Efektivitas Sistem Pengolahan Limbah Cair di Rumah Sakit Bali Med Denpasar Tahun 2020
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v6i3.15781Abstract
Rumah sakit merupakan instansi pelayanan kesehatan yang cukup banyak menghasilkan limbah. Pengelolaan dan penanganan limbah rumah sakit saat ini menjadi perhatian internasional. Diperlukan sistem pengolahan limbah cair rumah sakit sehingga ketika di keluarkan ke lingkungan tidak memiliki dampak bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas instalansi pengolahan air limbah di Rumah Sakit BaliMed Denpasar tahun 2020. Jenis penelitian ini termasuk penelitian cross sectional dan bersifat observasional. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan pengolahan air limbah rumah sakit dengan sistem biofilter di Rumah Sakit Balimed efektif dalam menurunkan kadar parameter yaitu suhu sebesar 9,28%, TDS sebesar 22,98%, TSS sebesar 89,69%, Amonia Nitrogen 98,61%, BOD sebesar 95,51%, COD sebesar 90,32%, senyawa aktif biru metilen sebesar 97,39%, minyak dan lemak sebesar 75%. Sistem pengolahan limbah cair masih belum efektif dalam menurunkan parameter pH yaitu mengalami kenaikan dari 7,64 menjadi 7,82 tetapi masih memenuhi baku mutu. Untuk dapat hasil outlet yang baik dan memenuhi standar baku mutu diharapkan tenaga sanitarian agar melakukan pemantauan atau pengecekan berkala sehingga mencegah terganggunya proses pengolahan air limbah.
Kata Kunci : limbah rumah sakit, sistem pengolahan air limbah, efektivitas
References
Arifin,dkk. (2016). Efektifitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit X Kabupaten Banjar. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13 (1), hal. 306-314.
Delila, dkk. (2016). Analisis Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Penilaian Masyarakat Terhadap Pengolahan Limbha Cair Rumah Sakit Umum W.Z. Yohanes Kupang. Jurnal Bumi Lestari, 16 (2), hal. 92-99
Djaja, I. M., & Maniksulistya, D. (2006). Gambaran Pengelolaan Limbah Cair Di Rumah Sakit X Jakarta Februari 2006. Makara Kesehatan , 60-63.
Indrayani, L., & Rahmah, N. (2018). Nilai Parameter Kadar Pencemar sebagai Penentu Tingkat Efektivitas Tahapan Pengolahan Limbah Cair Industri Batik. Rekayasa Proses, 12 (1), hal. 41-50.
Isyuniarto, & Andrianto. (2008). Pengaruh Waktu Ozonisasi Terhadap Penurunan Kadar BOD, COD, TSS dan Fosfat Pada Limbah Cair Rumah Sakit. Yogyakarta: PTAPB.
Kerubun, A. A. (2014). Kualitas Limbah Cair Di Rumah Sakit Umum Daerah Tulehu. MKMI, 180-185.
Khusnuryani, A. (2018). Mikrobia Sebagai Agen Penurun Fosfat Pada Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit. Yogyakarta: IST AKPRIND
Ningrum & Khalista. 2014. Gambaran Pengolahan Limbah Cair Di Rumah Sakit X Kabupaten Jember. Jurnal IKESMA. 10
Peraturan Gubernur Bali No 16 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lingkungan Hidup Dan Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
Sari, dkk. (2018). Kandungan Limbah Cair Berdasarkan Parameter Kimia di Inlet dan Outlet Rumah Pemotongan Hewan (Studi di Rumah Pemotongan Hewan X Kabupaten Jember).Journal of Health Science an Prevention, 2 (2).
Said. (2006). Paket Teknologi Pengolahan AIr Limbah Rumah Sakit Yang Murah dan Efisien.
Sanjaya & Datya. (2016). Perancangan Aplikasi Efektifitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Dengan Pemrograman Visual Foxpro (Studi Kasus:RSUP Sanglah Denpasar). Jurnal Teknologi Informasi Dan Komputer. 2(2).
Sitanggang. (2017). Sistem Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit Setia Budi Medan Tahun 2017. Karya Tulis Ilmiah. Jurusan Kesehatan Lingkungan. Poltekkes Menkes Medan, Kabanjahe.
Solihati N.E dkk. (2016). Laporan Praktikum Pemeriksaan Kualitas Air .Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro, Semarang
Wirajaya. (2018). Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung Mangusada. Skripsi Sarjana. Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains Dan Teknologi. Universitas Dhyana Pura, Badung
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
