DAMPAK PENGEMBANGAN JALAN USAHA TANI (JUT) PADA KAWASAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Ratna Eka Suminar

Sari


Salah satu upaya untuk mengembangkan sektor pertanian adalah dengan meningkatkan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai, di antaranya melalui pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT). Dengan adanya pengembangan JUT diharapkan dapat mendorong kelancaran distribusi pada kawasan pertanian. Namun di sisi lain, pengembangan JUT diindikasikan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai lahan di sekitarnya sehingga memicu perubahan guna lahan dari pertanian menjadi permukiman. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sleman sebagai salah satu wilayah yang memiliki kawasan pertanian terluas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode analisis dalam penelitian ini adalah teknik tumpang susun (overlay) menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk membandingkan tren perkembangan JUT dan perubahan guna lahan pertanian di sekitarnya serta teknik pengumpulan data primer untuk mengetahui dampak lainnya dari pengembangan JUT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan JUT dapat memperlancar mobilitas alat mesin dan sarana produksi menuju lahan pertanian, serta memperlancar hasil produksi pertanian menuju tempat penyimpanan/pengolahan/pasar. Namun, di sisi lain dari tahun 2010 – 2016 terjadi perubahan guna lahan pertanian di sekitar JUT menjadi permukiman sebesar 429,38 Ha atau 20,72% dari total perubahan guna lahan pertanian di Kabupaten Sleman, khususnya pada ruas-ruas JUT yang telah ditingkatkan kapasitas jalannya. Hal tersebut membuktikan bahwa telah terjadi dualisme dampak pengembangan JUT pada kawasan pertanian yang seharusnya mendorong perkembangan sektor pertanian tetapi di sisi lain malah menyebabkan semakin terkikisnya kegiatan pertanian pada kawasan tersebut.


Kata Kunci


Jalan Usaha Tani (JUT); kawasan pertanian; dualisme dampak

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daldjoeni. 2003. Geografi Kota dan Desa. Bandung: PT Alumni.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. 2012. Konsep Pedoman Teknis Pengembangan Jalan Pertanian. Kementerian Pertanian.

Ilham, Nyak, Yusman Syaukat, dan Supena Friyatno. 2004. Perkembangan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konversi Lahan Sawah serta Dampak Ekonominya.

Irawan, Bambang. 2005. Konversi Lahan Sawah : Potensi Dampak, Pola Pemanfaatannya, dan Faktor Determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, Volume 23 No. 1, Juli 2005 : 1-18.

Jayadinata, J. T. 1999. Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Perdesaan, Perkotaan, dan Wilayah. Bandung: Penerbit ITB.

Puspasari, Anneke. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Dampaknya terhadap Pendapatan Petani, Studi Kasus Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Skripsi, Institut Pertanian Bogor, tidak dipublikasikan.

Rustiadi, E., Saefulhakim, S., dan Panuju, D. R. 2009. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan Obot Indonesia.

Tarigan, R. 2005. Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: Bumi Aksara.

Wahab, Abdul. 2009. Dampak Peningkatan Kualitas Jalan Lingkar Barat Enrekang terhadap Pengembangan Kawasan Pertanian. Tesis, Universitas Diponegoro, tidak dipublikasikan.




DOI: https://doi.org/10.24252/planomadani.v7i1a8

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is indexed by

Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota

ISSN Print:  2301-878X ISSN Online: 2541-2973

Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan
Email: jurnal.idaarah@uin-alauddin.ac.id