PERMESTA MENGGUGAT (Telaah Atas Pemberlakuan Otonomi Daerah)

Surayah Rasyid

Sari


Studi ini mendiskusikan tentang ‘permesta menggugat’ sebagai sebuah gerakan pemberlakuan otonomi daerah. Isu sentral yang menjadi persoalan dalam studi ini adalah permesta dan otonomi daerah serta inflikasinya terhadap integrasi politik Indonesia. Dengan menggunakan analisis konten dan pendekatan sejarah, diperoleh pemahaman bahwa latar belakang lahirnya permesta adalah ketidakpuasan atas kebijakan-kebijakan pemerintah pusat, terjadiny perpecahan dwi-tunggal Soekarno-Hatta, serta adanya kesan bahwa Jawa menjajah daerah luar jawa, demikian pula adanya pembangunan yang tidak merata. Bentuk gerakan permesta pada awalnya dalam bentuk tawaran konsep terhadap pemerintah pusat mengenai penyelenggaraan pemerintahan. Namun upaya ini tidak disikapi secara bijak, sehingga permesta mengambil sikap tidak kompromi. Tuntutan otonomi daerah dijadikan prioritas bagi permesta, karena otonomi daerah disamping sudah menjadi amanat UUD 1945, juga merupakan sistem pemerintahan yang cukup efektif dalam rangka pemberdayaan potensi daerah untuk pembangunan, dan  kesejahteraan rakyat dapat terwujud.


Kata Kunci


Permesta menggugat, Otonomi Daerah.

Referensi


Abdullah, Hamid 1991, Andi Pangerang Petta Rani: Profil Pemimpin yang Manunggal Dengan Rakyat. Jakarta: Gramedia Widia Sarana Indonesia

Abdullah, Taufiq (editor), 1996: Sejarah Lokal di Indonesia. Jakarta;Gajah Mada University Press.

Alfian, 1992; Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Jakarta; PT Gramedia Pustaka Utama.

Alfian, Tengku Ibrahim, (Ed) 1993: Dari Babat dan Hikayat Sampai Sejarah Kritis. Yogyakarta, gajah Mada University Press.

Alisyahbana,S. Takdir, 1957. Perjuangan Untuk Autonomi Dan Kedudukan Adat di Dalamnya. Jakarta; Pustaka Rakyat.

Bahar, Safroedin, dan Tangdigiling (ed) 1996. Integrasi Nasional: Teori Masalah Dan Stategi. Jakarta, Ghalia, Indonesia.

Chambert, Henri dam Ambari, Hasan Muarrif (editor), 1999, Panggung Sejarah: Persembahan Kepada Prof. Dr Denys Lombard. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Dijk, P. Van, 1983, Darul Islam: Sebuah Pemberontakan. Jakarta: Grafiti Press.

Feith, 1970, The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Tanpa Tahun Dan Penerbit.

Gardner, Faul, 1999. Lima Puluh Tahun Hubungan Amerika Serikat-Indonesia. Jakarta, Pustaka Sinar Harapan.

Gazalba, Sidi, 1981. Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu. Jakarta; Bharatara Karya Aksara

George Mc. Turnan Kahin, “Indonesia” dalam kahin (ed), 1959 Mayor Goverments of Asia Ithaca,New York: Cornell University Press

Gonggong, Anhar, 1992, Abdul Kahar Mudzakkar dari Patriot hingga Pemberontak, Jakarta: Grasuindo

Gottschalk, Louis, 1986. Understanding History. Diterjemahkan oleh Nugroho Notosusanto dengan judul “Mengerti Sejarah” Jakarta: UI Press

Harvey, Sillars Barbara, 1989. PERMESTA Pemberontakan Setengah Hati Cetakan kedua, Jakarta,Pustaka Utama Grafiti

Hatta, Moh, 1960, Past And Future. Cornell Modern Indonesia Project.

John Wilson, 1973, Introduktion To Sosial Movements, New York: Basic Books, Inc Publisher

Kaho, J.R 1988. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia. Jakarta: Fisip-UGM dan Rajawali Press

Kartodirjo, Sartono, 1971. Messianisme Dan Millenarisme Dalam Sejarah Indonesia. Jogjakarta: Universitas Gajah Mada

---------, 1992. Pendekatan Ilmu Social Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia

---------, 1994. Pemberontakan Petani Banten 1888. cet. I, Jakarta: Pustaka Utama

Koentjaraningrat,1993. Masalah Kesukubangsaan Dan Integrasi Nasional. Jakarta, UI Press

Koesoemahatmadja, 1979. Pengantar Kearah Pemerintahan Daerah di Indonesia. Bandung, Bina Cipta

Kintowihjoyo,1994. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana

Legge, Kroef,1961. Central Autority And Regional In Indonesia, Itaca N.Y. Cornell university press

Leirizza,R.Z. 1991: PRRI Permesta Strategi Membangun Indonesia Tanpa Komunis, cet.1 Jakarta, Pustaka Utama Graffiti

L. T. Tampubolon, Inplasi dan Kebijaksanaan yang telah dijalankan di Indonesia, 1945-1962, Skipsi Sarjana EUI, 1965

Maryanov(1957), Decentralization In Indonesia As A polocal Problem, CMIP.

Meulen, SJ.WJ. Van Der, 1987. Ilmu Sejarah Dan Filsafat. Yogyakarta, Kanisius

Muzakkar, Abdul Kahhaar.1999. Konsepsi Negara Demokrasi Indonesia: Koreksi Pemikiran Politik Pemerintahan Soekarno. Jakarta, Madina Press

Muhaimin A Yahya, Bisnis dan Politik: Kebijaksanaan Ekonomi Indonesia, 1950 -1980, Jakarta, LP3ES, 1991

Nasution, A.H. 1984. Memenuhi Panggilan Tugas, Jakarta: Gunung Agung

Projodikoro, wiryono. 1980. Asas-asas Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta, Dian rakyat

Pye, Lucian,1964, The Roots Of Insurgensi Development Of Rebellion, dalam Harry Eckstein (ed) Internal War Problem And Approaches, London: The Freee Press Of Glencoe Collier- Macmillan

Rahkmat, redi et.all, 1992. Tantangan Dan Rongrongan Terhadap Keutuhan Dan Kesatuan Bangsa: Kasus PRRI. Jakarta: Jarahnitra.

Renier, G,J, 1997. History Its Purpose And Method, diterjemahkan oleh muin umar dengan judul Metode Dan Manfaat Ilmu Sejarah. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Scott, Peter Dale,1999. CIA Dan Penggulingan Soekarno. Yogyakarta: Lembaga Analisis Informasi

Melser, Neil 1962, Theory Of Collective Behavior, New York The Free Press

Soekamto, Soerjono, 1995. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Sujanito,1988. Cakrawala Otonomi Daerah Tingkat II. Jakarta: Rajawali.

Sundhaussen, Ulf, 1988, Politik Militer Indonesia 1945-1967, Jakarta, LP3ES

Syamsuddin, Nazaruddin, 1998, Integrasi Politik Di Indonesia, Jakarta: PT.Gramedia.

The Liang Gie, 1994, Pertumbuhan Pemerintahan Daerah Di Negara RI. Jilid II, Yogyakarta: Liberty

The Liang Gie, 1967, Pertumbuhan Pemerintahan Daerah Di Negara Republik Indonesia. Jilid III, Yogyakarta: Gunung Agung.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


See Google Scholar Profile for Al-Hikmah by clicking here