Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi Siswa/i di Desa Katangka
Andi Syahraeni Hafid, Titi Mildawati, Nur Intan Ayu, Khairiyah Reski Amalia4, Annida Qistina, Nurazizah Rahmadani Alimuddin, Sri Muliani, Nurfadila, Nur Fadhilah Sari, Muh. Ramli, Andi Muh. Dhabit Daffa, Muh. Faturahman, St. Radiyah Al-Adawiyah
Kata Kunci:
CTPS enam langkah; penyuluhan kesehatan; perilaku hidup bersih dan sehat; sekolah dasarAbstrak
Perilaku hidup bersih dan sehat perlu dibiasakan sejak usia sekolah karena pada masa ini kebiasaan mulai
terbentuk. Berdasarkan observasi awal di Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, sebagian
siswa/i belum terbiasa mencuci tangan pakai sabun secara benar, masih mengonsumsi jajanan yang kurang
terjamin kebersihannya, dan belum konsisten menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kondisi ini diduga
dipengaruhi oleh belum adanya kegiatan edukasi kesehatan yang berkesinambungan di sekolah. Kegiatan
pengabdian melalui Program Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa/i mengenai
perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukasi interaktif yang dipadukan
dengan Service Learning, meliputi penyuluhan enam materi perilaku hidup bersih dan sehat (cara mencuci tangan
dengan benar, menyikat gigi dengan benar, makanan sehat, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan membuang
sampah pada tempatnya) yang disertai pemutaran video dan peragaan gerakan cuci tangan pakai sabun.
Sebanyak 127 siswa/i dari SD Inpres Ta’buakkang dan MIS Muhammadiyah Passallangngang mengikuti kegiatan
ini. Pengetahuan siswa/i diukur menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif
kuantitatif dan diuji dengan uji Wilcoxon. Hasilnya menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 79,45
pada pre-test menjadi 92,60 pada post-test, atau naik 13,15 poin (p = 0,001), dengan skor terendah naik dari 40
menjadi 50. Dengan demikian, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat yang disertai media visual dan peragaan
gerakan dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i, sedangkan keberlanjutan penerapannya memerlukan
dukungan guru, orang tua, dan pihak sekolah
Referensi
Amani, Z., & Puspikawati, S. I. (2024). Efektivitas Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa MI Bustanul
Ulum Kemiri 1. BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 144–149.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga
Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Curtis, V., & Cairncross, S. (2003). Effect of washing hands with soap on diarrhoea risk in the community: A systematic
review. The Lancet Infectious Diseases, 3(5), 275–281. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(03)00606-6
Kementerian Kesehatan RI. (2011). Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 2269/MENKES/PER/XI/2011). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kurniawan, I., Haeril, Rachman, D. A., Suardi, S., & Ismi. (2026). Optimalisasi PHBS melalui Edukasi Interaktif
Terintegrasi pada Siswa SD di Desa Sengka, Gowa. PIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2).
https://doi.org/10.35960/pimas.v5i2.2434
Paruthi, S., Brooks, L. J., D’Ambrosio, C., Hall, W. A., Kotagal, S., Lloyd, R. M., Malow, B. A., Maski, K., Nichols, C.,
Quan, S. F., Rosen, C. L., Troester, M. M., & Wise, M. S. (2016). Recommended amount of sleep for pediatric
populations: A consensus statement of the American Academy of Sleep Medicine. Journal of Clinical Sleep
Medicine, 12(6), 785–786. https://doi.org/10.5664/jcsm.5866
Salahudin, M., Ayu, N. I., Febriana R., S. F., Sufika, A. F., Maryam, A., Maulidya, A. A., Damayanti, E. R., Putri, M. A.,
Putri, N. A., Gani, N. A. P. H., Syam, R. R., & Zuhrianugrah, S. (2025). Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) terhadap Siswa Sekolah Dasar di Desa Ujung Baji. Pangulu Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 5(1), 22–30.
Salim, M. F., Syairaji, M., Santoso, D. B., Pramono, A. E., & Askar, N. F. (2022). Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Samigaluh Kulonprogo. Jurnal Pengabdian dan
Pengembangan Masyarakat, 4(1), 19–24. https://doi.org/10.22146/jp2m.51342