Eksistensi Maccera Manurung dalam Perspektif Nilai Islam

Sitti Fatimah Dwi Putri

Abstract


Maccera Manurung is a La Pariba heritage heirloom washing ceremony, as well as an expression of gratitude for the people of Matakali for the abundance of fortune from Allah swt received for a year. Whether it's a fortune in the form of health and abundant harvests. The author uses a type of qualitative research with a descriptive analysis of the objects discussed according to the reality that occurs in the community, especially in the Matakali community, Maiwa District, Enrekang Regency. The emergence of an unknown human figure in Matakali Enrekang that is able to bring positive change in the Matakali region and is known as Tomanurung La Pariba. The Matakali community agreed to appoint La Manariung to manurung La Pariba as a leader in their area until birth and his child called To Jabbari and then La Pariba suddenly also disappeared by leaving several objects namely Kawelang, Tengkeng Bassi and rifles, and then the objects of La Pariba were disposed of by the Matakali people as Maccera Manurung who also commemorated the services of La Pariba.

 

Maccera Manurung merupakan upacara pencucian benda pusaka peninggalan La Pariba, sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat Matakali atas limpahan rezki dari Allah swt yang diterima selama setahun. Baik itu rezki berupa kesehatan maupun hasil panen yang melimpah ruah. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif mengenai objek yang dibicarakan sesuai kenyataan yang terjadi di masyarakat, khususnya pada masyarakat Matakali Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang. Kemunculan sosok manusia yang tidak diketahui asal-usulnya di Matakali Enrekang yang mampu membawa perubahan positif di wilayah Matakali dan dikenal dengan Tomanurung La Pariba.masyarakat Matakali sepakat mengangkat to manurung La Pariba sebagai pemimpin di wilayah mereka hingga saat lahir dan dewasa anaknya yang bernama To Jabbari dan kemudian La Pariba tiba-tiba pula menghilang dengan meninggalkan beberapa benda yaitu Kawelang, Tengkeng Bassi dan senapan yang kemudian benda-benda peninggalan La Pariba tersebut diupacarakan oleh masyarakat Matakali dengan sebutan Maccera Manurung yang juga untuk mengenang jasa-jasa La Pariba.


Keywords


Maccera, Manurung, Nilai dan Islam.

Full Text:

PDF

References


Abidin, Andi Zainal. Kebudayaan Sul-Sel. Cet.I; Makassar: Hasanuddin Universitas Press, 1991.

Abidin, Andi Zainal. Kebudayaan Masyarakat Massenrempulu. Makasaar, 2000.

Abdurrahman, Dudung. Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999

Alisjahbana S. Takdir, Antropologi Baru: Nilai-nilai sebagai Tenaga Integrasi dalam Pribadi, masyarakat dan Kebudayaan (Jakarta: Universitas Nasional dan P.T. Dian Rakyat, 1986

Arief, Aburaerah. Kamus Makassar-Indonesia, Makassar: Yayasan Perguruan Islam Kapita “DDI”, 1995.

Casalba, Sidi. Asas Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1967.

Casalba, Sidi. Pengantar Kebudayaan sebagai Ilmu. Jakarta: Pustaka Antara, 1963.

Hafid, Muh Yunus. Bosara (Media Informasi Sejarah dan Budaya Sul-Sel). Makassar, 1998.

Hafid, Muh Yunus. Massenrempulu Menurut Catatan D.F. VAN BRAAM MORRIS. Makassar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1991.

Hamyuling. Upacara Tradisional (Pesta Adat) di Enrekang. Enrekang, 1999.

Hasyim, Abdul. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1975.

Koentjaraningrat. Pengantar Antropologi I. Cet.III; Jakarta: Rineka Cipta, 2005.

L. Poelinggomang, Edward dan Bambang Sulistyo. SULESANA (Jurnal Sejarah Sul-Sel, Tenggara dan Barat). Makassar: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional, 2007.

Linton Ralph, The Cultural Background Personality, diterjemahkan oleh Fuad Hasan, Latar belakang Kebudayaan dari pada Kepribadian (Jakarta: Jaya Sakti, 1962).

Mattulada. Latoa. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1985.

Mattulada. Sejarah Masyarakat dan Kebudayaan Sul-Sel. Makassar: Penerbit Hasanuddin Press, 1998.

Notosusanto, Nugroho. Mengerti Sejarah. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 1986.

Noor Arifin, Ilmu Sosial Dasar (Bandung: Pustaka Setia, 1999).

Palisuri. Puang Tumanurun Papilada dan Embong Bulan di Bukit Palli Kaluppini pada Abad XI di Enrekang. Manuskrip. Enrekang: Balai INFOKOM dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Enrekang, 1977.




DOI: https://doi.org/10.24252/rihlah.v7i2.11541

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan is indexed by

 

Publisher Address:

Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan is published by Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adaba dan Humaniora Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

ISSN Print: 2339-0921  ISSN Online: 2580-5762

Jln. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 
Email: rihlah@uin-alauddin.ac.id

View My Stats