Pembentukan Budaya Berbahasa Arab dalam Kehidupan Santri Pesantren Syekh Hasan Yamani
Keywords:
budaya bahasa; , lingkungan bahasa Arab; , pembiasaan; pesantrenAbstract
Penelitian ini menganalisis budaya kelembagaan yang mendasari penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari di Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani, Polewali Mandar. Kajian difokuskan pada sistem penerapan bahasa, hambatan pelaksanaan, dan strategi penguatan praktik komunikatif santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pengurus bagian bahasa, guru bahasa Arab, pembimbing asrama, serta santri kelas X dan XI, dan dokumentasi kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Arab dibudayakan melalui lingkungan formal dan informal yang terintegrasi, meliputi pembelajaran kelas, pembagian kosakata harian, muhadatsah, Arabic Club, layanan Central Language, pertunjukan kebahasaan, pajangan kosakata, pengawasan, dan sanksi bertingkat. Sistem tersebut menyediakan masukan dan interaksi bahasa secara berulang, tetapi kesinambungannya terhambat oleh padatnya kegiatan pesantren, perbedaan kemampuan awal, rendahnya kepercayaan diri, kecemasan gramatikal, keteladanan yang belum konsisten, dan lemahnya disiplin bahasa teman sebaya. Penguatan program memerlukan materi kosakata berjenjang, koreksi yang suportif, keteladanan konsisten, waktu khusus berbicara, pendampingan teman sebaya, serta evaluasi berkala. Temuan menegaskan bahwa keberhasilan bahasa Arab tidak hanya bergantung pada pengajaran, tetapi juga pada budaya kelembagaan yang menjadikan bahasa sebagai kebiasaan, identitas, dan praktik sosial bersama.