Evaluasi Pencahayaan Alami pada Masjid Raya Baruga

  • Andi Rahmat Arianda teknik arsitektur fakultas sains dan teknologi uin alauddin makassar
    (ID)
  • Citra Sti Rahma teknik arsitektur fakultas sains dan teknologi uin alauddin
    (ID)

Abstract

 

Abstrak Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang. Kebutuhan pencahayaan suatu ruangan tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan di ruangan tersebut. Sistem pencahayaan dalam suatu ruangan dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu sistem pencahayaan alami yang bersumber dari alam dan sistem pencahayaan buatan yang dibuat oleh manusia. Standar minimal sistem pencahayaan buatan dalam suatu bangunan harus memenuhi syarat kesehatan, kenyamanan, keamanan dan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk bangunan gedung. Tingkat pencahayaan rata-rata suatu ruangan bergantung pada luas area, fluks total semua lampu, koefisien penggunaan, serta koefisien depresiasi. Tingkat pencahayaan ratarata suatu ruangan dapat diukur menggunakan luxmeter. Proses pengukurannya meliputi penentuan luas ruangan, type ruangan, penentuan titik penerangan, serta pengambilan data pengukuran. Hasil dari pengukuran tersebut dibandingkan dengan standar SNI pencahayaan.

 

Kata kunci : pencahayaan, pengaruh, masjid

 

 

Abstrack Lighting is one of the important factors in designing space. The lighting needs of a room depend on the type of activity carried out in the room. Lighting systems in a room can be divided into two main parts, namely natural lighting systems sourced from nature and artificial lighting systems made by humans. The minimum standard of artificial lighting systems in a building must meet health, comfort, safety requirements and meet the requirements that apply to buildings. The average lighting level of a room depends on the area, the total flux of all lights, the coefficient of use, and the depreciation coefficient. The average lighting level of a room can be measured using luxmeter. The measurement process includes determining the area of the room, type of room, determining the lighting point, and taking measurement data. The results of these measurements are compared to SNI lighting standards.

 

Keywords: lighting, influence, mosque

 

 

References

Aris Zainurrahman, Achmad Siddiq Annur, Zainul Khotob, Aulia Fikriarini M (2012) KUALITAS PENCAHAYAAN ALAMI MASJID DI LINGKUNGAN PERKOTAAN PADAT PENDUDUK. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. https://temuilmiah.iplbi.or.id/wp-content/uploads/2012/10/TI2012-06-p089-092-Kualitas-Pencahayaan-Alami-Masjid-di-Lingkungan-Perkotaan-Padat-Penduduk.pdf (di akses 20 juni 2019)

Latifah, Nur Laela. 2015. Fisika bangunan 1. Jakarta: Griya kreasi

M. Attar. (2014). Kenyamanan Termal Ruang Kuliah Dengan Pengkondisian Buatan, Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik.

Published
2019-12-22
How to Cite
Arianda, A. R., & Rahma, C. S. (2019). Evaluasi Pencahayaan Alami pada Masjid Raya Baruga. TIMPALAJA : Architecture Student Journals, 1(2). https://doi.org/10.24252/timpalaja.v1i2a7
Section
ARTICLE VOL 1 NO 2, DECEMBER 2019
Abstract viewed = 1065 times