REFLECTION OF SIRI VALUES IN WOMEN'S PARTICIPATION: CULTURAL ANALYSIS AND DECISION MAKING IN THE SOUTH SULAWESI DEVELOPMENT PLANNING FORUM
DOI:
https://doi.org/10.24252/sipakalebbi.v10i1.65852Keywords:
Women's Participation, Musrenbang, Local Culture, Decision MakingAbstract
Women's participation in the Development Planning Consultation Forum (Musrenbang) is an important indicator in realizing inclusive and equitable development. However, the reality on the ground shows that women's involvement is often not optimal, especially in South Sulawesi, which has the cultural value of Siri' as a guideline for community behavior. This study aims to understand how the cultural value of Siri' influences women's participation in the development planning and decision-making process through the Musrenbang forum in South Sulawesi. This study uses a qualitative method with a socio-cultural approach through literature research reinforced with empirical data. Data collection was conducted through a documentation study of lontara manuscripts, historical documents, Bugis-Makassar cultural literature, as well as analysis of official documents from the South Sulawesi Provincial Government, data from the Central Statistics Agency, reports from the Culture and Tourism Office, and the results of a study by the Regional Research and Development Agency. Data analysis was conducted descriptively and interpretively using content analysis techniques and a hermeneutic approach. The results of the study show that the value of Siri' has an ambivalent influence on women's participation in Musrenbang. On the one hand, Siri' functions as an internal force that encourages women to maintain their self-respect, dare to voice the interests of the community, and fight for fair decisions. On the other hand, cultural constructs that position women as symbols of family honor, coupled with male dominance and power imbalances, limit women's space for expression, resulting in participation that is often formal and not yet substantive. This study emphasizes the importance of positively and contextually internalizing Siri' values in regional development planning to strengthen women's participation that is fair and in harmony with local culture without neglecting the principle of gender equality
Downloads
References
Agnes, Pratitis Offi, Diana Dewi Sartika, & Yunindyawati. (2017). Partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan desa. Jurnal Empirika: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 1–12.
Ali, N. A., et. al. (2024), Pelatihan kepemimpinan perempuan sebagai upaya peningkatan partisipasi perempuan pada rapat Musrenbang di Desa Salenrang Rammang-Rammang. PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat, 5(2), 200–207.
Anderson, J. E. (2015). Public policymaking: An introduction. Boston: Houghton Mifflin.
Anjana, Firki, Latifah Istidhamah, Manisa Adinda Delfi, dan Maulidia Tri Kusuma. “Siri’ na Pacce dalam Penyelesaian Konflik Hukum Adat dalam Masyarakat Bugis Makassar.” Humaniorasains: Jurnal Humaniora dan Sosial Sains 2, no. 2 (2025).
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. (2025). Indeks ketimpangan gender (IKG) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2024. Makassar: BPS Provinsi Sulawesi Selatan.
Badan Pusat Statistik. (2022). Indikator pembangunan berkelanjutan Indonesia. Jakarta: BPS.
Balitbangda Provinsi Sulawesi Selatan. (2021). Kajian nilai budaya lokal dalam pembangunan daerah. Makassar: Balitbangda Provinsi Sulawesi Selatan.
Besari, Andi Anugrah Surya Ardhy. “Relevansi Siri’ na Pacce sebagai Warisan Budaya Bugis-Makassar dengan Nilai-Nilai Qur’ani di Era Modern.” Journal of Social and Cultural Studies (2024): 61–78.
Bini Fitriani, A., & Siscawati, M. (2021). Posisi perempuan Bugis dalam tradisi, ritual, dan norma budaya siri’. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama & Kebudayaan, 21(2), 1–14.
Bini, A., Nurhayati, N., et al. (2021). Nilai siri’ dalam sistem sosial budaya Bugis-Makassar. Jurnal Kebudayaan Sulawesi Selatan, 4(1), 22–24.
Bustan, & Jumadi. (2024). Reaktualisasi siri’ sebagai pembelajaran nilai pada kepemimpinan. J-Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 1100–1110.
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Los Angeles: Sage Publications.
Darmayanti, R. R., & Syukur, M. (2025). Peran perempuan dalam ekonomi kreatif berbasis nilai siri’ na pacce di masyarakat Bugis Makassar. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 1262–1269.
Denzin, N. K. (2012). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. New York: McGraw-Hill.
Devitasari. “Peran Anggota DPRD Perempuan dalam Pembuatan Peraturan Daerah tentang Pengarusutamaan Gender di Sulawesi Selatan.” The POLITICS: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin 3, no. 2 (Juli 2017).
Fathimah, E. (2022). Siri’ sebagai motivasi dan etos kerja perempuan Bugis dalam peningkatan ekonomi keluarga. Jesya: Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah, 5(2), 2127–2134.
https://doi.org/10.36778/jesya.v5i2.786
Fathimah, Ema, Lusiana, dan Muhammad Abdillah. “Siri’ sebagai Motivasi dan Etos Kerja Perempuan Bugis dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga.” Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah 5, no. 2 (2022).
Fathimah, F., & Abdillah, A. (2022). Peran nilai siri’ dalam pembentukan etika sosial perempuan Bugis. Jurnal Sosiologi Reflektif, 16(2), 211–213.
Gadamer, H.-G. (2004). Truth and method. New York: Continuum.
Gaventa, J. (2006). Power and participation. IDS Bulletin, 37(6), 23–35.
https://doi.org/10.1111/j.1759-5436.2006.tb00329.x
Ghaniy, A. A., & Muhajirin, I. (2024). Nilai-nilai Bugis dalam daya juang dan motivasi menuntut ilmu: Analisis telaah pustaka pendahuluan. Jurnal Studi Edukasi Integratif, 1(3), 161–171.
Hadis Badewi, M. (2019). Nilai siri’ dan pesse dalam kebudayaan Bugis-Makassar dan relevansinya terhadap penguatan nilai kebangsaan. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo, 3(1), 79–96.
Hasni, H., & Nur, R. J. (2024). Reconstructing Gender Roles in Siri’ na Pacce Culture in the Modern Era: Challenges and Opportunities. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 26(2), 158-166.
Hidayah, S. N. (2018). Siri’ dan pesse dalam kebudayaan Bugis-Makassar. Jurnal Studi Walisongo, 26(2), 315–336. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Ikhsan, M. A., Ilham, M., & Teguh, P. (2022). Kepemimpinan berbasis nilai lokal: Studi nilai siri’ dalam pembuatan kebijakan publik. JIPSK: Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 7(2), 109–120.
Iqbal, Muhammad Falih, Sugeng Harianto, dan Pambudi Handoyo. “Transformasi Peran Perempuan Desa dalam Belenggu Budaya Patriarki.” Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 20, no. 1 (2023): 95–108.
Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women’s empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2019). Pedoman umum pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan. Jakarta: Bappenas.
Kesuma, A. I., & Irwan. (2019). Perempuan Bugis: Dinamika aktualisasi gender di Sulawesi Selatan. Dalam Prosiding Seminar Nasional LP2M UNM 2019: Peran Penelitian dalam Menunjang Percepatan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Makassar: LP2M Universitas Negeri Makassar, 320–328.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (3rd ed.). Los Angeles: Sage Publications.
Mattulada. (2015). Latoa: Suatu lukisan analitis terhadap antropologi politik orang Bugis. Makassar: Hasanuddin University Press.
Mohi, Mohamad Dimas. Partisipasi Perempuan dalam Musrenbang Kecamatan di Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Skripsi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2021.
Neliti. (2025). Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah. Diakses 23 Desember 2025 dari
Nur, Rezky Juniarsih, Siti Komariah, and Wilodati, ‘Siri’ Na Pacce and The Reconstruction of Gender Roles: The Dynamics of Modern-Day Womanhood in Bugis-Makassar Society’, Potret Pemikiran, 28 (2024), 104
Nurazizah Rahmi R., Yadi Ruyadi, dan Wilodati. “The Actualization of Siri’ Na Pacce Value in Bugis-Makassar Tribe Society in Rappocini Subdistrict, Makassar City, South Sulawesi Province.” Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis 10, no. 1 (2025): 56–70.
Nurmalasyari, Nasywa Sajidah, Dini Alviani, Salsa Bila, dan Sahrul Rusliawan. “Kebijakan Publik dan Peran Perempuan di Tengah Budaya Patriarki.” JSPH: Jurnal Sosial Politik Humaniora 1, no. 3 (2024).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (2022). Laporan pelaksanaan Musrenbang Provinsi Sulawesi Selatan. Makassar: Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan.
Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Daerah
Sriharini, Adam Hafidz Al Fajar, Mudfainna, Syamraeni, dan Novinta Sari. “Peran Kesetaraan Gender dalam Meningkatkan Produktivitas SDM dan Pertumbuhan Ekonomi.” Takfirul Iqtishodiyyah: Jurnal Pemikiran Ekonomi Syariah 4, no. 2 (Desember 2024).
Surya Ardhy, A. A. (2024). Relevansi siri’ na pacce sebagai warisan budaya Bugis-Makassar dengan nilai-nilai Qur’ani di era modern. Besari: Journal of Social and Cultural Studies, 2(1), 61–78.
Sutarman, Tifanny, et al. “Stereotip Gender pada Budaya Patriarki Indonesia sebagai Hambatan Pekerja Perempuan Berperan Ganda.” Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi 21, no. 2 (September 2024): 133–146.
Suwito, dan Tri Handayani Amaliah. “Konsep ‘Income’ dalam Realitas Budaya ‘Siri’ na Pacce’.” Dalam Prosiding Jurnal MANI (Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia), 1–10. 2015.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
United Nations Development Programme (UNDP). (2018). Governance for sustainable development. New York: UNDP.
United Nations Development Programme (UNDP). (2019). Human development report: Gender equality and women’s empowerment. New York: UNDP.
United Nations Development Programme (UNDP). (2020). Gender equality and women’s participation in development planning. New York: UNDP.
United Nations. (1979). Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW). New York: United Nations.
Widasuari, Della. “Pemaknaan Siri’ Na Pacce Ditinjau dari Aspek Psikologis.” Dalam Prosiding Temu Ilmiah Nasional, vol. 1 (2021): 169–179.
Wirawan, R., Mardiyono, & Nurpratiwi, R. (2020). Partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai implementasi perencanaan pembangunan bottom-up. Jurnal Administrasi Publik, 6(2), 145–148.
World Bank. (2012). Engendering development: Through gender equality in rights, resources, and voice. Washington, DC: World Bank.
Yassa, S., & Islami, N. A. (2024). Konsep siri’ dalam budaya Luwu dan relevansinya dalam pembelajaran PPKn. Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(3), 411–423.
