Sosialisasi Praktik Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) pada Siswa Di UPT. SMAN 3 Kabupaten Takalar

Andi Nurpati Panaungi, Hasma, Rahmatullah Muin

Penulis

  • Andi Nurpati Panaungi STIKES Nani Hasanuddin
  • hasma hasma institut nani hasanuddin
  • rahmatullah muin institut nani hasanuddin

Abstrak

Sabun cuci piring adalah salah satu produk yang pengunaannya dapat membantu menghilangkan kotoran.
Sebelumnya sabun berbentuk batang, namun sekarang lebih banyak dibuat dalam bentuk sabun cair karena
penggunaannya lebih efektif dan pengunaannya dimasyarakat lebih banyak. Sabun termasuk kebutuhan pokok
dalam memperoleh kebersihan yang berstandar baik di kehidupan sehari-hari. Penggunaan sabun cuci piring
sangat efektif dalam membersihkan peralatan dapur. Masalah yang sering timbul pada sabun cuci piring
diantaranya adalah dermatitis kontak iritan yang berefek sitotoksik dikulit yang memberikan reaksi peradangan
non imunologik yang melewati jalur eksogen ataupun endogen yang langsung terkontak pada permukaan tubuh.
Untuk mengatasi hal tersebut, Maka diperlukan bahan alami untuk pembuatan sabun cair yaitu salah satuya jeruk
nipis (Citrus aurantifolia). Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu tanaman herbal yang sudah sering
kali dipergunakan sebagai obat. Ekstrak daun, ektrak kulit buah, ekstrak biji dan air perasannya merupakan bagian
yang bisa digunakan sebagai agen antibiotik, Ekstrak daunnya pula bisa digunakan menjadi agen antifungal. UPT
SMAN 3 Takalar adalah salah satu sekolah menengah atas di Takalar yang memiliki siswa yang banyak dengan
area sekolah yang cukup luas. SMAN 3 Takalar adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SMA di
Kalabbirang, Kec. Pattallassang, Kab. Takalar, Sulawesi Selatan. Dalam menjalankan kegiatannya, SMAN 3
Takalar berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan sudah terakreditasi A,
berdasarkan sertifikat 160/SK/BAP-SM/XI/2017. SMAN 3 Takalar beralamat di JL. Abdul Jalal Dg. Leo NO.2,
Kalabbirang, Kec. Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan
metode ceramah terkait materi cara membuat cuci piring dan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan secara
tutorial terkait cara pembuatan sabun cuci piring dari bahan perasan jeruk nipis. Monitoring hasil kegiatan
dilakukan dengan membandingkan hasil pre test dan post test siswa yang menjadi peserta pada kegiatan
pengabdian. Tim pengabdian melibatkan 4 dosen tetap dan 5 mahasiswa semester II di Institut Nani Hasanuddin.
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar siswa siswi, terkhusus Siswa-Siswi SMAN 3 Takalar dapat
membuat sabun cuci piring yang mudah serta dapat meningkatkan pengetahuan siswa-siswi mengenai manfaat
dan kegunaan dari setiap bahannya. Kegiatan ini juga dapat membuka peluang usaha kepada Siswa-siswi dengan
membuat sabun cuci piring sendiri yang sehat dan berkualitas.

Referensi

Jurnal

Ramadhan F., Laila N.Q., Luthfia P.H., Noor F., dan Tuti P., (2020). “Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci

Tangan Berbasis Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis di Desa Loano, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo”. Prosiding Seminar

Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan tema "Kesehatan Modern dan Tradisional". Yogyakarta.

Iswari, M., Zulmiyetri, Z., Budi, S., Nurhastuti, N., & Ardisal, A. (2022). Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring untuk

Pengembangan Wirausaha bagi Mahasiswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus, 11(1), 40-44.

Parama, P. W., Sukrama, I. D. M., & Handoko, S. A. (2019). Uji efektifitas antibakteri ekstrak buah jeruk nipis (Citrus

aurantifolia) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans in vitro. Bali dental journal, 3(1), 45-52.

Puspita, W., Hairunnisa, P., Dwi, A., Akademi, F., Yarsi, J., Panglima, A. N.,& Barat, K. (2020). in Vitro Antibacterial Activity

of Lime Fruit Juice (Citrus Aurentifolia) on Staphylococcus Aereus Bacteria Article History. 38–45.

Khasanah, I., Ulfah, M., & Sumantri, S. (2014). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanolik Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus

aurantifolia) dengan Metode DPPH (1, 1-difenil-2-pikrilhidrazil). Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 11(2), 9-17.

Heltonika, B., Situmorang, N. J. B., Wulandari, S., Rolijjah, S., Nasution, B., Farki, A., ... & Ningrum, N. S. (2023). Pembuatan

Sabun Cuci Piring dengan memanfaatkan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia s.) kepada Ibu-ibu PKK di Kampung Rantau Bertuah.

KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(6), 225-231.

Buku:

Pernantah, P. S. (2021). Pemanfaatan Citrus Aurantifolia sebagai Antiseptik dan Sabun Cuci Piring (p. 1).

Dirjen POM. 2014. Farmakope Indonesia Edisi V. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Chapter in an edited book:

Sumanto, S., (2016). Pembuatan Sabun Cair di Tlogomas Malang. Prosiding SENIATI, (Book-1).

Sumber Internet

Banjarnahor, S., & Artanti, N., 2014. Antioxidant Properties of Flavonoids. Medical Journal of Indonesia, 23(4), 239-

244.,https://mji.ui.ac.id/journal/index.ph p/mji/issue/view/96 (diakses 15 Juli 2019)

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

[1]
A. N. Panaungi, hasma hasma, dan rahmatullah muin, “Sosialisasi Praktik Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) pada Siswa Di UPT. SMAN 3 Kabupaten Takalar: Andi Nurpati Panaungi, Hasma, Rahmatullah Muin”, PHSJ, vol. 3, no. 2, hlm. 44–50, Sep 2026.