Determinan Kejadian Penyakit Diare Pada Santri Di Pesantren Modern Kota Makassar Tahun 2018
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v5i2.13912Abstract
Diare adalah kondisi dimana seseorang mengalami buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat) lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran determinan kejadian penyakit diare santri pada 4 Pesantren modern kota Makassar yaitu Pesantren Darul Aman, Ummul Mukminin Putri, IMMIM Putra, Darul Arqam. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional dengan jumlah responden sebanyak 149 responden. Karakteristik responden berdasarkan umur mayoritas terdapat pada umur 14 tahun (43.6%), berdasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki 90 responden. Kebiasaan jajan cukup berada pada Pesantren IMMIM Putra (74%) dan kebiasaan jajan kurang pada Pesantren Darul Arqam (70%). Kebiasaan mencuci tangan cukup berada pada Pesantren IMMIM Putra (47.1%) dan Kebiasaan mencuci tangan kurang berada pada Pesantren Darul Arqam (80%). Perilaku membuang sampah cukup berada pada Pesantren Darul Aman dan Darul Arqam (66.7%) dan perilaku membuang sampah kurang berada pada Pesantren Darul Arqam (66.7%). Perilaku penggunan jamban cukup berada pada Pesantren Ummul Mukminin Putri (65.8%) dan perilaku jamban kurang berada pada Pesantren Darul Arqam (66.7%). Kondisi penyediaan air bersih Pesantren modern berada pada kriteria memenuhi syarat, kondisi sarana pembuangan sampah terdapat 2 Pesantren yang memenuhi syarat dan 2 Pesantren lainnya tidak memenuhi syarat, kondisi sarana pembuangan air limbah (SPAL) berada pada kategori memenuhi syarat, keadaan jamban/WC Pesantren modern tidak memenuhi syarat, keadaan kantin pada Pesantren modern berada pada kategori tidak memenuhi syarat
Kata kunci : Diare, Pesantren, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
References
Adriansyah, A. A. (2017). Keterkaitan Antara Sanitasi Pondok Pesantren dengan Kejadian Penyakit yang Dialami Santri di Pondok Pesantren Sunan Drajat,. jurnal FKM 1, 4–13.
Adyanastri, F. (2012). Etiologi dan Gambaran Klinis Diare Akut di RSUP Dr Kariadi Semarang.. FK Undip, 1–59.
Arahman,(2012). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Batua Makassar jurnal ilmiah. 2,1-10.
Asnidar. (2015). Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Kejadian Diare pada Anak di Puskesmas Bontonompo di Kabupaten Gowa Tahun 2015. Jawa Barat. Al-Hidayah
Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Pelaksanaan Pencegahan Penyakit Diare, Jakarta : Ditjen PPM & PL.
Depkes RI (2005). Pedoman Teknis Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan di Sekolah. jakarta : Dirjen P2M dan PLP Depkes RI
Dinkes Makassar. (2017). Profil Kesehatan Kota Makassar Tahun 2016. Makassar: Pemerintah Kota Makassar
Fatmawati, Saputra,(2016). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Santri Pondok Pesantren As ’ Ad dan Pondok Pesantren Al Hidayah Healthy Lifestyle and Clean Practise Of Santri In Pondok Pesantren As ’ Ad And Pondok Pesantren. 1(1), 29–35.Al -Hidayah
Fazlin, Syarifah. (2013). Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Teknik Mencuci Tangan yang Benar Terhadap Kejadian Diare Di SDN 01 Pontianak. Artikel Penelitian, , diakes pada 30 januari 2014.
Depkes RI (2005). Pedoman Teknis Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan di Sekolah. jakarta : Dirjen P2M dan PLP Depkes RI
Dinkes Makassar. (2017). Profil Kesehatan Kota Makassar Tahun 2016. Makassar: Pemerintah Kota Makassar
Fatmawati, Saputra. (2016). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Santri Pondok Pesantren As ’ Ad dan Pondok Pesantren Al Hidayah Healthy Lifestyle and Clean Practise Of Santri In Pondok Pesantren As ’ Ad And Pondok Pesantren. 1(1), 29–35.Al -Hidayah
Fazlin, Syarifah. (2013). Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Teknik Mencuci Tangan yang Benar Terhadap Kejadian Diare Di SDN 01 Pontianak. Artikel Penelitian, , diakes pada 30 januari 2014.
Kemenkes RI. (2011). Situasi Diare di Indoesia. Jakarta: Balitbang Kemenkes Ri
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1429/MENKES/SK/XII/2006
Kuspriyanto (2002). Pengaruh Sanitasi dan Higiene Perorangan terhadap Penyakit Kulit. Tesis. Surabaya
Lafendi. (2017). Implementasi Pendidikan Soft Skills pada Santri Di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Boyolali Tahun 2017. Jurnal Ilmiah. 1.1-8
Manson's (1996). Etiologi dan gambaran klinis diare akut di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Jurnal FK.2.1-3
Marylin, E. B. (2008). Hubungan Antara Pembuangan Sampah dengan Kejadian Diare pada Penduduk di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Marylin Junias 1 , Eliaser Balelay 2, 03(02).
Palancoi, N. A. (2014). Hubungan antara Pengetahuan dan Lingkungan dengan Kejadian Diare Akut pada Anak di Kelurahan Pabbundukang Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep.Jurnal Kesehatan, VII(2), 346–352.
Profil Kesehatan Sulawesi Selatan Tahun 2016
Profil Kesehatan Kota Makassar Tahun 2015
Rosmila (2013). Sanitasi Dan Periaku Personal Hygiene Santri Pondok Pesantren Darul Abrar Kabupaten Bone Tahun 2013.Skripsi
Sudirman, N., Saleh, M., Susilawaty, A., & Basri, S. (2019). Kondisi Sanitasi Lingkungan Pondok Pesantren di Kota Makassar Tahun 2018. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 5(1), 39-45.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
