SOSIALISASI PEMBUATAN RAMUAN HERBAL DENGAN BAIK DAN BENAR KEPADA KADER KESEHATAN TRADISIONAL KELURAHAN BONTO-BONTO

Rosnidar Sumardi*, Wisdayanti, Roslinda

Penulis

  • Rosnidar Sumardi Universitas Sulawesi Barat
  • wisdayanti wisdayanti universitas sulawesi barat
  • roslinda roslinda universitas sulawesi barat

Kata Kunci:

Herbal, Kestrad, Kader, Ramuan

Abstrak

Kader kesehatan tradisional (kestrad) berperan penting dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga, namun pengetahuan mereka mengenai pembuatan ramuan herbal umumnya masih bersifat turun-temurun dan belum sepenuhnya mengacu pada standar keamanan dan higienitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kestrad Kelurahan Bonto-Bonto dalam membuat ramuan herbal yang baik dan benar, melalui kolaborasi dosen Farmasi Universitas Sulawesi Barat dengan tim Kestrad Puskesmas Ma'rang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif menggunakan media brosur, demonstrasi pembuatan tiga ramuan fungsional (temu lawak, sereh-kayu manis, dan jahe), serta evaluasi pre-test dan post-test terhadap 30–35 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman kader mengenai syarat bahan, takaran, cara pembuatan, dan cara penggunaan ramuan yang aman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan praktik kestrad yang lebih optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan tradisional berbasis masyarakat.

Referensi

Al Hariadini (2022) "Narrative Review: Pengaruh Jahe (Zingiber officinale) terhadap Mual dan Muntah." Jurnal Farmasis, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Terintegrasi. Jakarta: Kemenkes RI, 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Akupresur. Jakarta: Kemenkes RI, 2020.

Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2018.

Nuraidah, N., Putri, R., & Febriyani, P. A. (2025). Efektivitas Penggunaan Temulawak dan Madu untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 15(02), 58–64.

Sundari. (2001), dikutip dalam Jurnal SainHealth. (2019). Vol. 3 No. 1. Universitas Maarif Hasyim Latif.

Widodo, dkk. (2022). Profil Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi dari Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Jurnal Sains dan Manajemen, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

World Health Organization. WHO Traditional Medicine Strategy 2014–2023. Geneva: WHO Press, 2013.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

[1]
R. Sumardi, wisdayanti wisdayanti, dan roslinda roslinda, “SOSIALISASI PEMBUATAN RAMUAN HERBAL DENGAN BAIK DAN BENAR KEPADA KADER KESEHATAN TRADISIONAL KELURAHAN BONTO-BONTO : Rosnidar Sumardi*, Wisdayanti, Roslinda”, PHSJ, vol. 3, no. 2, hlm. 33–43, Sep 2026.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama