Ma`iyyatullāh Kajian Tafsir Tematik Dengan Pendekatan Tasawwuf
DOI:
https://doi.org/10.24252/jt.v14i1.68425Keywords:
Bersama Allah, Tafsir Tematik, TasawwufAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan ma‘iyatullāh melalui pendekatan tafsir tematik dengan perspektif tasawuf. Fokus penelitian diarahkan pada hakikat, bentuk, dan urgensi ma‘iyatullāh. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan dengan pendekatan ilmu tafsir dan ilmu tasawuf yang disusun menggunakan metode tematik. Data diperoleh dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ma‘iyatullāh, kemudian dianalisis dari berbagai aspek kebahasaan dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma‘iyatullāh adalah kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya secara mutlak tanpa dibatasi oleh ruang, waktu, maupun kondisi tertentu. Ma‘iyatullāh terbagi menjadi dua bentuk, yaitu ma‘iyah ‘āmmah dan ma‘iyah khāṣṣah. Ma‘iyah ‘āmmah merupakan kebersamaan Allah dengan seluruh makhluk-Nya, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, sedangkan ma‘iyah khāṣṣah merupakan kebersamaan Allah secara khusus kepada hamba-hamba yang memenuhi kriteria tertentu, seperti memiliki iman, ihsan, kesabaran, dan ketakwaan. Urgensi ma‘iyatullāh tampak dalam keutamaan yang diperoleh orang-orang yang bersama Allah, berupa pahala, pertolongan, kemenangan, petunjuk, dan cinta-Nya, serta dampak positif berupa kesadaran akan pengawasan Allah dan kemampuan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memahami hakikat ma‘iyatullāh berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an sekaligus menjadi refleksi tentang pentingnya iman, ihsan, kesabaran, dan ketakwaan sebagai jalan menuju kedekatan dengan Allah.References
‘Abd al-Baqi, Muhammad Fu’ad. Mu‘jam Mufahras li Alfaz al-Qur’an al-Karim. Cet. I; Kairo: Dar al-Kutub al-Qahirah, 1364 H.
A. Nicholson, Reynold. “The Mystic of Islam (Kanada: Word Wisdom, 2002), h. 119. Dikutip dalam Dalmeri, “Menggugat Persatuan Roh Manusia dengan Tuhan: Dekonstruksi Terhadap Paham Ittihad dalam Filsafat Abu Yazid al-Bustami”, Madania, 20, no. 2 Desember 2016.
Ahmad bi Faris bin Zakriya, Abu Husain. Mu‘jam al-Maqayis al-Lugah, Juz II. Cet. I; Beirut: Dar al-Fikr, 1399 H/ 1989.
Dalmeri, “Menggugat Persatuan Roh Manusia dengan Tuhan: Dekonstruksi Terhadap Paham Ittihad dalam Filsafat Abu Yazid al-Bustami”, Madania, 20, no. 2 Desember 2016.
al-Gazali, Muhammad. Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad, Terj. Fiqh U-Seerah: Understanding the Life of Prophet Muhammad. Cet. IV; Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2008.
al-Harwi al-Bagdadi, Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Sallam bin ‘Abdillah. al-Amsal, Juz I. Cet. I; t.t.: Dar al-Ma’mun li al-Turas, 1400 H/1980
Ibn Manzur al-Ansari al-‘Iraqi, Muhammadbin Mukrim bin ‘Ali Abu al-Fadl Jamal al-Din. Lisan al-‘Arab, Juz VIII. Cet. III; Bairut: Dar Sadir, 1414 H.
Ibrahim ‘Ali Ibn al-Murtada Ibn al-Mufaddal, Ibn al-Wazir Muhammad Ibn. al-‘Awasim wa al-Qawasim fi al-Zi’b ‘an sunnah Abi al-Qasim. Cet. III; Bairut: Muassasah al-Risalah, 1994 H/1415.
Joshanloo, Mohsen. and Parviz Rastegar, Development and initial validation of a scale to assess Sufi beliefs. Archive for the Psychology of Religion. Vol. 35, No. 1, 2013.
Kementerian Agama RI., al-Jamil: al-Qur’an Warna, Terjemah Perkata, Terjemah Inggris. Cet. I; Bekasi: Penerbit Citra Bagus Segara, 2012.
al-Maragi, Ahmad Mustafa. Tafsir al-Maragi, Juz. II. Cet. II; Beirut: Dar Al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1427 H./2002
Mukhtar ‘Umar, Ahmad. al-Mu‘jam al-Mausu‘i li Alfaz al-Qur’an al-Karim wa Qira’atuh. Cet. I; Riyad: Mu’assasah Sutur al-Ma‘rifah, 1423 H/ 2002.
Mustafa, Ibrahim. dkk., al-Mu‘jam al-Wasit, Jilid I. t.d.
al-Qusyairi, ‘Abd al-Karim bin Hawwazin bin ‘Abd al-Malik. Lata’if al-Isyarat, Juz II. Cet. III; Mesir: al-Hai’ah al-Misriyah al-‘Ammah, t.th.
al-Ragib al-Asfahani, Abu al-Qasim. al-Mufradat fi Garib al-Qur’an. Kairo: Dar Ibn al-Jauzi, 2010.
Sulanam, “From Sufi Order Ritual to Indonesian Islam” Journal of Indonesian Islam, 7 no. 1 2013.
Syamhudi, M. Hasyim. “Hulul, Ittihad, dan Wahdah al-Wujud dalam Perbincangan Ulama Zahir dan Batin”, Al-Tahrir, 13, no. 1 Mei 2013.









