Pengaruh Lama Kontak dan Kerapatan Tanaman Kangkung Air Dalam Mereduksi Fosfat Pada Air Larutan Deterjen Buatan
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v5i2.10439Abstract
Penggunaan deterjen per kapita bergerak sejalan dengan pertumbuhan gross domestik product (GDP) setiap tahun, artinya semakin meningkat pendapatan masyarakat , maka konsumsi deterjen juga meningkat. Bila deterjen tidak terdegradasi secara sempurna di perairan dan masuk kedalam jaringan tubuh, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh yang bersifat toksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efisiensi tanaman kangkung dalam menurunkan kandungan fosfat pada limbah deterjen berdasarkan kerapatan dan lama kontak tanaman. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan eksperimen semu, dengan desain penelitian yang digunakan adalah pretest – posttest design with Control Group. Populasi pada penelitian ini adalah larutan deterjen yang dibuat menggunakan air yang bersal dari Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) sebanyak 315 liter dicampurkan dengan 1.350 gr deterjen merek Daia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 11 buah, yang terdiri dari satu sampel pretest,satu sampel kontrol dan 9 sampel perlakuan. Kandungan fosfat pada wadah pretest sebesar 65 mg/l. Efisiensi penurunan kandungan fosfat selama 9 hari yaitu menggunakan 12 individu sebesar 76,32%, 24 individu sebesar 72,38% dan 34 individu sebesar 73,11%. Pada hasil uji, didapatkan hasil p-value = 0,097 (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata penurunan kadar fosfat pada larutan pupuk sebelum dan setelah perlakuan dengan variasi kerapatan tanaman dengan variasi waktu kontak.
Kata kunci: deterjen, limbah, fosfat, sampel
References
Basri, S., & Hamzah, E. (2016). Efektivitas Kemampuan Tanaman Jeringau (Acorus calamus) untuk Menurunkan Kadar Logam Berat di Air. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 1(1), 49-59.
Effendi, H. (2000). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius : Yogyakarta
Katipana, D. D. (2015). Uji Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Kangkung Air (Ipomea aquatica F) di Kampus UNPATTI Poka. Biopendix. 1(2), 143-149.
Muliadi. (2013). Fitoremediasi:akumulasi dan distribusi logam berat nikel, cadmium, dan chromium dalam tanaman Ipomea Reptana. Prosiding seminar nasional kimia dan pendidikan kimia HKI Sumatra Barat.
Nugroho (2019).Pengaruh lama kontak dan kerapatan tanaman Enceng Gondok dalam mereduksi cadmium pada air larutan pupuk buatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-journal) Volume 7, nomor 1 J
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001, Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran air. 2001;
Priyanto, B. dan Prayitno, J. (2004). Fitoremediasi Sebagai Sebuah Teknologi Pemulihan Pencemaran, Khususnya Logam Berat. http://ltl.bppt.tripod.com/sublab/lfl ora1.htm. Diakses pada tanggal 11 Agustus 2019.
Rizky. (2017). Pengaruh variasi lama kontak tanaman Azolla Micrphylla terhadap penurunan kadar fosfat dan COD pada limbah laundry. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-journal) Volume 7, nomor 1
Sari K dan Sulistiani, Widya Sartika. (2017), Respon tanaman terhadap kondisi lingkungan yang tercemar logam berat, kalah atau bertahan? Prosiding seminar nasionalpendidikan,FKIP Universitas Muhammadiyah Metro.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
