STRATEGI INTERVENSI PADA KOMUNITAS MUALLAF BERBASIS PEMBERDAYAAN DI KELURAHAN BETTENG KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN PINRANG

  • Sakaruddin Mandjarreki UIN Alauddin Makassar
    (ID)
  • Abd Gappar Yusuf UIN Alauddin Makassar
    (ID)

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini yaitu “Strategi Intervensi pada Komunitas Muallaf Berbasis Pemberdayaan di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang” adapun sub masalah dalam penelitian iniantara lain: 1. Bagaimana Intervensi pada Komunitas Muallaf Berbasis Pemberdayaan di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang?; 2. Apa Kendala dalam Melakukan Intervensi pada Komunitas Muallaf yang Berbasis Pemberdayaan di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang?.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan sosiologi yang lokasi penelitian ini yaitu bertempat di Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.Metode dalam pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen  dalam penelitian ini yaitu kamera, buku catatan, handphone dan pedoman wawancara. Setelah semua data terkumpul, peneliti melakukan analisis data dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (drawing conclusion).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Strategi intervensi pada komunitas Muallaf berbasis pemberdayaan di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang terbagi menjadi empat, yaitu: 1) strategi intervensi pemberdayaan dari segi pengembangan sumber daya manusia; 2) strategi intervensi pemberdayaan dari segi peningkatan sarana dan prasarana. Kendala yang dialami dalam melakukan intervensi meliputi akses mobilisasi ke lokasi yang sulit, tidak adanya akses interner maupun telepon seluler dan kurangnya tenaga pendampng dalam melakukan suatu pemberdayaan.

Implikasi Penelitian diharapkan dalam melakukan intervensi pemberdayaan secara sistematis dan berkelanjutan namun tetap mengacu pada teori pengembangan masyarakat yaitu menciptakan kemandirian masyarakat agar tidak selalu bergantung pada orang lain, serta melakukan upaya perbaikan jalur transportasi, sistem jaringan dan membangun jaringan kerjasama dengan beberapa pihak yang mampu melakukan pendampingan pada Komunitas Muallaf tersebut.

Published
2021-12-08
Section
Vol. 22 No.2 Desember 2021
Abstract viewed = 63 times