PENGARUH HABBATUSSAUDA (NIGELLA SATIVA) TERHADAP VIABILITAS BAKTERI PROTEUS MIRABILIS PADA LUKA KAKI DIABETIK SECARA IN VITRO

Main Article Content

Alifia Ayu Delima
Saharuddin Saharuddin

Abstract

Luka kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi utama pada penyakit diabetes mellitus. Jika ulkus dibiarkan tanpa penatalaksanaan yang baik akan mengakibatkan infeksi atau gangrene. Habbatusauda (nigella sativa) memiliki efek antimikroba, antiinflamasi, dan antidiabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh habbatussauda terhadap viabilitas bakteri Proteus mirabilis pada luka kaki diabetik. Penelitian ini dilakukan secara in vitro pada isolat luka kaki diabetik yang berasal dari 15 sampel. Uji antimikroba dilakukan dengan inokulasi pada media PCA (Plate Count Agar), medium MSA (Manitol Salt Agar), dan uji daya hambat dilakukan dengan pengukuran diameter tiap jenis cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah koloni bakteri proteus mirabilis tertinggi pada sampel ialah sebanyak 3x1012 dengan diameter daya hambat habbatusauda terkecil yaitu 14 mm2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat asosiasi yang bermakna antara diameter daya hambat habbatussauda terhadap pertumbuhan koloni bakteri Proteus mirabilis.

Article Details

Section
Article
Author Biography

Alifia Ayu Delima, Program Studi Pendidikan Dokter, UIN Alauddin Makassar

Departemen Mikrobiologi

References

1. Zhang, P., Lu, J., Jing, Y., Tang, S., Zhu, D., & Bi, Y. (2016). Annals of Medicine Global epidemiology of diabetic foot ulceration: a systematic review and meta-analysis. Annals of Medicine.
2. Yusuf, S., Okuwa, M., Irwan, M., Rassa, S., Laitung, B., Thalib, A., Sugama, J. (2016). Prevalence and risk factor of diabetic foot ulcer in a regional hospital, Eastern Indonesia. Open Journal of Nursing, 6 (January), 1-10.
3. Asten, S. A. V. Van, Fontaine, J. La, Peters, E. J. G., Bhavan, K., & Kim, P. J. (2016). The microbiome of diabetic foot osteomyelitis. Eur J Clin Microbiol Infect Dis, 35, 293–298.
4. Baranoski, S., & Ayello, E. (2012). Wound Care Essentials; Practice Principles (Third Edit). Philadelphia. New York: Lippincott William & Wilkins.
5. Tiwari, P., Kumar, B., Kaur, M., Kaur G. & Kaur H., 2011, Phytochemical Screening and Extraction: A Review, International Pharmaceutica Sciencia, 1 (1), 98-106.
6. Raisa adhiba dkk. 2009. Obat kumur jintan hitam (nigella sativa) 17,5% terhadap penurunan gingivitis. Surabaya. FKG Unair.
7. Saltoglu N, Yemisen M, Ergonul O et al (2015) Predictors for limb loss among patient with diabetic foot infections: An observational retrospective multicentric study in Turkey. Clin Microbiol Infect 21(7): 659–64
8. Jockenhöfer, Gollnick, Herberger, Isbary, Renner, Stücker, Dissemond. (2013). Bacteriological pathogen spectrum of chronic leg ulcers: Results of a multicenter trial in dermatologic wound care centers differentiated by regions.
9. Hadits Al-Bukhari no. 5688/Al-Fath X/143, dan Muslim no. 2215 dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu. Lafazh ini adalah lafazh Muslim.