Gambaran Penerapan Standar Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar

Hasbi Ibrahim, Dwi Santy Damayati, Munawir Amansyah, Sunandar Sunandar

Sari


Rumah Sakit merupakan tempat kerja yang sarat dengan  potensi  bahaya kesehatan   dan   keselamatan   kerja. Berbagai   penelitian    menunjukan   bahwa prevalensi  gangguan  kesehatan  yang terjadi  di  fasilitas  kesehatan  lebih  tinggi dibandingkan  tempat  kerja  lainnya. Penerapan standar manajemen keselamatan dan kesehatan kerja Rumah Sakit merupakan bentuk upaya mengurangi risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini   adalah   untuk   mengetahui   gambaran   penerapan   standar   manajemen keselamatan dan kesehatan kerja Rumah Sakit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Haji  Makassar.  Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  RSUD  Haji Makassar telah menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja Rumah Sakit dengan  baik  sesuai  dengan  Kepmenkes  No.1087/MENKES/VIII/2010.  RSUD Haji Makassar telah menetapkan kebijakan terkait pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. RSUD Haji Makassar telah melakukan pelayanan Keselamatan dan Kesehatan kerja. RSUD Haji Makassar melaksanakan standar manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. RSUD Haji Makassar telah melaksanakan pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3). RSUD Haji Makassar telah melaksanakan program penanganan kejadian ketanggap daruratan. RSUD Haji Makassar telah melakukan pencatatan, pelaporan, evaluasi dan audit keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik. Implikasi dari penelitian ini adalah Rumah Sakit diharapkan mampu mengembangkan program program K3 di Rumah Sakit dan melakukan kegiatan sosialisasi dan simulasi secara rutin sehingga tercipta suasana aman dan sehat di lingkungan Rumah Sakit.

 

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Athifah A.N. (2014). Gambaran Budaya Keselamatan Pasien di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Makassar. Fakultas Kesehatan Masysarakat Universitas hasanuddin, 2:4-8

Departemen Agama Republik Indonesia (2013). Alqur’an & terjemahannya. Bandung: C.V. Diponegoro

Dinas Tenaga Kerja Sulawesi Selatan (2013). Laporan Tahunan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sulawesi Selatan

Hamka (2004). Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas

Hasyim H. (2007). Manajemen Hiperkes dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (Tinjauan Kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Institusi Sarana Kesehatan). Jurnal Manajemen Hiperkes dan Keselamatan Kerja, 3:11-15

Kementrian Kesehatan RI (2009). Undang-undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Mauliku, N. E. (2012). Kajian analisis penerapan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Stikes Achmad Yani, 4:65-69

OHSA 18001 (2007). Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. http://www.imsm.com/pdf/DL%HealthSafetyLeaflet%20V2.pdf.

Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar (2015). Profil Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Makassar

Salikunna, Asmar N., & Diana T.V. (2011). Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit Bersalin Pertiwi Makassar. Prodi Pendidikan Dokter Fakultas MIPA Universitas Tadulako, 2:33-38

Silviasari (2011). Penerapan Manajemen Risiko dan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Immanuel Medan Tahun 2011. Universitas Sumatera Utara, 2:16-20

Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan RSD. Bandung: Alfabeta

Supari. S. F. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:1087/MENKES/SK/VIII/2010 tentang standar kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan

Supari S. F. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 432/MENKES/SK/IV/2007 Tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.