Analisis Kandungan Zat Gizi Biskuit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poiret) Sebagai Alternatif Perbaikan Gizi di Masyarakat

  • Syarfaini Syarfaini Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • M. Fais Satrianegara Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Syamsul Alam Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Amriani Amriani Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)

Abstract

Ubi jalar ungu adalah ubi jalar yang kulit maupun dagingnya berwarna ungu pekat yang memiliki produktivitas yang tinggi, ubi jalar ungu varietas anitin-3 memiliki kandungan zat antosianin relatif lebih tinggi dibanding varietas antin-1 dan antin-2. Biskuit ubi jalar ungu merupakan salah satu produk diversifikasi pangan lokal akan potensi sumber daya alam khususnya pemanfaatan ubi jalar ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak, Besi (Fe), dan Vitamin C) pada biskuit ubi jalar ungu dan uji organoleptik biskuit tersebut. Jenis rancangan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) karena diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan homogen dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimentatif dengan menggunakan desain true-eksperimen. Metode yang digunakan untuk perlakuan ubi jalar ungu dengan perbandingan kelompok kontrol 1:0, kelompok eksperimen 1:1, 3:1, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 perlakuan dengan konsentrasi berbeda pada biskuit ubi jalar ungu dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian sampel 1:0 yaitu kandungan Karbohidrat 16,26%, Protein 4,51%. Lemak 21,50%, Fe 107, 57 ug/g dan Vitamin C 66,89 mg sampel 1:1 yaitu kandungan sampel 1:1 yaitu kandungan sampel 1:3 yaitu Karbohidrat 16,26%, Protein 4,51%. Lemak 21,50%, Fe 107, 57 ug/g dan Vitamin C 66,89 mg. Uji hedonik terbaik terdapat pada formulasi 1:3, sedangkan uji mutu hedonik dengan kriteria agak baik pada formulasi 1:1, 3:1 dan 1:3. Uji Friedmen P<0,05 terhadap warna, tekstur dan mutu overall. Rekomendasi produk terbaik dari keempat sampel untuk kebutuhan zat gizi makro dan zat gizi mikro pada formulasi 1:3. Jadi disarankan bagi masyarakat agar dapat membuat biskuit ubi jalar ungu untuk menjadi makanan layak konsumsi sebagai makanan tambahan guna memenuhi kebutuhan zat gizi perharinya.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Syarfaini Syarfaini, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Dosen Bagian Gizi FKIK Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

M. Fais Satrianegara, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Dosen Bagian Administrasi Rumah Sakit FKIK Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Syamsul Alam, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Dosen Bagian Gizi FKIK Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Amriani Amriani, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Mahasiswa Bagian Gizi FKIK Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

References

Ali, M. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa

Almatsier, S. (2010).Prinsip Dasar Ilmu Gizi Cetakan Ke Sembilan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Ayustaningwarno, F. (2014). Teknologi Pangan, Teori Praktis dan Aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu

Balitkabi (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian). (2015). Varietas Unggul Aneka Kacang dan Umbi

BPS (Badan Pusat Statistik). (2015). Data Statistik Pertanian Tanaman Pangan

Barasi, M. E. (2009). At a Glance: Ilmu Gizi. Penerjemah: Hermin. Jakarta: Penerbit Erlangga

Departemen Agama RI. (2010). Al Quran dan Terjemahnya. Semarang: Cv. Toha Putra.

Dinas Pertanian Sulawesi Selatan. (2015).Data Produksi dan Produktivitas Ubi Jalar

Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Oktavianti, dkk. (2015). Modifikasi Fisik Annealing Terhadap Tepung Ubi Jalar Ungu. Jurnal Pangan dan Agroindustri 3:551-559

Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Laporan Penelitian). (2013) Makassar: Alauddin Press

Rahayu, dkk. (2014). Daya Terima dan Kandungan Gizi Makanan Tambahan Berbahan Dasar Ubi Jalar Ungu. Food Science and Culinary Education Journal

Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). (2013). Data Statistik Konsumsi Makanan Olahan Tepung Terigu

Sari, dkk. (2014). Uji Organoleptik Formulasi Biskuit Fungsional Berbasis Tepung Ikan Gabus (Ophiocephalus Striatus). Jurnal Pangan Dan Gizi Agritech Institut Pertanian Bogor 2:34-39

Sediaoetama, A. D. (2010).Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat

Shihab, M. Q. (2009). Tafsir Al-Mishbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran. Jakarta: Lentera Hati

SNI (Standar Nasional Indonesia). (2011).Uji Bahan Makanan dan Minuman. Badan Standardisasi Nasional SNI 01-2891-2011.

Supariasa, dkk. (2012). Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Syarfaini. (2012). Dasar-dasar Ilmu Gizi. Makassar: Alauddin Press

Ticoalu, dkk. (2016). Pemanfaatan Ubi Ungu (Ipomoea Batatas) Sebagai Minuman Berantosianin Dengan Proses Hidrolisis Enzimatis.Jurnal Pangan dan AgroindustriVol. 4:46-55.

How to Cite
Syarfaini, S., Satrianegara, M. F., Alam, S., & Amriani, A. (1). Analisis Kandungan Zat Gizi Biskuit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poiret) Sebagai Alternatif Perbaikan Gizi di Masyarakat. Al-Sihah: The Public Health Science Journal, 9(2). https://doi.org/10.24252/as.v9i2.3763
Section
Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Abstract viewed = 7854 times