Memberdayakan Anak-Anak PMI melalui Pendidikan Agility, Jaritmatika, dan Pengenalan Budaya Hari Batik Nasional
Keywords:
agile, scrum, metode pembelajaranAbstract
Artikel ini mengeksplorasi penerapan metode pengajaran berbasis agility dan scrum dalam konteks pendidikan non-formal untuk anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Melalui metode jaritmatika, siswa menunjukkan peningkatan keterampilan berhitung dasar secara signifikan, yang didukung dengan motivasi dan kepercayaan diri yang lebih tinggi berkat sistem kompetisi antar kelompok. Selain itu, pengenalan budaya Indonesia melalui kegiatan Hari Batik Nasional yang memanfaatkan teknologi aplikasi Canva membantu memperkuat identitas budaya siswa, meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya asal mereka meski berada di luar negeri. Metode scrum yang diterapkan dengan membagi siswa ke dalam kelompok kecil berhasil meningkatkan interaksi sosial, kemampuan bekerja sama, dan keterampilan kepemimpinan melalui aktivitas kolaboratif yang melibatkan pembentukan nama tim, yel-yel, dan pemilihan ketua. Meskipun program ini berhasil mencapai hasil positif, tantangan dihadapi terutama dalam keterbatasan area belajar dan gangguan suara dari lingkungan sekitar yang memengaruhi konsentrasi siswa. Namun, pendekatan agile yang fleksibel memungkinkan penyesuaian cepat, seperti penambahan kegiatan ice breaking untuk menjaga minat dan semangat belajar. Secara keseluruhan, metode agile dan scrum memiliki potensi sebagai solusi efektif dalam memberikan pendidikan yang inklusif bagi anak-anak PMI yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan formal.
References
Aisyah, N., & Rahman, A. (2022). Implementasi pembelajaran agile dalam pendidi-kan dasar: Meningkatkan kemandirian belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 245–260.
Anjarwati, L., Pratiwi, D. R., & Rizaldy, D. R. (2022). Implementasi literasi digital dalam upaya menguatkan pendidikan karakter siswa. Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran, 3(2). https://doi.org/10.23917/bppp.v4i2.19420
Beck, K., Beedle, M., van Bennekum, A., Cockburn, A., Cunningham, W., Fowler, M., Grenning, J., Highsmith, J., Hunt, A., Jeffries, R., Kern, J., Marick, B., Mar-tin, R. C., Mellor, S., Schwaber, K., Sutherland, J., & Thomas, D. (2001). Mani-festo for agile software development. http://agilemanifesto.org/
Budiansyah, M. (2023). Jaritmatika: Solusi kreatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 145–158.
Dewi, R. S., & Santosa, B. (2021). Pengenalan budaya batik dalam kurikulum pen-didikan: Tantangan dan peluang. Jurnal Sejarah dan Budaya, 22–38.
Dingsøyr, T., Dawood, A., & K. S. (2018). Agile software development: Current re-search and future directions. Journal of Systems and Software, 114–127.
Fitria, L., & Hidayati, N. (2023). Pembelajaran agile sebagai pendekatan inovatif da-lam mengembangkan soft skills siswa. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 310–325.
Kettunen, P., & Laanti, M. (2015). The role of agile practices in a hybrid project man-agement approach. International Journal of Project Management, 1774–1784.
Kurniawan, A. (2022). Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran matematika: Studi kasus Jaritmatika. Jurnal Penelitian Pendidikan, 85–99.
Putri, S., & Yuliana, R. (2022). Memperkuat identitas budaya melalui pendidikan seni: Kasus Hari Batik Nasional. Jurnal Seni dan Pendidikan, 114–128.
Sarastya, P. (2020). Implementasi Scrum dalam pengembangan perangkat lunak: Studi kasus pada perusahaan XYZ. Jurnal Sistem Informasi, 123–134.
Schwaber, K., & Sutherland, J. (2017). The Scrum guide: The definitive guide to Scrum: The rules of the game. https://scrumguides.org/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andi Ulfa Wulandari, Maulidya Ekasary, Nazwa Feryal Kamila, Ralfie Bimanabiel

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






