Hubungan Lingkungan Fisik dengan Keberadaan Jentik Aedes sp. di Kelurahan Balleanging Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v7i2.23511Abstract
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) atau Dengue Haemoragic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang dibawa oleh nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit DBD banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, merupakan penyakit berbasis lingkungan yang menjadi salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik yaitu suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya dengan keberadaan jentik Aedes sp. di wilayah Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan variabel suhu udara (p value 0,901) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik Aedes sp. sedangkan variabel kelembapan udara (p value 0,001) dan intensitas cahaya (p value 0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik Aedes sp. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada pihak puskesmas serta pemerintah setempat agar secara berkala memberikan pengetahuan dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya mengendalikan perkembangbiakan jentik nyamuk di setiap rumah, yaitu dengan mengadakan kegiatan pemeriksaan jentik. Disarankan pula kepada masyarakat agar secara rutin menjaga kondisi lingkungan rumah, dalam hal ini membuat ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara baik sehingga tidak menjadi tempat potensial perkembangbiakan nyamuk, demi mencegah penularan DBD.
References
Aji R, Totong M, Kamaluddin, Salni, Sriati. (2016). Environmental Factors And Indices Related to Dengue Vector Jentik In Rejang Lebong District. Int Res J Public Environ Health. 3(7):162-6
Brahim dan Hasnawati. (2010). Demam Berdarah Dengue Buletin Jendela Epidemiologi Vol.2.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep. (2014). Profil Puskesmas Balocci. Pangkep: Dinkes Kab. Pangkep.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (2014). Profil Kesehatan Indonesia. Makassar: Dinkes Sulawesi Selatan.
Irmayanti. (2013). Analisis Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue pada Anak yang dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Makassar: Jurnal STIKES NH.
Iskandar, A. (1985). Pemberantasan Serangga dan Binatang Pengganggu. Jakarta: Pusdiknakes.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Demam Berdarah Dengue, Buletin Jendela Epidemiologi. Jakarta: Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kementerian Kesehatan RI.
-------.(2011). Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah. Jakarta: Kemenkes.
-------.(2013). Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: Kemenkes.
L, Lambrechts dkk. (2011). Impact of daily temperature fl uctuations on dengue virus transmission by Aedes aegypti. Dalam Randy S. ed. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. Washington (US): National Academy of Sciences of the United States of America. Halaman : 7460 – 7465.
Muninjaya, AA Gde. (1999). Manajemen Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Muslim dan Azhari. (2004). Faktor Lingkungan yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Infeksi Virus Dengue (Studi Kasus di Kota Semarang). Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro diakses melalui http://eprints.undip.ac.id/14484/ pada 21 Juli 2015.
Nugrahaningsih, Mardiyani dkk. (2010). Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Penular Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara. Jurnal ECOTROPHIC 5: no.2.
Saleh, M., Aeni, S., Gafur, A., & Basri, S. (2018). Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Pancana Kab. Barru. Higiene, 4(2), 93-98.
Tamza, R.B. dkk. (2013). Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kelurahan Perumnas Way Halim Kota Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 FKM UNDIP. 2:2.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
