tamparang (BINTA) dalam Pengembangan Keterampilan Ekspresif Anak Kelompok B di TK An-Nur Pulau Barrang Caddi
DOI:
https://doi.org/10.24252/nananeke.v9i1.63786Keywords:
biring tamparang dance, expressive skills, early childhood, classroom action researchAbstract
Expressive skills are an essential aspect of early childhood development, particularly in enabling children to express emotions through movement and facial expressions during dance activities. However, some children still experience difficulties in displaying expressions that correspond to dance movements and musical accompaniment. This study aimed to describe the implementation of the Biring Tamparang Dance (BINTA) in developing the expressive skills of Group B children at TK An-Nur Pulau Barrang Caddi. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in three cycles involving eight children as participants. Data were collected through observation and interviews and analyzed using descriptive quantitative analysis. The findings indicated a gradual improvement in children's expressive skills across the three cycles. The achievement rate increased from 30% in Cycle I to 70% in Cycle II and reached 80% in Cycle III, which met the Very Well Developed (BSB) criterion. The improvement was reflected in the children's ability to display facial expressions that were consistent with the dance movements and musical accompaniment, as well as to perform the dance more cohesively. These findings suggest that the implementation of the Biring Tamparang Dance (BINTA) is effective in enhancing the expressive skills of young children.
Downloads
References
Agustina, W. (2023). Upaya Meningkatkan Percaya Diri dalam Menari Melalui Metode Rangsang Musik bagi Anak (Kelompok A) RA Tarbiyatussibyan Tanjung Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023. Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan, 3(3), 249–255.
Ardiyani, L. P. C. (2025). Internalisasi Nilai Karakter Anak Melalui Keterlibatan dalam Tari Jejumputan. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 541–552.
Azahra, S., & Aryani, Z. (2024). Media Pembelajaran Seni Tari. Jurnal Insan Cita Pendidikan (Iceni), 1(4), 1–7.
Damayanti, E., Rasyid, M. R., Amaliah, A. R., & Hijriah. (2021). Capaian Aspek Perkembangan Seni dan Stimulasinya pada Anak Usia 3-4 Tahun. NANAEKE Indonesian Journal of Early Childhood Education, 4(1), 1–16.
Erina, F. P. T. (2026). Penerapan Media Pembelajaran Tari (Mentari) Berbasis Audiovisual Di Sekolah Inklusi DCC Global School.
Harahap, R. S. (2025). Upaya meningkatkan keterampilan seni tari Siswa Kelas III MIN 2 Padangsidimpuan melalui metode drill. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Hidayat, Y., & Nurlatifah, L. (2023). Analisis Komparasi Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini (STPPA) Berdasarkan Permendikbud No. 137 Tahun 2014 Dengan Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022. Jurnal INTISABI, 1(1), 29–40.
Maswati, R., Musdalifah, J., Indar, S. N., & Nurmiati, K. (2026). Dari sentuhan ke karya: Ekspresi motorik anak. Penerbit KBM Indonesia.
Maulinda, R., Muslihin, H. Y., & Sumardi, S. (2020). Analisis Kemampuan Mengelola Emosi Anak Usia 5-6 Tahun (Literature Riview). Jurnal PAUD Agapedia, 4(2), 300–313.
Melandri, L. N., Sunaryo, A., & Badaruddin, S. (2025). Model Pembelajaran Tari pada siswa Tunagrahita Ringan. Ringkang: Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari, 5(3), 274–284.
Nasucha, J. A. (2021). Difusi dan Desiminasi Inovasi Pendidikan. INTIZAM : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 1–10.
Ngewa, H. M. (2020). Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Melalui Kegiatan Gerak dan Lagu (Penelitian Tindakan di Kelompok B TK Pertiwi No. 1 Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Tahun 2016). EDUCHILD (Journal of Early Childhood Education), 2(1), 1–24.
Novriadi, F., Mayar, F., & Desyandri, D. (2023). Memperkenalkan drama musikal untuk membangun kreativitas dan kepercayaan diri di sekolah dasar. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 5757–5768.
Nurhasanah, A. (2025). Implementasi Seni Tari dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Hip Hop Bandar Lampung. UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
Purba, F. J. (2026). Penelitian Tindakan Kelas 2. BACA DISINI MEDIA INTERNASIONAL.
Setiawan, D., Hardiyani, I. K., Aulia, A., & Hidayat, A. (2022). Memaknai Kecerdasan melalui Aktivitas Seni : Analisis Kualitatif Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4507–4518. https://doi.org/10.31004/obsesi.vxix.xxx
Syifa’Salsabila, F., Rahmawati, I. Y., Rahmah, G. N., & Wulansari, B. Y. (2025). Media Cermin Ekspresi untuk Mengembangkan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini. Seminar Nasional Pendidikan Sarjanawiyata Tamansiswa, 2(1), 1–10.
Taib, B., Oktaviani, W., & Rahardjo, B. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam melestarikan budaya lokal Moloku Kie Raha pada pendidikan anak usia dini. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(2), 782–797.
Wahira, M. P., Hamid, A., Sos, S., & Rahmat Fadhli, E. M. (2025). Manajemen Pelatihan Apresiasi Seni Tari Nusantara: Strategi Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Indonesia Emas Group.
Wahyuningtyas, D. P. (2020). Pembelajaran tari dalam kurikulum PAUD. Spasi Media.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
3)Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).